Tampilkan postingan dengan label AKWILA DAN PRISKILA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKWILA DAN PRISKILA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2019

MANAGEMEN KONFLIKMANAGEMEN KONFLIK

Oleh : Zubel Sitorus, ST




Konflik adalah hal yang kita hadapi setiap hari. Karena itu belajar tentang manajemen konflik akan sangat menolong kita ketika menghadapi konflik dengan memiliki dasar-dasar ilmu, pemahaman dan jalan keluar. Jika kita tidak memiliki pemahaman, kita akan menyelesaikan konflik dengan perasaan dan emosi.  Ketika kita memahami manajemen konflik maka emosi kita akan terukur, bahkan emosi bisa diciptakan menjadi bagian/skenario untuk memenangkan konflik. Ada orang yang berbicara dengan tipe yang seolah-olah marah dengan situasi, tetapi ada orang lain yang menciptakan kemarahan, dan berbicara supaya orang lain marah. Jika dalam konflik terjadi dead lock, maka kita harus pikirkan strategi-strategi yang kreatif dan strategi yang tidak membuat pihak lain merasa kalah.

Apa arti konflik?
Konflik adalah kesalahpahaman, ketidakcocokan pengertian atau emosi antar individu atau antar kelompok yang mengarah kepada atau mengakibatkan timbulnya pertentangan dan permusuhan. Konflik terjadi pada 2 sisi, antar kelompok atau antar individu
A.     Beberapa faktor penyebab konflik :
1.       Lingkungan (Enviroment). Latar belakang seseorang bisa membedakan cara komunikasi, karena daerah tertentu ada yang yang  merasa kalimat tertentu terlalu kasar.
2.       Pribadi (Personal). cara berpikir, pribadi dan karakter yang berbeda, perbedaan generasi akan membedakan cara berpikir
3.       Komunikasi (Communication). Cara komunikasi erat kaitannya dengan 4 karakter (sanguin, kolerik, melankolik, plegmatik), seorang sanguin dapat dianggap oleh melankolik terlalu banyak berbicara. Ketika berkomunikasi bahasa tulisan dengan ponsel, akan diketahui kebiasaan seseorang dalam berkomunikasi, penggunaan bahasa dan emoticon  tertentu. Orang yang tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mungkin akan gagal di pekerjaan yang mengutamakan komunikasi seperti marketing, tetapi dia akan berhasil di bagian lain.
4.       Struktur (Structure). Posisi atasan terhadap bawahan dapat menjadi konflik, karena secara struktur atasan memberi perintah dan mengawasi bawahan..
B.     Pandangan Tentang Konflik :
1.       Pandangan Tradisional : Konflik bersifat merusak, oleh sebab itu segala jenis dan bentuk konflik  harus dihindari. Hal seperti ini membuat konflik tidak diselesaikan jika terjadi.
2.       Pandangan Hubungan Antar Manusia : konflik merupakan suatu  hal yang alami dan tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, segala situasi  konflik harus dapat diterima dan dihadapi dengan baik. Setiap orang tidak akan dapat menghindari konflik karena itu hal yang lumrah.
3.       Pandangan Interaksionis : konflik adalah merupakan hal yang positif dan diperlukan dalam  rangka mencapai sasaran tujuan dengan efektif. Ada orang yang mahir menciptakan konflik supaya muncul pendapat yang pro dan kontra. Memberikan target pencapaian di pekerjaan dapat menciptakan konflik tapi juga dapat meningkatkan kinerja untuk mencapai target.
SKALA KONFLIK

