Tampilkan postingan dengan label Wellcome New Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wellcome New Spirit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2019

THE GOOD AND BEAUTIFULL COMMUNITY

Oleh : Christian Tampubolon, SP



Salah satu keunikan orang Kristen adalah komunitas, seperti kelompok kecil. Yesus sendiri ketika memulai pelayananNya adalah dengan  membentuk komunitas, memanggil beberapa murid. Sebelum Yesus ditangkap, Ia berdoa yang sangat panjang seperti ditulis di kitab Yohanes.
Yohanes 17 : 20 -21 “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang- orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku”.
TUHAN MENGINGINKAN KITA SATU
Yesus sangat serius mendoakan murid-muiridNya dan berdoa untuk kesatuan mereka bukan saja pada 12 muridNya tapi untuk semua orang yang percaya supaya satu, karena tantangan dunia begitu berat, tanpa komunitas, kita tidak akan mungkin bertahan. Jika kita ingin membangun pelayanan dengan baik, kita harus berkomunitas, seperti dalam 1 kelompok kecil, pelayanan
Paulus juga sangat serius meminta jemaatnya di Filipi untuk sehati sepikir. Filipi 4:2-4 ‘Eudia kunasehati dan Sintike kunasehati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan, bahkan kuminta kepadamu juga , Sunsugos, temanku yang setia : tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama- sama Klemens dan kawan- kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan”
Ini adalah bagian terakhir surat Paulus kepada Filipi yang pernah dilayaninya, Jemaat Filipi bukan jemaat yang besar tetapi jemaat Filipi sangat bertumbuh dan pernah mendukung Paulus secara materi. Tapi saat ini ada masalah yang serius dan Paulus meminta supya Eudia dan Sintike untuk sehati sepikir dan meminta Sunsugos untuk menengahi mereka. Mereka orang seperjuangan Paulus dalam pelayanan. Paulus meminta Sunsugos untuk medamaikan mereka.
Inilah yang terjadi dengan jemaat Filipi. Yang juga mungkin bagian dari kondisi banyak komunitas kita. KTB kita. Kepengurusan kita. Pelayanan kita. Ada banyak kita yang nampaknya masih tetap mengerjakan aktivitas pelayanan tetapi di dalamnya terdapat  perpecahan, terdapat hati- hati yang tidak berdamai.Mungkin saja pelayanan masih berjalan dan acara terlihat sangat baik tapi ada hati yang tidak berdamai didalamnya.
Filipi 2:1-2 “Jadi (NIV: If you have) karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini : hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih,satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari keuntungan sendiri atau puji- pujian yang sia- sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri ; dan janganlah tiap- tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”.
Jika kita memiliki Kristus, pasti karakter-karakter Kristus akan ada pada diri kita. Adalah hal yang sulit untuk mengutamkan kepentingan orang lain dan membuat menjadi nol diri kita. Mengapa sulit sehati sepikir? KITA MENGAKU MEMPUNYAI KRISTUS TETAPI TIDAK MEMILIKI KARAKTER KRISTUS ITU SENDIRI
