Jumat, 21 Agustus 2015

PROKLAMASI

Oleh : St. Darman F.Saragih, Dipl.MT


Proklamasi : memaklumkan, mengumumkan, mberitahukan, menceritakan, menyaksikan (bersaksi).Jadi proklamasi intinya adalah bersaksi. Mari kita membaca Mazmur 78: 1-7. Ada beberapa jenis mazmur, ada pazmur puji-pujian, mazmur penyembahan, dan mazmur 78 ini adalah mazmur pengajaran, intinya adalah supaya dalam keluarga orang percaya/kumpulan orang percaya saling menceritakan perbuatan Allah yang besar, supaya orang yang belum percaya menjadi percaya dan yang sudah percaya semakin teguh. Kita bisa mengingat perbuatan-perbuatan Allah dalam hidup kita. Pastilah Tuhan pernah menolong kita ketika kecelakaan, atau menolong dari ancaman kecelakaan, hal itu dapat kita ceritakan kepada banyak orang sehingga ketika orang lain  mendengar proklamasi kita dapat percaya dan menerima Yesus dalam hatinya dan bagi yang sudah percaya membuatnya diteguhkan.Kasih Tuhan itulah yang menjadi kesaksian, kebaikan kasih Allah lah yang kta ceritakan.

 Tujuan Kesaksian: supaya setiap generasi mengetahuinya, supaya setiap generasi juga menceritakannya, supaya orang yang mendengar kesaksian kita percaya kepada Allah,supaya orang percaya itu setia (memegang teguh perintah Allah). Jika kita ingin mengerjakan keselamatan kita, memberitakan Injil seharusnya menjadi hal yang penting dalam hidup kita semangat melayani ditentukan oleh giatnya kita bersaksi.

Mengapa kita harus bersaksi? 1 Ptr.2:9: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, Imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, suaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” .Kita adalah orang yang sudah dipilih, dipilih untuk menjadi imamat rajani, kita tidak perlu  lagi memberi persembahan melalui imam, kita sudah dapat langsung berkomunikasi dengan Allah, kebangkitan Kristus telah memulihkan hubungan antara Allah dan manusia yang selama ini terpisah karena dosa. Sebagai umat yang kudus artinya kita dipisahkan (secara status) dari dunia sekalipun kita tetap berada dalam dunia, kita dikuduskan, berani tampil beda.Umat kepunyaan Allah, kita adlah milik Tuhan anak-anak Tuhan, domba-dombaNya. Kita dipilih untuk menceritakan perbuatan Allah yang terbesar yaitu penyelamatan Yesus melalui kematian dan kebangkitanNya. Kita bersaksi menyampaikan apa yang telah terjadi ketika kita beralih dari kegelapan kepada hidup, dari gelap kepada terangNya yang ajaib.

Karena itu kita bersaksi : karena diamanatkan Tuhan Yesus (Mat.28:19-20 ), karena hanya anak Allah yang punya mandat  (hanya orang yang sudah diselamatkan yang dapat melakukan mandat Allah),karena aku punya peluang dan waktu (masalahnya apakah segala kesibukan kita membuat kita tidak punya waktu lagi untuk memberitakan Injil, kesibukan dengan media komunikasi seringkali menghilangkan kesempatan kita untuk berbicara firman Tuhan di meja makan, dalam kebersamaan dengan keluarga, kesempatan menyampaikan firman dalam keluarga harus kembali diaktifkan), karena aku mengasihi Yesus maka aku mengasihi orang-orang yang dikasihi Yesus (bukti kita mengasihi Yesus adalah dengan melaksanakan amanatNya), (Yoh.21: 15-17 “…Simon anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya :”Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepadaNya “Tuhan Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya “Gembalakanlah domba-dombaKu” .Petrus yang sudah menyangkal Yesus 3x dan saat ini merasa lesu, tetapi Yesus memanggil dia kembali untuk bersaksi  karena Yesus sendiri sudah berjanji “Engkau adalah Kefas dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya’ Mat.16:17-19), semua orang dikasihi Yesus (2 Ptr.3:9-10 “..Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat..”) .Karenaitu kita harus bersaksi pada semua orang.