Tanpa konflik, segala sesuatu akan berjalan lambat, ketidak sepakatan kecil akan mempertanyakan argumentasi dan menimbulkan perdebatan. Perdebatan yang makin tinggi bisa menjadi tindakan mengancam.
C.       Resolusi Konflik :
1.       Restrukturisasi : mengubah struktur organisasi dan mengatur arus komunikasi
2.       Pertemuan Kolaborasi : pertemuan tatap muka (face to face) yang bertujuan untuk memecahkan konfllik
3.       Reshape aspek-aspek : Mengubah aspek-aspek manusiawi melalui pelatihan dan konseling
4.       Negosiasi :  pertemuan tawar menawar
5.       Sasaran Subordinasi : menciptakan sasaran bersama yang  satu
6.       Mengubah Situasi Lingkungan :  mengurangi  tekanan dari lingkungan
7.       Wewenang Atasan : menggunakan wewenang formal organisasi
D.     Bagaimana  merangsang konflik?
Kadang kala konflik memang diperlukan, dan dapat merangsang melakukan tindakan dari hasil diskusi, bertukar ide-ide dan membawa kedua pihak menjadi lebih dekat.  
·         Komunikasi :menyebarkan informasi yang bertujuan untuk memancing atau menstimulasi. Ketika diinformasikan akan ada pengangkatan orang muda dalam satu posisi, maka tingkat persaingan kaum muda dan senior dapat meningkatkan kompetensi, masing-masing pihak akan menunjukkan kualitas mereka sebagai senior dan junior yang  dapat mengimbangi keahlian senior
·         Restrukturisasi :  mengubah aturan dan menambah ketergantungan
·         New Member recruit : merekrut anggota baru yang berasal dari luar circle yang  memiliki pemikiran yang berbeda
·         The Devil Advocate : mendengar  kritik dan ide-ide yang bertentangan dengan prinsipal atau keyakinan para anggota
E.      Strategi Mengatasi Konflik
·         Jika kepentingan orang lain dan diri sendiri tidak terlalu penting, lebih baik dihindari. Jika kepentingan diri sendiri rendah tapi penting bagi orang lain, kita mengalah.
·         Jika kepentingan diri sendiri sangat penting dan bagi orang lain tidak, maka kita harus perjuangkan, jangan dilepaskan.
·         Jika kepentingan untuk diri sendiri penting dan bagi orang lain tidak penting, biasanya pihak lain akan mengalah
·         Jika kepentingan diri sendiri dan orang lain sama-sama penting maka diambil langkah kompromi
·         Jika  kepentingan diri sendiri dan orang lain sama-sama sangat penting diambil langkah kolaborasi, bekerjasama untuk tujuan yang sama-sama penting.
Konflik dapat terjadi ketika orang-orang yang beda generasi bertemu. Orang-orang kelahiran 1960-1980 generasi X. Orang yang lahir tahun 1990 adalah generasi milenial. diatas tahun 2010 adalah generasi alfa. Jika generasi X bertemu generasi milenial di pekerjaan akan timbul konflik. Generasi milenial adalah generasi yang cenderung menikmati sesuatu tapi tetap harus diberi target, karena jika tidak, mereka akan bekerja dengan santai.. Langkahnya adalah dengan kolaborasi, tetap mengacu pada tujuan tapi bisa memahami sifat generasi mileniaL
Di Kisah Para Rasul 15:35-41, Paulus dan Barnabas menghadapi konflik, Barnabas ingin membawa Markus dan Paulus tidak setuju karena menganggap Markus tidak setia dalam pelayanan. Mereka akhirnya berpisah . Ketika berkonflik, mereka tidak merusak tujuan, tetap mengerjakan pelayanan.  Filipi 2:2 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini, hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Filipi 2:4 ”dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga”.  Anak-anak Tuhan seharusnya memiliki pemahaman yang sangat baik tentang managemen konflik karena memiliki kasih dan pengampunan. Mengampuni sifatnya pribadi, kita mengampuni karena menyadari kesalahan kita, jika sama-sama mengampuni itu artinya kolaborasi.  Kita dapat mengatasi konflik dengan memiliki pemahaman managemen konflik dan saling mengampuni dengan penuh kasih. 


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 28 Juni 2019

YESUS SANG PEMBUAT MURID

Oleh : Dra.Kasihani Sinulingga



Topik pemuridan adalah topik yang sering kita bicarakan dan diskusikan  tetapi pertanyaannya adalah : Apakah kita sedang dalam proses pemuridan dan terus membentuk murid? Kita yang sudah dibina sejak mahasiswa pastilah sudah menikmati dan mengalami indahnya dimuridkan dan emuridkan orang lain. Saat ini kita akan belajar sekali lagi tentang pemuridan dari telada Tuhan Yesus :