Itu sebabnya Paulus menegaskan dalam Filipi 2:5 hendaklah kamu dalam hidupmu bersama memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus.  Pikiran dan perasaan Kristusà yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diriNya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Jika kita harus berganti sepatu dengan orang lain yang berbeda ukuran dengan kaki kita, apakah kita siap?Ini adalah hal yang sulit, mungkin kita tidak bersedia berganti sepatu dengan orang lain. Jika kita yang hanya sekedar berganti sepatu orang lain saja tidak siap, bagaimana dengan Yesus yang mau hadir bagi manusia ? Turun ke dunia yang bobrok, berdosa dan menjijikkan ini? Yesus mau memakai sepatu manusia. Hidup seperti manusia. Tinggalkan sepatu “ sorgawi nya “ dan memakai sepatu “dunia.” Dia hadir bagi manusia. Dia merendahkan hatinya. Yang sering merusak persekutuan adalah ketidaksediaan kita memakai sepatu orang lain, mementingkan diri sendiri, mempertahankan ego kita. Dengan siapa kita bermasalah hari ini? Kita harus melepas sepatu kita dan mau masuk ke dalam kehidupan orang lain. Itulah dasar setiap persekutuan : Ketika kita mau mengosongkan diri kita masuk ke dalam hidup orang lain. Melihat dengan cara orang lain melihat. Masalah-masalah yang terjadi di komunitas kita seringkali masalah teknis, komunikasi. Persekutuan kita akan terasa indah ketika kita bersedia masuk kedalam hidup dan bukan karena job desk masing-masing
Tidak ada yang menjadi dasar setiap orang membangun komutas yang baik dan indah kalau bukan kasih Kristus. Kita harus memandang kepada salib.
·         Salib akan mematahkan ego kita.
·         Salib akan melembutkan hati kita yang keras menjadi lembut.
·         Salib akan menghibur hati kita yang pahit oleh karena kekesalan
·         Salib akan mendorong kita meninggalkan keegoan kita.
·         Salib harusnya mampu mengubah karakter- karakter keras kita. Salib bukanlah  sekedar syarat untuk engkau dan dapat surga. Tetapi salib itu menjadi dasar hidup di dunia
·         Salib menjadi fondasi untuk mengasihi, dasar untuk berkorban,
·         Kekuatan yang mampu mengubah hati.
Jika salib belum mampu mempengaruhi kita melakukan semua itu ,barangkali kita belum utuh memaknai salib itu sendiri.
Apa yang membuat kasih Yesus nyata adalah ketika Dia  hadir ke dunia untuk memperbaharui relasi yang rusak. Dia tidak memperbaikinya dari sorga. Tetapi hadir ke dunia. Yesus masuk ke dalam pergumulan manusia dan itu membuat kasihNya nyata. Ketika ada konflik dalam komunitas, kita harus berani masuk dan menyelesaikannya, jangan meninggalkan nkomunitas karena ada konflik didalamnya. Jangan kita meninggalkan komunitas karena kecewa, dan jangan menolak pelayananan karena kita tahu kita pernah mengalami masalah,
The good and the beautiful community
Saya mengajak kita menaruh pikiran dan perasaan yang ada di dalam Kristus. Hidup di dalam komunitas berarti kita bersedia hadir dan mau masuk ke dalam hidup dan pergumulan orang lain bahkan kepada mereka yang  kita merasa  bermasalah. Mereka yang tidak kita sukai atau yang tidak kita sukai. Pakai sepatu dia dan tinggalkan sepatu kita. Ini berarti kita bersedia mengosongkan diri kita dan tidak mempertahankan diri kita, prinsip kita, ego kita. Kita bersedia melepas sepatu kita dan memakai sepatu mereka. KARENA YESUS SUDAH MELAKUKANNYA BAGI KITA. Hadirlah di komunitas dan memakai sepatu orang lain. Kita harus kembali ke komunitas karena kita tidak akan sanggup hidup sendiri. Karena itu jangan bermain-main dalam komunitas, jangan meninggalkan komunitas kita.

