Jumat, 29 Juni 2018

HEDONISME DAN MATERIALISME

Oleh : DR.Ir. Surya Sembiring, MS



Pendahuluan
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup.”The Way of life”

Materialisme  adalah
·         pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai "materialis.
·         Orang yang mementingkan kebendaan semata (harta,uang,)
Gaya hidup hedonisme dan materialisme sudah menjadi semangat zaman ini. Bahkan, di kalangan anak muda, keinginan cepat kaya dan bahagia untuk diri sendiri semakin bertumbuh subur. (James Riady).
Apakah hedonisme dan materialism itu baik atau buruk? Hidup kita sebagai anak-anak Tuhan tergantung dari apa tujuan hidup kita. Apakah tujuan hidup kita Mengejar uang, kekuasaan dan kesenangan belakan atau  menjadi garam dan terang dunia, mempengaruhi dunia dengan kekudusan? Dimana posisi kita?  Apakah kita mempengaruhi dunia atau dunia yang mempengaruhi kita?

Banyak orang mencari kepuasan dan kesenangan dengan melakukan ke 5 hal diatas, mereka tidak akan puas jika tidak melakukannya. Siapa kita akan menentukan bagaimana kita melakukan kesenangan kita. Siapa kita akan menentukan mind set kita : Siapa yang mempengaruhi siapa?

Kristus harus menjadi pusat dalam hidup kita (Fil 1:21 “Sebab bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Jika Kristus bukan pusat hidup kita, maka hedonisme dan materialisme akan menguasai hidup kita. Diluar Kristus, kita pasti gagal, karena kemajuan2 dunia menawarkan kenyaman dan kesenangan hidup dengan begitu gencar. Tujuan hidup kita adalah menjadi sama seperti Kristus. Dalam prose situ, tentu banyak godaan-godaan hedon dan materialisme, karena itu utamakan Kristus. Ketika kita sudah ditebus, mari memikirkan perkara-perkara yang diatas. Siapa yang mempengaruhi kita tergantung pada apakah Kristus ada dalam hidup kita.


LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENGENDALIKAN HEDONISME :
1.       Luk 18:18-30,, Luk 12:16-21, 1 Tim 6:8-10, 1 Tim 6:17-19
Luk 18:18-30 berbicara tentang seorang muda yang kaya yang tidak mau mengikut Tuhan karena tidak mau menjual hartanya. Luk 19 :1-10 berbicara tentang Zakheus yang rela menjual hartanya demi mengikut Yesus.Kekayaan Zakheus tidak menghalanginya untuk dating kepada Yesus. Harta/kekayaan bisa menghalangi orang untuk mengikut Yesus. Apa yang menghalangi kita untuk mengikut Tuhan? Di Lukas 18:18-20 melalui perumpamaan, Yesus menggambarkan tentang orang kaya yang menaruh harapannya pada harta dan nyawanya dicabut Tuhan pada hari itu. Dalam Pengkhotbah 5:7-15 dikatakan, adalah sia-sia mengumpulkan harta, karena semua harta yang ia miliki tidak akan dibawa ketika ia mati, harta adalah bersifat sementara. Mat 6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya”. Jika kita berharap pada harta maka hati kita juga tertuju pada harta. Jika Allah adalah harta kita , maka terang dari Allah akan memancar dalam hidup kita (Mat 6:22).
2.       Mengendalikan dan menguasai uang untuk kemuliaan Allah:  Mat 2:11; Luk 8:2-3; Mat 27:57-61; Yoh 19:38. Orang Majus menggunakan hartanya untuk melayani Tuhan (Mat 2:11). Harta yang kita miliki, harus kita gunakan untuk melayani Tuhan. Jika gaji kita makin tinggi, apakah persembahan kita juga makin tinggi, atau gaya hidup kita yang semakin tinggi?
3.       Cara memperoleh uang ,Kel 22:25 dan Ef 4:28. Mari mewaspadai cara kita memperoleh uang, jangan korupsi. Di pekerjaan, kita bisa digoda untuk melakukan korupsi, tetaplah hidup jujur dan berintegritas, jangan memperlakukan seseorang berbeda karena dia orang kaya, penampilannya lebih menarik. Hal itulah yang ditegur dalam Yak 2, supaya jangan memandang muka berdasarkan kekayaan/penampilan seseorang
Orang percaya: uang bukan dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan /kedudukan. Uang tidak boleh membuat kita merasa lebih diperlukan (Yak 2:1-4)