a.      Mengapa pemuridan penting?
·         Pemuridan adalah proses menjadi murid dan menjadikan murid.
·         Pemuridan berkaitan dengan diri kita, harus saya duluan menjadi murid baru bisa memuridkan orang lain. Tidak mungkin kita bisa memuridkan orang lain kalau kita sendiri belum menjadi murid. Bagaimana kita dapat menolong orang lain melakukan persekutuan pribadi jika kita sendiripun tidak taat dalam persekutuan pribadi kita
·         Melalui pemuridan akan jelas progres pertumbuhan :
Ø  Seseorang menerima Kristus, meyakini keselamatan dan praktek iman dalam kehidupan sehari-hari’
Ø  Petobat baru ditolong untuk terus bertumbuh menjadi murid Kristus dalam seluruh aspek hidupnya. Tetap dalam Firman(Yoh 8:31, saling mengasihi(Yoh 13:35) menghasilkan buah (Yoh 15:8), bersedia menyangkal diri dan mengutamakan Kristus
Ø  Seorang murid terus bertumbuh menjadi pembuat murid ditandai dengan kualitas kepemimpinan yang melayani, teladan hidup, bersedia membagi hidup serta kemampuan membimbing orang yang dilayani menjadi seorang murid (Mat 28:18-20). Semua akan terlihat dari kualitas memimpin, menggunakan karunia-karunianya dan siap memimpin orang lain menjadi murid juga.
Ø  Pemuridan akan membuat orang terlibat dalam amanat agung
Seorang pembuat murid tidak akan dihasilkan jika kita tidak ikut dalam pemuridan itu sendiri. Tahapan-tahapan menjadi pembuat murid itu harus dilewati dengan segala tantangannya.

b.      Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus
Yesus memulai pelayananNya dengan pemuridan (Mrk 3: 13-15) dan mengakhirinya dengan memberi mandat kepada paara rasul untuk memuridkan (Mat 28:18-20).
Tuhan Yesus konsentrasi kepada beberapa orang, sekalipun Ia juga melayani secara umum dengan mengajar, menyembuhkan orang sakit dll. Yesus melayani orang banyak, memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan lain-lain(Mrk 1:14, 21-34. Yesus mencari dan memanggil muridNya untuk dibentuk, Dia mau lebih konsentrasi kepada murid-murid.Yesus melayani banyak orang dan menyembuhkan orang. Ia mengabarkan berita Injil kepada banyak orang. Tetapi ketika Yesus mengatakan bahwa Ia adalah roti hidup (Yoh 6 :56) banyak  orang yang mengundurkan diri. Di saat tertentu banyak orang yang berteriak “Hosana hosanna” tetapi mungkin orang yang sama mengatakan “salibkan Dia” Ada hasil yang dilakukan Yesus secara umum seperti di Lukas 8;1-2 ada perempuan-perempuan yang melayaniu Dia, juga Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea, adalah orang-orang yang mengenal Dia dari pengajaranNya secara umum. Pengajaran umum kepada orang banyak itu: sedikit sentuhan pribadi, sedikit latihan,tersaring ada banyak yang tidak setia


Yesus membuat standard atau kualitas murid (Mat 4:19; Luk 14:25-27). Standar yang Tuhan mau dari murid-murid itu cukup tinggi, bisa kita baca dari Matius 4:19, juga di Lukas 14:25-27, kualitas murid harus mengutamakan Yesus daripada saudara-saudaranya, bahkan menyangkal diri. Kualitas seperti ini tidak mungkin akan dimiliki orlah orang-orang yang tidak pernah melewati proses pemuridan Ini adalah Buah dari proses pemuridan yang dilakukan dengan serius.  Kualitas itu akan tercapai sebagai buah dari suatu proses pemuridan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Karena itu Ia melatih 12 murid dan ada 3 orang yang bersama-sama dengan Yesus menyaksikan kuasa Allah.
Yesus konsentrasi untuk melatih 12 orang menjadi pemimpin.Caranya Yesus berdoa, prosesmemanggil orang yang mau dan bersedia menjalani proses. Dari 12 murid itu kepada 3 (Yakobus,Yohanes, Petrus) Yesus memberikan kesempatan lebih banyak terlibat dalam pelayanan :
ü (Mrk 5:36-43anak Yairus dibangkitkan). Hanya 3 murid yang menyaksikan anak Yairus dibangkitkan. pastilah hal ini akan membuat 3 murid ini terkagum-kagum melihat kuasa Yesus
ü  Luk 8:28-36Yesus dimuliakan diatas gunung. Tiga murid menyaksikan Yesus dimuliakan menjadi suatu pengalaman yang pasti akan selalu terngiang bagi keriga murid ini.
ü  Mrk 14:32-34Doa di taman Getsemani. Yesus membutuhkan ketiha murid ini bisa bersama-sama dengan Yesus untuk berdoa. Kita juga sangat membutuhkan orang-orang yang akan terus mendoakan kita, Kita membutuhkan teman-teman KTB yang akan menguatkan, menolong dan menghibur kita di saat sedih, teman-teman yang mengerti kita dengan baik karena sudah mengenal kita.

