Jumat, 22 Mei 2015

POVERTY : A CHRISTIAN PERSPECTIVE

Oleh : Martogi Siahaan, SP


Ini  bukan bahasan komprehensif untuk memahami secara menyeluruh, karena mungkin tidak tuntas untuk dibahas dan merupakan wacana untuk kita sama-sama merenungkan dan mendapatkan dari dalam bagaimana Tuhan bekerja dalam hati kita untuk melihat fakta-fakta yang ada berkaitan dengan kemiskinan.Problem kemiskinan : dosa ketidakperdulian, keserakahan dan kecenderungan aksi sosial yang abai Injil, kecenderungan aksi sosial yang banyak dikumandangkan oleh gereja-gereja juga, sebuah aksi sosial yang tidak lagi bersandar pada kebenaran firman Tuhan dan tidak lagi menyatakan kasih Tuhan, tapi justru aksi sosial yang sama persis dengan yang dilakukan oleh lembaga yang mencintai orang utan misalnya, yang mungkin lebih perduli dengan orang utannya daripada dengan manusia di sekelilingnya.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan (wikipedia).Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan sebagai Poverty is concern with absolute standard of living of part of society the poor in equality refers to realtife living standarts across the whole society.

Kemiskinan Alamiah – Struktural – Kultural

Kemiskinan alamiah : akibat keterbatasan sumber daya alam, manusia, dan sumberdaya lain sehingga peluang produksi relatif kecil dan tidak dapat berperan dalam pembangunan. Kemiskinan struktural dan sosial disebabkan hasil pembangunan yang belum merata, tatanan kelembagaan dan kebijakan pembangunan. Sedangkan kemiskinan kultural (budaya) disebabkan sikap atau kebiasaan hidup , belum meratanya penataan sosial dan kebijakan-kebijakan pembangunan, disebabkan oleh ketidakadilan pemerintahan dalam membagi porsi-porsi ekonomi yang ada.

Kemiskinan Absolut – Relatif

Kemiskinan absolut : apabila tingkat pendapatan seseorang di bawah garis kemiskinan absolut yang telah ditetapkan (tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum : sandang, pangan, kesehatan, perumahan dan pendidikan). Kemiskinan relatif : perbandingan antara kelompok pendapatan dalam masyarakat tersebut. Meskipun seseorang/masyarakat telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak (tidak miskin), tetapi masih rendah kualitasnya dibandingkan masyarakat sekitarnya. Orang yang miskin di Indonesia mungkin tidak miskin di Afrika, atau orang kaya di Indonesia mungkin sangat miskin di Amerika, karena perbedaan tingkat kebutuhan hidup.               

Orang yang miskin, pendapatannya rendah, daya belinya rendah, produktifitasnya rendah, akibatnya miskin, orang miskin konsumsinya rendah, status gizi dan kesehatannya rendah akibatnya produktifitas rendah dan miskin lagi, pendapatan rendah, membuat tabungan rendah dan investasi rendah.

Upaya untuk memutus kemiskinan dilakukan dengan pelatihan dan bantuan pendidikan, akses kesehatan dan bantuan makanan, bantuan permodalan dengan micro financing supaya meningkatkan daya beli, pendidikan, status gizi dan kesehatan supaya produktifitas dan pendapatan meningkat.

Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Pendekatan Penghidupan Berkesinambungan (Sustainable Livelihood):  Merancang Pekerjaan yang Berkelanjutan agar keluar dari kemiskinan. Jaminan/Proteksi Sosial: Perlindungan Bagi Orang Miskin dan Rentan agar Aset yang Mereka Miliki tidak Hilang.

Akumulasi Aset:
Membuka Peluang Bagi Orang Miskin dan Rentan Untuk Meningkatkan Aset Mereka Secara Berkelanjutan (Micro Finance, Arisan, dll.)
Di papua, tingkat kemiskinannya paling tinggi, DKI Jakarta tingkat kemiskinannya paling rendah dan Sumatera Utara tingkat kemiskinannya berada di tengah-tengah.