SOLIDEO GLORIA


Jumat, 23 Agustus 2019

MANAGEMEN KONFLIKMANAGEMEN KONFLIK

Oleh : Zubel Sitorus, ST




Konflik adalah hal yang kita hadapi setiap hari. Karena itu belajar tentang manajemen konflik akan sangat menolong kita ketika menghadapi konflik dengan memiliki dasar-dasar ilmu, pemahaman dan jalan keluar. Jika kita tidak memiliki pemahaman, kita akan menyelesaikan konflik dengan perasaan dan emosi.  Ketika kita memahami manajemen konflik maka emosi kita akan terukur, bahkan emosi bisa diciptakan menjadi bagian/skenario untuk memenangkan konflik. Ada orang yang berbicara dengan tipe yang seolah-olah marah dengan situasi, tetapi ada orang lain yang menciptakan kemarahan, dan berbicara supaya orang lain marah. Jika dalam konflik terjadi dead lock, maka kita harus pikirkan strategi-strategi yang kreatif dan strategi yang tidak membuat pihak lain merasa kalah.

Apa arti konflik?
Konflik adalah kesalahpahaman, ketidakcocokan pengertian atau emosi antar individu atau antar kelompok yang mengarah kepada atau mengakibatkan timbulnya pertentangan dan permusuhan. Konflik terjadi pada 2 sisi, antar kelompok atau antar individu
A.     Beberapa faktor penyebab konflik :
1.       Lingkungan (Enviroment). Latar belakang seseorang bisa membedakan cara komunikasi, karena daerah tertentu ada yang yang  merasa kalimat tertentu terlalu kasar.
2.       Pribadi (Personal). cara berpikir, pribadi dan karakter yang berbeda, perbedaan generasi akan membedakan cara berpikir
3.       Komunikasi (Communication). Cara komunikasi erat kaitannya dengan 4 karakter (sanguin, kolerik, melankolik, plegmatik), seorang sanguin dapat dianggap oleh melankolik terlalu banyak berbicara. Ketika berkomunikasi bahasa tulisan dengan ponsel, akan diketahui kebiasaan seseorang dalam berkomunikasi, penggunaan bahasa dan emoticon  tertentu. Orang yang tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mungkin akan gagal di pekerjaan yang mengutamakan komunikasi seperti marketing, tetapi dia akan berhasil di bagian lain.
4.       Struktur (Structure). Posisi atasan terhadap bawahan dapat menjadi konflik, karena secara struktur atasan memberi perintah dan mengawasi bawahan..
B.     Pandangan Tentang Konflik :
1.       Pandangan Tradisional : Konflik bersifat merusak, oleh sebab itu segala jenis dan bentuk konflik  harus dihindari. Hal seperti ini membuat konflik tidak diselesaikan jika terjadi.
2.       Pandangan Hubungan Antar Manusia : konflik merupakan suatu  hal yang alami dan tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, segala situasi  konflik harus dapat diterima dan dihadapi dengan baik. Setiap orang tidak akan dapat menghindari konflik karena itu hal yang lumrah.
3.       Pandangan Interaksionis : konflik adalah merupakan hal yang positif dan diperlukan dalam  rangka mencapai sasaran tujuan dengan efektif. Ada orang yang mahir menciptakan konflik supaya muncul pendapat yang pro dan kontra. Memberikan target pencapaian di pekerjaan dapat menciptakan konflik tapi juga dapat meningkatkan kinerja untuk mencapai target.
SKALA KONFLIK