Jika tidak ada Tuhan dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah merasa puas. Apakah kita menjadi korban-korban iklan yang membuat kita membeli apa saja? Supaya puas dengan Allah kita harus:
  • Mengerjakan panggilan Allah dengan bertanggung jawab. Lakukan pekerjaan kita dengan bekerja jujur. Orang yang berintegritas pasti focus pada panggilan Allah. Salah satu yang dapat menjaga kita supaya tidak terjerumus oleh tawaran dunia adalah dengan memiliki pelayanan. Pelayanan adalah pagar yang menjaga kita.
  • Jadikan nilai kekal sebagai standar hidup. Segala sesuatunya kita ukur dengan apakah ini menghasilkan nilai kekal atau tidak. Sesuatu yang tidak kekal, bisa mernilai kekal jika digunakan untuk memuliakan Tuhan
  • Landasan hidup :kasih Kristus. Kita harus memandang seseorang dengan kasih Tuhan, bukan dari apa yang ia miliki. Filosofi orang Batak yang menekankan hamoraon, hagabeon dan hasangapon harus dikikis dalam hidup kita. Supaya jangan membuat kita bekerja keras semata-mata supaya menjadi orang kaya yang diihargai banyak orang.
  • Mengendalikan keinginan-keinginan dan menundukkan keinginan kepada kehendak Allah. Segala sesuatu perlu diuji. Apakah kita membeli sesuatu karena fungsinya atau karena prestisenya?
  • Bagaimana kita menghadapi hedon? Dalam Fil 4:11 “kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan”. Bagi Paulus kata kuncinya adalah :cukup”, ia belajar mencukupkan dirinya, tidak menginginkan sesuatu yang lebih, tidak tergantung pada pemberian jemaat.

Bagaimana supaya bisa berkata CUKUP?
  1. Orang yang dipulihkan dalam citra Allah: penebusan Kristus= mandat penciptaan, menaklukkan, memelihara dan mengaturnya, manusia bukan menjadi pemilik sendiri. Kita diberi mandat untuk mengelola bukan memiliki segala-galanya
  2. Allah murka kepada Israel  karena iri hati atau ketamakan: Ysa 57:17; Habakuk 2:9-11..Allah menurunkan manna= mengambil sesuai porsi, jika mereka mengambil lebih, akan menjadi busuk keesokan harinya. Mereka diajarkan untuk mengambil manna cukup untuk sehari,
  3. Imamat 19:9-10, Orang Israel diberi perintah bagaimana menuai hasi lading, harus meninggalkan hasil lading untuk orang-orang asing, dan orang asing, tidak menghabiskan semua hail lading untuk dibawa pulang
Saran-saran praktis:
  • Beli barang karena kebutuhan bukan karena prestise
  • Menolak hal yang membuat kita ketagihan
  • Kebiasaan membeli barang  untuk diberikan kepada orang lain
  • Belajar tidak percaya kepada iklan; menikmati barang tanpa memilikinya
  • Hindari ajakan beli sekarang baru bayar nanti;Hindari yang membuat menyimpang dari tujuan hidup
  • Apa yang kita miliki dari Tuhan berkata cukup, mengucap syukur


SOLIDEO GLORIA




Jumat, 22 Juni 2018

HECTIC


Oleh : Danni Fellipe Bukitz, SST,M.Si






Hidup kita sebagai alumni penuh dengan segala kesibukan (hectic). Kita sadari atau tidak, skedul kerja harian kita telah menyita banyak waktu, sehingga waktu-waktu istirahat kitapun kadang-kadang terasa sangat sedikit, dan kita dikejar jadwal pekerjaan maupun pelayanan yang harus kita lakukan. Beberapa hal berikut akan membuktikan hidup kita hectic :
·         Apakah anda jenuh untuk pergi bekerja?
·         Apakah anda mengalami rasa letih dan kurang bersemangat dalam bekerja?
·         Apakah hubungan-hubungan anda menegang karena stress?
·         Apakah anda berharap bisa masuk ke Rumah sakit, hanya supaya bisa tidur?
Ketika kita merasa jenuh dengan pekerjaan kita, malas bekerja di hari Senin  “I hate Monday”, relasi kita dengan keluarga, teman-teman menjadi terganggu karena kita stress dengan pekerjaan, bahkan ingin bisa berbaring di rumah sakit hanya untuk bisa tidur dengan tenang. Jika kita menjawab Ya untuk salah satu atau beberapa pertanyaan tersebut, berarti kita sudah memiliki hidup yang hectic. Faktanya  memang hidup kita sedemikian hectic. Kita terbiasa dengan multi tasking, mengerjakan beberpa hal sekalgus, belajar sambil memegang ponsel dan  mengecek sosmed atau email. Padahal manusia tidak dilahirkan untuk multi tasking, kita seharusnya fokus mengerjakan satu hal dan tidak mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. 98 perssen manusia tidak dapat melakukan multi tasking dengan efektif.
Jika kita selalu melakukan multi tasking, hal-hal yang terjadi adalah : IQ akan berkurang 10 poin, waktu untuk bisa tidur pulas berkurang 10 poin,  dan menjadi 2x lebih buruk ketika seseorang juga merokok, dan produktifitas akan berkurang 40 %. Sebagai  contoh, dalam perjalanan kita ke kantor, akan ada banyak hal yang mengganggu konsentrasi kita, misalnya lalulintas yang ruwet, hal-hal yang kita lihat di jalan, dll. Richard tiheme  mengatakan “Ketika kita mengerjakan dua hal secara bersamaan, maka sesungguhnya kita telah mengalihkan sekitar tiga puluh persen perhatian kita dari tugas utama “.  Ini akan mengakibatkan over loaded syndrome, seperti sebuah truk pengangkut yang kelebihan muatan dan terguling di jalan. Karena terlalu banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan setiap hari, membuat kita mengalami overloaded syndrome.
Karena itu kita membutuhkan margin. Margin adalah ruang yang dulu pernah ada diantara beban kita dan batas-batas kita. Margin adalah ruang diantara vitalitas dan keletihan Margin adalah situasi yang bertolak belakang dengan kelebihan beban, dan karenanya itu merupakan pencegahan terhadap kondisi yang menjengkelkan . kita harus mengetahui batasan kemampuan kita melakukan sesuatu sehingga tidak memaksakan diri mengerjakan hal-hal yang sudah melebihi batas kemampuan kita. Richard Swenson mengatakan “Margin is the space between our load and our limits” (Margin adalah ruang diantara beban dan batasan kita). Ketika margin kita turun, tingkat stress kita meningkat, dan relasi kita menurun. Ketika margin kita naik, tingkat stress kita menurun dan relasi kita meningkat. “Busyness is not a synonym of Kingdom work-it is only busyness. All activities need to be assessed to their spiritual authenticity”- Richard Swenson. Artinya hidup yang sibuk bukanlah sinonim dari lingkup pekerjaan, itu hanyalah sebuah kesibukan. Setiap aktivitas kita harus dinilai dari  kehidupan spiritual kita yang otentik.