Dari gambar itu terlihat penurunan kemiskinan di Indonesia sejak tahun 2007 sampai sekarang tetapi tingkat ketimpangan pendapatan tertinggi dan terendah semakin jauh lebih besar dan ini sangat emprihatinkan terjadi di negara kita.
 Apa cara pandang seorang kristen yang melihat segala sesuatu dari kacamata Firman Tuhan?Christian World View melihat dunia ini di dalam pola CFRC [Creation (penciptaan) – Fall (Kejatuhan manusia dalam dosa) – Redemption (Penebusan) – Consummation (Penyempurnaan)] Cara Pandang :
  1. Creation (penciptaan), pada awalnya Allah menciptakan alam dan segala isinya, hasilnya baik, bahkan sangat baik
  2. Fall (kejatuhan), kejatuhan manusia ke dalam dosa mengakibatkan:
·         Efeknya bukan hanya pada Adam dan Hawa
·         Rom 8:22 (segala makhluk)
·         masalah : dosa, kutuk, penyimpangan, abnormal, disfungsi, kesia-siaan, permusuhan, sakit penyakit, kemiskinan, dll
      3.Redemption (penebusan) – Consummation
  • Keselamatan (re-creation)
  • Memulihkan seluruh ciptaan : kembali kepada kebaikan semula bukan penambahan atau bukan hanya sebagian.
  • Di dalam consummation, segala janji yang tertulis dalam Yesaya 60 ini akan menjadi sebuah realitas yang sungguh-sungguh nyata
a.Penciptaan (Creation)manusia di Kejadian 1:27-28, Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka dan Allah menghendaki manusia untuk beranak cucu, memenuhi bumi dan menaklukkan bumi. Manusia menjadi penguasa atas seluruh ciptaan dalam pengelolaannya dengan segenap kemampuan yang Allah berikan.
b.Fall. Tetapi kejatuhan manusia ke dalam dosa di kejadian 3 :7-8; 15-21, manusia itu menyadari bahwa mereka telanjang dan menyemat pohon ara untuk membuat cawat (3:7), mereka bersembunyi di antara pohon-pohon, berlindung diantara ciptaan Tuhan, dengan status manusia seharusnya menjadi penguasa atas alam. Hukuman atas dosa manusia terjadi permusuhan antara iblis dan manusia, susah payah waktu mengandung akan sangat banyak, ia akan berahi terhadap suaminya(3:16), dan dengan susah payah manusia akan mencari rezeki dan tanah menjadi terkutuk (3:17), semak duri akan tumbuh dan dengan berpeluh akan mencari makanan. Allah mengorbankan binatang untuk membuat pakaian dari kulit binatang kepada manusia itu.
c.Redemption – Consummation.Allah berinisiatif memperdamaikan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, Kol 1:20  dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.Wahyu 21:1,4,5, Allah menyediakan langit yang baru dan bumi yang baru, disana tidak ada lagi airmata, perkabungan, atau ratap tangis, Ia menjadikan segala sesuatu baru.