Tanpa konflik, segala sesuatu akan berjalan lambat, ketidak sepakatan kecil akan mempertanyakan argumentasi dan menimbulkan perdebatan. Perdebatan yang makin tinggi bisa menjadi tindakan mengancam.
C.       Resolusi Konflik :
1.       Restrukturisasi : mengubah struktur organisasi dan mengatur arus komunikasi
2.       Pertemuan Kolaborasi : pertemuan tatap muka (face to face) yang bertujuan untuk memecahkan konfllik
3.       Reshape aspek-aspek : Mengubah aspek-aspek manusiawi melalui pelatihan dan konseling
4.       Negosiasi :  pertemuan tawar menawar
5.       Sasaran Subordinasi : menciptakan sasaran bersama yang  satu
6.       Mengubah Situasi Lingkungan :  mengurangi  tekanan dari lingkungan
7.       Wewenang Atasan : menggunakan wewenang formal organisasi
D.     Bagaimana  merangsang konflik?
Kadang kala konflik memang diperlukan, dan dapat merangsang melakukan tindakan dari hasil diskusi, bertukar ide-ide dan membawa kedua pihak menjadi lebih dekat.  
·         Komunikasi :menyebarkan informasi yang bertujuan untuk memancing atau menstimulasi. Ketika diinformasikan akan ada pengangkatan orang muda dalam satu posisi, maka tingkat persaingan kaum muda dan senior dapat meningkatkan kompetensi, masing-masing pihak akan menunjukkan kualitas mereka sebagai senior dan junior yang  dapat mengimbangi keahlian senior
·         Restrukturisasi :  mengubah aturan dan menambah ketergantungan
·         New Member recruit : merekrut anggota baru yang berasal dari luar circle yang  memiliki pemikiran yang berbeda
·         The Devil Advocate : mendengar  kritik dan ide-ide yang bertentangan dengan prinsipal atau keyakinan para anggota
E.      Strategi Mengatasi Konflik
·         Jika kepentingan orang lain dan diri sendiri tidak terlalu penting, lebih baik dihindari. Jika kepentingan diri sendiri rendah tapi penting bagi orang lain, kita mengalah.
·         Jika kepentingan diri sendiri sangat penting dan bagi orang lain tidak, maka kita harus perjuangkan, jangan dilepaskan.
·         Jika kepentingan untuk diri sendiri penting dan bagi orang lain tidak penting, biasanya pihak lain akan mengalah
·         Jika kepentingan diri sendiri dan orang lain sama-sama penting maka diambil langkah kompromi
·         Jika  kepentingan diri sendiri dan orang lain sama-sama sangat penting diambil langkah kolaborasi, bekerjasama untuk tujuan yang sama-sama penting.
Konflik dapat terjadi ketika orang-orang yang beda generasi bertemu. Orang-orang kelahiran 1960-1980 generasi X. Orang yang lahir tahun 1990 adalah generasi milenial. diatas tahun 2010 adalah generasi alfa. Jika generasi X bertemu generasi milenial di pekerjaan akan timbul konflik. Generasi milenial adalah generasi yang cenderung menikmati sesuatu tapi tetap harus diberi target, karena jika tidak, mereka akan bekerja dengan santai.. Langkahnya adalah dengan kolaborasi, tetap mengacu pada tujuan tapi bisa memahami sifat generasi mileniaL
Di Kisah Para Rasul 15:35-41, Paulus dan Barnabas menghadapi konflik, Barnabas ingin membawa Markus dan Paulus tidak setuju karena menganggap Markus tidak setia dalam pelayanan. Mereka akhirnya berpisah . Ketika berkonflik, mereka tidak merusak tujuan, tetap mengerjakan pelayanan.  Filipi 2:2 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini, hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Filipi 2:4 ”dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga”.  Anak-anak Tuhan seharusnya memiliki pemahaman yang sangat baik tentang managemen konflik karena memiliki kasih dan pengampunan. Mengampuni sifatnya pribadi, kita mengampuni karena menyadari kesalahan kita, jika sama-sama mengampuni itu artinya kolaborasi.  Kita dapat mengatasi konflik dengan memiliki pemahaman managemen konflik dan saling mengampuni dengan penuh kasih. 