Christian World View menggambarkan alkitab dengan 4 fase : penciptaan, Kejatuhan manusia dalam dosa, penebusan dan pembaharuan.
Alkitab, sebuah drama 4 babak:
         Babak 1: Creation – Allah mendirikan KerajaanNya
         Babak 2: Fall – Pemberontakan dalam Kerajaan itu
         Babak 3: Redemption dimulai – Sang Raja memilih Israel
ü    Redemption dituntaskan – Sang Raja sendiri datang
ü    Redemption diberitakan – Memperluas Kerajaan itu
         Babak 4: Glorious Pembaharuan– Kembalinya Sang Raja
Alkitab berisi 6 fase yaitu :
Masnusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, kemudian manusia melakukan dosa, ada janji penebusan, Kristus menebus dengan kematianNya di kayu salib, manusia ditebus, dan dihasilkan manusia yang sudah dibaharui.
Kita harus FOKUS ( Follow One Course Until Succesfull) dengan cara :
  • Do one Thing well (lakukan satu hal dengan baik)
  • Our brains weren’t built to multitask (otak kita tidak didesain untuk multi tasking)
  • Our brains are designed to focus on one thing at a time, and bombarding them with information only slows them down  (Otak kita didesain untuk focus pada satu hal pada satu waktu, dan jika kita memasukkan semua informasi, hanya akan membuatnya bekerja lebih lambat)
Ketika Tuhan Yesus yang berkunjung kerumah Maria dan Marta (Luk 10:39-40) dengan para murid, membuat banyak tamu dirumah Marta, dan Marta sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menjamu tamu, sedangkan Maria duduk dekat kaki Tuhan Yesus mendengar Ia berbicara. Hal itu mengganggu Marta dan bertanya “Tuhan tidakkah Engkau perduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku” (ayat 40). Marta bukan hanya terganggu dengan Maria, tetapi juga marah kepada Tuhan Yesus karena tidak menegur Maria. Maria melakukan itu bukan karena ia malas atau tidak perduli, tetapi karena ia melakukan satu hal yang perlu (fokus) dan telah memilih bagian yang terbaik, yaitu mendengar Tuhan Yesus berbicara (ayat 42). Teguran Tuhan kepada Marta adalah ia kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu hal yang pemting yaitu mendengarkan Ia berbicara. Hidup kita seharusnya  member i ruang bagi kebenaran Allah, firman Allah yang menjadi penerang dalam hidup.
“Superaciality is the course of our age. The doctrine of instant satisfaction is a primary spiritual problem. The desperate need today is not for a greater number of intelligent people or gifted people , but dor deep people”—RichardJ.J.Foster. Hidup kita bertujuan untuk memuliakan Tuhan . Pusat hidup kita bukan diri ataupun dunia namun Tuhan . Kebutuhan zaman ini adalah Relasi bersama Tuhan. “Your relationship with God is more important than any you’ll ever have, because you know for sure, that’s a relationship that will last forever”. Karena itu penting untuk tetap menjaga persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, tetap tekun dalam KTB, belajar kebenaran firman Allah lewat persekutuan bersama, yang akan menolong kita  memiliki relasi yang baik dengan Allah. “When we understand our relationship with God, we also understand our relationship to one another”- Dallin H.Oaks. 



SOLIDEO GLORIA

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...