Penyebab Kemiskinan :
1.Oppressed Poor, jika kita lihat dari Maz 82:3,4, adalah tiadak adanya keadilan kepada orang yang lemah dan anak yatim, orang lemah dan miskin tidak dilepaskan dari tangan orang fasik, terjadi penindasan terhadap orang asing, janda dan anak yatim yang ditindas (Kel 22:21-22), hidup beribadah/berpuasa tetapi tidak membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk (Yes 58:6), seharusnya ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia (Yak 1:27).
2.Natural Disaster. Kemiskinan juga terjadi karena proses yang terjadi< adanya kemarau, kelaparan yang hebat (Kej 47:13), berperannya iblis mencobai Ayub sehingga ia kehilangan seluruh harta benda, anak-anaknya, penyakit yang diderita ayub yang membuat ia menjadi miskin (Ayub 1 dan 2),kemiskinan yang dialami Naomi karena meninggalkan Israel ke Moab dan ia kehilangan suami dan anak-anaknyam dan akhirnya ia kembali ke Israel sebagai orang miskin yang tidak memiliki apa-apa (Ruth 1:21 “Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
3.Personal Sin
Kemiskinan juga disebabkan dosa pribadi yaitu kemalasan Ams 6:6-7  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak”, suka hidup bersenang-senangm gemar minum anggur tidak akan menjadi kaya (Ams 21:17), peminum dan pelahap menjadikan miskin (Ams 23:21)Kemiskinan eksis akibat dosa, kemiskinan makin significant efeknya karena dosa.Kemiskinan bukanlah dosa dan kemakmuran tidak selalu berkat. “Povertyis not an accident. Like slavery and apartheid, it is man-made and can be removed by the actions of human being” (Nelson Mandela).

Hati Allah kepada Orang miskin
      Allah adalah Allah yang setia (Maz 146:6) Ia menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, member roti untuk orang-orang yang lapar, membebaskan orang yang terkurung (Mzm 146:7 ), TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar (Maz 146:8), “TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya” (Maz 146:9). Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia”(Imamat 19:33) ,’Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu “(Imamat19:34). Allah mengangkat kita menjadi umat dan Ia menjadi Allah kita (Kel 6:7).
      Allah care – menghendaki kita menjadi blessing to the nations, tanah dapat diolah selama 6 tahun tetapi tahun ke tujuh harus dibiarkan supaya orang miskin dapat makan (Kel 23:10-11) Allah menginginkan kita supaya membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk (Yes 58:6), memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!(Yes 58:7).
Blessing to the nations dengan cara membantu orang miskin (Ul 15:7  Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu), harus membuka tangan lebar-lebar dan memberi pinjaman (Ul 5:8), melepasdkanbudak pada tahun ke tujuh (Ul 15:12), dan jika melepaskannya sebagai orang merdeka tidak dengan tangan hampa, harus diberi modal untuk mandiri (Ul 5:13-14), itu semua dilakukan karena sebelumnya mereka juga budak di tanah mesir (Ul 15:15 ).
Yesus sendiri datang ke dunia untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang msikin, membebaskan orang-orang tertindas (Luk 4:17-21), Ia menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, mentahirkan orang kusta, orang mati dibangkitkan dan kabar baik bagi orang msikin (Mat 11:4-5).Ia dalam teladanNya yang tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib (Fil 2:6-8). Yesus memiliki hati yang mengasihi, rela memberi diri, membagi hidup. Ia yang menjadi miskin sekalipun kaya supaya kita menjadi kaya karenanya (2 Kor 8:9). Ia menjangkau mereka yang tidak mungkin menerobos.

Aplikasi Praktikal : pergi dan memberitakan Kerajaan Sorga sudah dekat (Mat 10:7), memberitakan Injil di seluruh dunia sebagai kesaksian (Mat 24:14), Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang menghasilkan buah kerajaan itu (Mat 21:43). Firman yang berpusat pada Kristus adalah pembeda utama social concern Kristen dari yang lain. : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”(Yoh 14:6). Rom 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.


Jebakan Aksi Sosial
Pemisahan aksi sosial dari kebangunan spiritual itu bagaikan pemisahan batubara yang sedang menyala dari sumber apinya. Ia akan dingin dan mati(suatu visi bagi keadilan – Model aksi sosial Kristen William Wilberforce).Our ministry to the poor and marginalized must be rooted in a proper understanding of the kingdom of God.Kita tidak memihak orang miskin karena kemiskinan tapi pembelaan kepada kebenaran.Berita Firman yang memerdekakan dan pertobatan di tengah tengah masyarakat adalah harapan pembebasan dari belenggu kemiskinan. Iman dan perbuatan tidak terpisahkan (Yak 2:14-17, 22, tidak ada gunanya mempunyai iman tapi tidak memberikan apapun kepada sesama, iman tanpa perbuatan, mati). Yak 2:23  Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." Yak 2:24  Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.