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 22 Maret 2019

PANGGILAN DAN PENYERAHAN MUSA

Oleh : Christian Tampubolon, SP


Kisah Musa dimulai dr kitab Keluaran, suatu kisah ketika  Allah ingin mengeluarkan umatNya yang sedang mengalami perbudakan untuk kembali ke tanah perjanjian yang Allah janjikan, dan disinilah kita mengenal kisah Musa. Mari kita membaca dari Keluaran 1 : 7-10
Israel  berada di Mesir karena sebelumnya Yakub dan anak-anaknya pergi dan menetap di Mesir karena masalah paceklik di Kanaan. Hingga akhirnya mereka bertambah banyak dan beranak cucu dan hal itu membuat raja Firaun gelisah karena jumlah mereka yang bertambah banyak
A.     Penggenapan janji Allah
            Orang- orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dengan dasyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka (1:7). ini adalah janji Allah bagi Abraham bahwa Allah akan akan menjadikan Abraham bangsa yang besar dan keturunanya akan sangat banyak. Mereka didalam perbudakan pun misi dan penggilan Tuhan bagi Abraham tetap tergenapi. Mari kita membaca dari Kisah Para Rasul  7 : 17. jumlah mereka yang banyak itupun adalah janji Tuhan.  Janji Tuhan tidak akan bisa dilepaskan, pasti akan digenapi sekalipun mereka tidak di tanah perjanjian. Hingga akhirnya raja baru yang tidak mengenal Yusuf mulai kuatir jumlah orang Israel semakin banyak dan memerangi Mesir (Kel 2:10 ). Mesir sangat takut jika Israel keluar, karena orang Israel itu sangat cakap, dan mereka menginginkan jumlah mereka tetap sedikit. karena itu dikukan bebrapa hal:
·         Mendirikan kota bagi firaun  (1:11)
·         Membuang bayi israel ke  sungai nil
·         Membuat tanah liat dan mengerjakan ladang  (13-14)
·         Membuat tanah liat dan mengerjakan ladang  (13-14)
Tetapi jumlah orang Israel terus bertambah sekalipun pekerjaan mereka sangat berat. hingga raja memerintahkan bidan untuk membunuh semua bayi laki-laki,(kel 2:16). Ada 2 bidan yang takut akan Tuhan dan tidak mau membunuh bayi itu, hingga keluarlah surat perintah supaya setiap bayi laki-laki dibuang ke Sungai Nil. Mereka bukan hanya tertekan secara jiwa karena pekerjaan tapi juga ancaman nyawa. Mereka pasti kuatir jika anak mereka yang lahir pasti akan dibuang ke Sungai Nil, belum lagi masalah pekerjaan yang berat. Kondisi yang sepertinya tanpa harapan dan seolah-olah tanpa solusi, disitulah Allah bekerja. Segala kondisi yang dialami tidak menghalangi Allah untuk bekerja.
Keluaran 2 : 1-10, Musa lahir dari seorang laki-laki dan perempuan Lewi dan bayi itu sangat cantik dan disembutikan selama 3 bulan, dan setelah 3 bulan, mereka tidak bisa lagi menyembuyikan bayi itu dan akhirnya Musa dimasukkan dalam peti pandan dan dimasukkan ke Sungai Nil. Ibunya Musa memasukkan Musa ke sungai bukan tanpa pengharapan karena ia menanti-nantikan ketika putri Firaun berada di sungai Nil dan putri Firaun mengambil anak itu dan mengangkatnya menjadi anak. Mengapa putri Firaun mengambil anak yang ia tahu anak orang Israel? Cerita tentang Musa adalah cerita ada tangan TUhan yang menyertai ibu Musa dan putri Firaun, sebuah cerita tentang Tuhan yang ingin menyelamatlkan suatu bangsa melalui Musa. Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri. Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya  (Kis 7 : 21-22)