c.       Prinsip Kepribadianindividu, progresif dan kedalaman
ü  Yesus punya pengenalan secara pribadi kepada tiap murid-murid, mengenal Yudas yang akan mengkhianati Dia. Ia menegur murid-muridNya yang salah (Luk 9:51-56)
ü  Dia memanggil mereka satu demi satu, mengajar mereka
ü  Menemani murid-murid, mengijinkan murid-murid mengalami kegagalan
ü  Memahami kekhususan murid-murid,
ü  Membawa mereka kepada potensi yang Tuhan taruhkan dalam dirinya
Inilah yang dilakukan Yesus kepada murid-murid, memanggil, mengajar dan membentuk semua murid-murid, masuk ke dalam kehidupan murid, tahu latar belakang dan kesulitan setiap murid. Ini adalah hal yang sulit untuk kita lakukan, tetapi kita harus terus mengerjakan pemuridan dan jika kita semua serius memuridkan, maka gereja, masyarakat, bangsa kita akan mengalami perubahan besar.
Mari kita membaca Efesus 4:13. Ini adalah tujuannya supaya kita semakin dewasa dalam pengajaran, moral, karunia. sehingga kita diharapkan akan siap dengan ajaran-ajaran yang tidak benar, moral dan karunia-karunia. Sehingga setiap KTB harus ada kedewasaan dalam 3 hal ini, bukan hanya sekedar kumpul dan sharing. Mari kita bel;ajar seperti Yesus mengajar murid-murid. Pemuridan itu harus terus berkelanjutan, dengan tetap memuridkan supaya tetap dihasilkan murid berkualitas. Jika kita menyadari bahwa pertumbuhan adalah hal yang kita butuhkan, pastilah kita akan selalu ingin tetap dalam pemuridan. pemuridan adalah proses menjadi dan menjadikan murid, tidak akan pernah berhenti. Apakah kita sedang menjadi murid dan terus memuridkan? Sangat berbahaya jika kita terus terlibat dalam pelayanan di sana sini tetapi tidak lagi dimuridkan.

Penutup
ü  Pemuridan adalah proses seumur hidup. Setiap alumni membutuhkan pemuridan (KTB), supaya terus diproses menjadi murid Kristus.. Kita membutuhkan orang lain untuk mendukung kita tetap menjadi murid
ü  Setiap alumni yang menjadi murid dipanggil untuk memuridkan orang lain (Yoh 17:18). Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan, memberitakan Injil dan Ia konsentrasi memuridkan beberapa orang. Kita diutus Tuhan untuk memuridkan.
ü  Doakan dan cari orang yang mau dimuridkan dan bersedia memberi waktu. Mari berjuang memimpin orang lain dalam kelompok kecil.
ü  Teladani prinsip pelayanan Tuhan Yesus, supaya bisa konsentrasi memuridkan. Jangan terjebak dengan pelayanan secara umum, fokuslah memuridkan pada beberapa orang.
ü  Waspada dengan pelayanan secara umum dengan mengabaikan pemuridan
Mari bersama-sama berkomitmen memuridkan dan terus menjadi murid, dimana kita bisa memuridkan, di gereja, mahasiswa atau alumni, karena pemuridan adalah hal yang sangat penting. Ikutlah teladan Yesus yang memuridkan dengan serius dan mengenal murid-muridNya dengan baik.