Pelayanan Kasih : Hendaklah kita saling melayani dalam kasih (Gal 5:6,13) dan mengasihi sesama seperti diri sendiri (Gal 5:14 ; Luk 10:27). Orang Samaria yang baik hati juga menolong tanpa pamrih (Luk 10:27-37).Melayani Sesama Melayani Allah (Mat 25:32-33), orang yang memberi kepada salah seorang saudara yang paling hina, telah melakukannya kepada Anak Manusia (Mat 25:34-36).2 Kor 9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.Latihan Rohani Memberi : Contentment (Luk 12:30-34, menjual segala milik dan memberikan sedekah, buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis) Kenapa sering tidak Peduli? Merasa kuatir, tidak mencukupkan diri dengan apa yang ada (Ibr 13:5), memburu uang, ingin menjadi kaya (1 Tim 6:6-10). Sikap Hati seharusnya adalah saling menolong, saling memberi, masing-masing dengan kerelaan hatinya, memberi dengan sukacita (2 Kor 9:5-7), sebuah ucapan syukur dalam emberi adalah kemuliaan bagi Allah (2Kor 9:12). Siapa yang kita bantu? Kemiskinan sangat kompleks dan multifacetedGal 6:10  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Prinsip : Ul15:15  Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.Let Mercy limit Mercy

Solideo Gloria

Jumat, 08 Mei 2015

3D (Daya, Doa, Dana)

Oleh : Dr. Ir. Surya Sembiring, MS



Mari kita membaca dari kejadian 32 :7-8. Ketika Yakub tahu bahwa Esau akan datang, maka ia menjadi takut dan sesak hati. Ada ketakutannya yang besar di ayat 11 “Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku”. Dalam keadaan takut ia mulai memikirkan scenario/strategi bagaimana usaha menenangkan hati Esau. Di sisi lain ia tetap cemas dan takut. Pada satu titik ketakutan, apa kita memilih bergumul berdoa kepada Tuhan atau mementingkan pengalaman kita untuk menghadapinya? Yakub memerintahkan budak-budaknya berjalan didepan dengan segala persembahan kambing domba,lembu dan Yakub sendiri berjalan paling belakang, dengan harapan Esau akan menerima persembahannya dan memaafkan Yakub (Kej 32:13-21). Tapi skenario Yakub tidak juga dapat menenangkan dia, “lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing” (kej 32:24). Strategi-strategi dan pertimbangan tidak menyelesaikan pergumulannya, Yakub bergulat dengan malaikat sampai pagi.Ketika malaikat meminta Yakub untuk membiarkannya pergi, Yakub berkata “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi jika engkau tidak memberkati aku”. Yakub akhirnya diberi nama Israel.

Ketika Yakub bergumul dengan malaikat Tuhan, ada perubahan yang terjadi, di Kej 33 :1-3, jika sebelumnya Yakub berjalan di belakang dan budak-budak dengan segala persembahan didepan, kini ia berjalan paling depan. Ia sujud didepan Esau dan meminta maaf. Apakah kita menghadapi masalah-masalah di pekerjaan dengan menyerahkan uang  atau berdoa kepada Tuhan meminta supaya Tuhan menjawab pergumulan kita?Perubahan kedua dari Yusuf di Kej 33:10 “..memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah dan engkaupun berkenan menyambut aku”. Yakub serasa melihat wajah Allah pada Esau. Mari belajar relevansi kedekatan kita pada Tuhan dengan kinerja kita masing-masing. Jika kita memiliki relasi yang dekat dengan Allah adakah korelasinya dalam menghadapi pergumulan di pekerjaan?Apakah sebagai pimpinan atau bawahan, wajah-wajah yang bagaimanakah yang kita lihat dari teman-teman kerja kita atau satu tim kita? Apa seperti Yakub yang melihat Esau seperti melihat wajah Allah? Sebagai alumni yang dipenuhi Roh Kudus, mari melihat ada wajah Allah di karyawan/teman-teman kerja kita. Apakah kita berangkat kerja dengan pergumulan yang berat, serasa terlalu berat untuk berangkat kerja?