Tuhan tidak pernah berhenti mengerjakan misiNya. Dia mampu mengubah hati Putri Firaun, mampu menyembunyikan Musa selama 3 bulan. Kondisi sulit sekalipun tidak akan menghalangi atau membingungkanNya. Dia mampu bekerja di kondisi yang sulit dan tak terduga sekalipun. Dia mampu memakai dan mengubah siapapun. Termasuk kita. Apapun masalah yang kita hadapi di pekerjaan, Allah pasti sanggup mengubahkannya.
B.      TANGAN TUHAN BEKERJA
·         Tangan Tuhan bekerja membuat Musa aman hingga akhirnya menjadi pangeran istana
·         Tangan Tuhan bekerja menganghantar kita ke kampus dimana kita berada.
·         Tangan Tuhan bekerja menghantar kita ke tempat dimana kita bekerja.
·         Tangan Tuhan bekerja di posisi yang sedang kita alami sekarang.
Tangan Tuhan juga pasti bekerja bagi kita semua, menempatkan kita di kampus masing-masing untuk menyelesaikan studi, bekerja di perusahaan sekarang pun pastilah karena pekerjaan Tuhan. Tugas kita menanti dan bertanya apa mau Tuhan di posisi ini.
Akhirnya Musa menjadi pangeran Firaun, memiliki kuasa. sepertinya Musa tahu kalau dia dipanggil Tuhan untuk menyelamatkan orang Israel, ketika ia membela seorang Ibrani yang berkelahi dengan orang Mesir dan membunuh orang Mesir itu.Tapi ternyata bukan saat itu Musa dipanggil menyelamatkan Israel dalam posisinya yang penting. Musa akhirnya menjadi buronan oleh raja Firaun.
Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara- sauadaranya, yaitu orang Israel “ (Kis7 : 23)
Panggilan Tuhan bagi setiap orang harus sesuai dengan waktunya Tuhan.
C.      WAKTU DAN CARA TUHAN
            Waktunya Tuhan tidak selalu sesuai dengan waktu kita. Yang menarik Tuhan tidak memanggil Musa ketika dimasa kejayaannya. Harusnya itulah waktu yang pas. Punya kuasa, punya status sebagai orang penting tetapi Tuhan ternyata tidak merestuinya.
            Musa melakukan sebuah kesalahan. Dia melakukan dengan keinginan hatinya dan mencoba melakukan pembebasan lewat cara dan waktu yang menurut dia baik. Dan berakhir dengan kegagalan.
            Panggilan Tuhan harus dikerjakan dengan WAKTU DAN CARA TUHAN. Sering sekali kita merasa lebih tahu dan ingin sekali melakukan sesuatu dengan cara kita. Mengerjakan panggilan Tuhan sering menuntut kesabaran. Kadang kita juga harus mengulur dan mencocokkan waktu yang kita rencanakan dengan waktunya Tuhan.
D.     MUSA KABUR KE MIDIAN
Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. Perempuan itu melahirkan seorang anak laki- laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya : “ Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.(2 : 21-22) . Adapun Musa, Ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. KELUARAN 2 : 23-25
E.      ALLAH MENDATANGI MUSA KEMBALI
KELUARAN 3 : 7-10
            Dan Tuhan berfirman : “ Aku telah memperhatikan dengan sungguh umatKu di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan pengerah- pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan  luas, suatu negeri yang berlimpah- limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepadaKu, juga telah Kulihat betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang,  pergilah , Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel , keluar dari Mesir “. 
Musa menganggap bahwa ia telah menikah, bekerja dan ia tidak lagi memikirkan visi dan panggilan Allah baginya. Mari kita membaca Keluaran 2:23-25.pada ayat 1 disebutkan tentang kegiatan Musamenggembalakan,  tapi diselipkan kondisi Israel dalam keadaan menderita . Allah mendatangi Musa yang hidupnya sudah nyaman. Orang-orang Israel masih menantikan pertolongan Tuhan. dan Tuhan datang dalam semak belukar tapi semak itu tidak terbakar dan Allah memanggil Musa.
Kita membaca Keluaran 2;7-10
ALLAH TELAH MEMPERHATIKAN…
ALLAH TELAH MENDENGAR ….                                              ALLAH MENGUTUS KITA
ALLAH MENGETAHUI…
ALLAH TELAH TURUN…

Allah perduli, memperhatikan, mendengar jeritan Orang Israel dan Ia mengetahui penderitaan mereka dan telah turun, dan sekarang Allah mengutus Musa untuk membebaskan orang Israel.

F.       RESPON MUSA
·         Siapakah aku ini ?  Tuhan berkata Aku yang mengutus engkau
·         Lalu bagaimana aku akan menjelaskan ini kepada orang Israel ?  Allah menyebutkan namaNya adalah AKU (YAHWEH) , kalau orang Israel mendengar nama Yahweh mereka akan  percaya.
·         Bagaimana jika mereka tidak percaya? (Kel 4:1-5) Ada tongkat di tangan Musa yang jika dilemparkan maka akan berubah menjadi ular dan jika dipegang ekornya akan berubah kembali menjadi tongkat, dan orang Israel akan percaya..
·         Aku tidak pandai bicara
·         Utuslah kiranya yang lain….