Mari kita mengingat kapan kita bertobat/lahir baru?Berapa usia hidup baru kita? Pasti kita mengingat peristiwa kelahiran baru kita, kelahiran kita secara biologis pasti tidak kita ingat, orang lain yang justru mengingatnya dan kesaksian tentang peristiwa lahir  baru kita lah yang dapat kita jadikan kesaksian bagi orang lain, tidak perlu ragu-ragu menceritakannya pada anak-anak, mereka pun dapat menerima berita keselamatan ini, dan akan semakin panjang  waktunya untuk bersaksi jika orang bertobat di usia yang masi h sangat  muda.Apakah kita sudah pernah PI? Atau kita sudah pernah PI tetapi sekarang berdiam diri. Kita dapat memulai kembali PI kita kepada orangtua kita, mereka yang sudah bersusah payah mengurus dan membesarkan kita, masakan kita tidak ingin mereka juga menikmati keselamatan? Pakailah setiap waktu yang ada untuk memberitakan firman pada orangtua kita, abang/adek/kakak kita. Kita juga harus memberitakan Injil kepada orang-orang disekitar kita.

Menceritakan Perbuatan Allah yang terbesar dalam hidupku dapat dilakukan  pertama dengan : PI menggunakan kesaksian pribadi yaitu dengan menceritakan keadaan kita sebelum mengenal Yesus (dalam kegelapan, kehidupan sebelum bertobat , bagaimana kita bisa mengenal Yesus (keluar dari kegelapan, apa yang menjadi penyebab saudara mengenal Yesus? Dimana? Kapan?),Perubahan hidup setelah bertobat (dalam terangNya yang ajaib,perubahan yang Yesus lakukan dalam kehidupan saudara.Kedua :PI dengan menggunakan firman Tuhan, kita mengambil inisiatif untuk memulai percakapan dan melakukan presentasi Injil :
  • Rm.3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”: semua ingin ke sorga, tapi kebanyakan tidak yakin bisa ke sorga, karna dosanya belum diampuni
  • Rm.6:23a ‘Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita”: dosa menghalangi manusia ke sorga
  • Rm.5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa”: Kematian Yesus di kayu salib menjadi cara yang dipakai Allah untuk mengampuni manusia dari dosa-dosanya
  • Rm.10:9-10 “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan…”: siapa yang percaya pada Yesus Kristus- ia akan memiliki sorga
Lalu kita menantang mereka untuk terima Yesus dan mendoakannya.
Motto Kongsi Laita (Sondy Raya 1931)

Misi pekabaran Injil sangat diutamakan oleh komunitas ini sehingga terciptalah aturan kongsiyang berbunyiKalau anda berbicara dengan seseorang di mana saja, haruslah anda selipkan firman Tuhan pada kalimat kelima. Minimal kalau pada sesama orang Kristen menanyakan apakah dia mengikuti kebaktian minggu. Kalau dengan orang yang tidak dikenal hendaknya ditanyakan apakah ia sudah beragama Kristen.Hari ini kita diingatkan dari Mazmur 78 bahwa kewajiban kita sebagai orang percaya adalah memberitakan Injil dari tiap generasi ke generasi berikutnya,kita dipilih Allah dari bermiliar penduduk dunia untuk menyampaikan berita Injil supaya orang bertobat. Kita yang sudah dilahirkan kembali melalui pengorbanan Yesus wajarlah sebagai respons kita bagi Yesus yang sudah memberi nyawaNya bagi kita untuk memproklamirkan keselamatan dari Yesus, beritakanlah Injil bahwa Yesus telah mati bagi dosa, kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri dari dosa, Allah telah berinisiatif menebus kita melalui kematian dan kebangkitan Yesus dan melaluinya kita percaya dan menerima Yesus sebagai juruslamat pribadi.


Solideo Gloria 

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...