Bagaimana dampak doa terhadap daya kita di pekerjaan, pada teman-teman kerja kita? Tidak seorangpun dari kita yang kebal dengan pergumulan, tapi ketika kita mempunyai pergumulan, bagaimana kita menghadapi pergumulan dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan? Ingat Yusuf masuk ke penjara bukan karena melakukan kesalahan.Yusuf sama-sama dipenjara dengan juru minum dan juru roti, tapi Yusuf memandang masalahnya dengan berbeda. Tuhan menyertai Yusuf (Kej 39:23). Memang tidak pernah dituliskan Yusuf berseru kepada Tuhan, tapi ada pernyataan Yusuf bahwa Allah yang menerangkan arti mimpi (Kej 39:8), Allah yang memberitahukan arti mimpi (Kej 41:25), Allah yang menyingkapkan, Allah yang menolong, Allah yang merencanakan. Yusuf mengerjakan bagiannya dengan baik sehingga ia alayak dipercaya dan Tuhan memberkati Yusuf. Yusuf melihat juru roti dan juru minum bersusah hati (Kej 40:6-7), dan ia bertanya mengapa mereka muram. Yusuf dapat memilih untuk tidak perduli dengan masalah orang lain, mereka sama-sama memiliki masalah tapi Yusuf mempunyai cara pandang yhang berbeda. Masihkah kita punya kesempatan memperhatikan orang lain? Bukan hanya memperhatikan teman-teman KTB kita, adek-adek kelompok kita, tapi juga perduli dengan teman satu kerja yang memiliki masalah. Yusuf sama-sama dipenjara dengan juru roti dan juru minum, tapi masalah itu tidak menguasainya. Ada 2 kemungkinan yang kita lakukan ketika ada masalah : berdoa atau tidak mendoakannya. Atau jangan-jangan kita merasa tidak ada gunanya berdoa. Bisa saja kita tidak memiliki dana, tapi kita masih memiliki daya dan doa. Yusuf tidak memiliki dana, tapi dia punya kasih yang dibagikannya pada juru roti dan juru minum. Mungkin kita tidak mempunyai gaji yang berlebih, tapi kasih Kristus dapat kita bagikan, kita punya daya dan doa, ini bisa kita lakukan. Apakah kita mendoakan pimpinan kita, bawahan kita?

Ketika Firaun bermimpi, tak seorangpun orang berilmu yang dapat menafsirkan mimpinya (Kej 41:8), dan yang dapat menafsirkan mimpi Firaun adalah Allah orang Israel “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun” (Kej 41:16) “Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukanNya” (Kej 41:28). Ketika ada masalah di pekerjaan/keluarga, mari kita belajar bahwa Allah menempatkan kita untuk menghadirkan shalom Allah. Apa yang dapat kita lakukan untuk bangsa kita? Raja Nebukadnesar ketika bermimpi, hanya Daniel yang dapat menceritakan mimpinya dan maksudnya. Ketika ada masalah yang tidak terpecahkan, Allah yang menjelaskan mimpi itu di Kejadian dan Daniel. Mari belajar menjadi solusi bagi bangsa kita, bagi tempat kita bekerja, karena kita tahu kepada siapa kita akan menyampaikan semua masalah kita.


Mari kita belajar dari jemaat Korintus, bukan orang kaya, mereka orang yang berkekurangan tapi dapat membantu jemaat di Yerusalem. “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka” (2 Kor 8:2-3). Mari belajar setia seperti jemaat Korintus, yang miskin tapi bisa memberi, kaya dalam kemurahan. Mari gunakan daya, doa dan dana kita dalam pekerjaan, pelayanan dan keluarga. 



Solideo Gloria

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...