RESPON MUSA = RESPON KITA
            Sering sekali kita gagal melakukan panggilan Tuhan karena pertanyaan- pertanyaan dan ketakutan  lebih menguasai kita. Tidak ada yang salah dengan banyak pertanyaan dan complain tetapi jangan sampai itu menghalangi kita mengerjakan panggilan Tuhan. Kita akan mengetahui maksud Tuhan dalam hidup kita jika kita memiliki relasi (koneksifitas) dengan Tuhan.
G.     PENYERAHAN MUSA (KELUARAN 4: 18-20)
Musa meminta izin kepada mertuanya untuk kembali  ke Mesir. Mengapa Musa berat untuk kembali ke Mesir, pasti bukan karena raja Mesir, karena raja yang baru tidak mengenal Musa. Ketakutan terbesarnya adalah kenyamanan, memiliki istri, anak-anak dan pekerjaan yang dimiliki. Semua alasan yang Musa kemukakan sebenarnya adalah kekuatiran tentang diri sendiri, rutinitas dan kenyamanannya akan berakhir.
            Pemanggilan Allah kembali kepada Musa menyadarkan dia untuk berhenti hidup hanya untuk domba- domba dan keluarganya sendiri.  Dia kembali dipanggil untuk misi Allah , masuk dan terlibat ke dalam penyelamatan umat Israel. Musa dipanggil menjadi UTUSAN ALLAH. Bahkan dia harus bawa istri dan anak- anaknya ke sebuah perjalanan hidup yang susah.
            Tuhan pun memanggil kita untuk tugas yang sama. Tuhan memanggil kita yang sudah nyaman dengan posisi kita. Hidup anak Tuhan bukan sekedar menjalani rutinitas. Bekerja dapat gaji , punya keluarga dan melakukan hobi dan kesenangan kita. Tuhan memanggil kita masuk ke dalam realita dunia ini. Tuhan dapat memanggil kita untuk meninggalkan zona nyaman kita untuk masuk ke orang-orang di sekitar kita. kita harus berhenti memikirkan diri sendiri, melakukan hal-hal rutin dan melupakan visi Allah. Saatnya kita bangkit mengerjakan panggilan kita. Masuk ke dalam hidup dan permasalahan orang lain. Mereka ada di sekitar kita,  di tempat pekerjaan kita,  Di keluarga kita atau di suatu tempat atau bidang yang Tuhan memanggil kita kesana
            Pilihan menaati panggilan Tuhan adalah sering menjadi   pilihan mengorbankan hal- hal yang paling berharga bagi kita. Itu bisa jadi keluarga kita, kenyamanan kita, harga diri kita, jabatan kita, dsb. Tuhan memanggil kita mengganti itu semua dan menjadikan Yesus sebagai yang utama. Sekali lagi hidup bukan hanya tentang menjalani rutinitas menikmati hidup seperti biasanya. Kita dipanggil untuk menceburkan diri ke permasalahan orang lain dan menjadi pembebas bagi mereka yang sedang bergumul. Karena pilihan itu jugalah yang dilakukan oleh Allah di dalam YESUS KRISTUS yang telah menceburkan diriNya masuk ke dalam dunia untuk menebus dan menyelamatkan kita. Tuhan Yesus pernah turun menjadi manusia dan Ia pasti sangggup mengatasi semua permasalahan yang kita hadapi.

PANGGILAN DAN PENYERAHAN MUSA

 
Berbicara panggilan dan penyerahan Musa, kita berbicara tentang 3 hal:
1.      Melalui Musa kita berbicara tentang misi Allah yang besar yang  tidak berhenti menyelamat umatNya
2.      Menaati panggilan dan penhyerahan diri harus sesuai dengan waktu dan caranya Tuhan
3.      Panggilan dan penyerahan Musa berbicara tentang kita sebagai utusan Allah.
Misi Allah yang terus bekerja dikerjakan dengan waktu dan caranya Allah dan Ia membutuhkan kita untuk melakukannya. 


SOLIDEO GLORIA

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...