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 15 Februari 2019

LET’S TALK ABOUT LOVE

Oleh : Ir. Ruly Simanjuntak, M.Eng & Ir. Maria     



I.                    PENDAHULUAN
Banyak orang yang senang di dunia berbicara tentang cinta termasuk melalui melaui syair lagu-lagu., film. tapi masalahnya cinta yang dibicarakan adalah jatuh cinta, sakit cinta, derita karena cinta. sehingga lagu itu semakin menyayat semakin digemari. padahal alkitab mengatakan bahwa cinta/kasih adalah yang terutama “kasihilah Tuhan Allahmu…..seperti dirimu sendiri”. Ada 3 hal utama iman, pengharapan dan kasih dan yang akan kekal itu hanya kasih. Bahkan dalam Yoh 3:16 Allah mengorbankan Yesus kepada manusia karena kasihNya. Kasih adalah prinsip utama dalam kekkristenan. Itu sebabnya penyesat-penyesat di dunia ingin menyesatkan  kasih yang mulia kepada Yesus, kasih Kristus yang mulia itu diselewengkan  menjadi perasaan nafsu (infituation), perasaan senang, ingin memiliki orang lain dikatakan sebagai cinta. perkataan cinta itu diselewengkan.
Tetapi tidak sedikit orang yang gagal dalam bercinta atau frustrasi karena cinta. Hal itu bisa tercermin dari lagu-lagu yang top di dunia adalah lagu tentang patah hati dan sakit hati karena cinta. Apa prinsip dalam Alkitab tentang cinta?  Dan bagaimana hidup dengan cinta terutama bagi pria dan wanita yang menuju pernikahan atau berkeluarga?

II.                  DASAR ALKITAB TENTANG CINTA
a.                  Allah membentuk Keluarga (relasi dari Pasangan  Suami-Istri) didasarkan atas cinta/kasih antara pria dan wanita.
Relasi tersebut merupakan gambaran relasi antara Yesus Kristus dan Umat (Gereja) Nya. (Kejadian 2:24, Matius 10:5, Efesus 5:31). Ada 3 ayat yang sama dalam  alkitab  (Kej 2:24, Mat 10:5, Ef 5:31à ayat yang sentral dalam kehidupan manusia, ada seorang pria yang diciptakan dalam dunia, yang tidak baik jika ia seorang diri, harus memiliki penolong dan ia bersatu dengan istrinya, dan hubungan mereka didorong oleh cinta. Dalam Ef 5:31, gambaran antara pria dan wanita sebagai penolongnya sebagaimana Yesus dengan jemaatNya. Seperti Yesus mau mati buat umatNya karena cintaNya, demikian juga pria akan meninggalkan keluarganya dan mencinta istrinya bahkan mau berkorban. Inilah cinta yang diselewengkan oleh dunia. Banyak pria dan wanita sudah tidak mau lagi menikah karena sama-sama memiliki pendidikan tinggi dan memperoleh pekerjaan yang baik. Ada kecenderungan dalam 50 tahun ini  di Asia, kebangkitan wanita-wanita, sehingga mereka lebih senang menjadi jomblo, jika menikah tidak mau punya anak, jika punya anak tidak mau lebih dari dua orang. Banyak wanita-wanita ingin menjadi wanita karir daripada menjadi istri penolong bagi suaminya. Ada ancaman besar terhadap prinsip berkeluarga di Asia. Dikuatirkan dalam 20 tahun kedepan, akan banyak orang-orang di Asia yang tidak ingin berkeluarga lagi. Orang-orang Asia mengikuti hidup orang-orang Eropa dan Amerika yang hidup individualis, tidak mementingkan keluarga. Bahkan yang lebih parah adalah tingkat perceraian di Eropa dan Amerika mencapai 50 persen. Pria-pria pada masa mahasiswa senang bermain game, kuliah kurang serius, sementara para wanita lebih serius belajar, sehingga ketika memasuki dunia kerja kalah bersaing dengan wanita, di pelayanan banyak wanita yang bisa menjadi panitia di bidang yang seharusnya ditangani pria, sehingga membuat para pria semakin mundur. Ini adalah ancaman sehingga banyak pria-pria Kristen tidak menikah. Jika ini dibiarkan terus, maka akan ada keterlambatan keluarga kristen yang tangguh, terlambat menikah dan tidak memiliki anak. Sejak awal Allah menciptakan alam semesta “beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu”, tidak baik jika manusia itu seorang diri, sehingga Allah menciptakan manusia pria dan wanita yang panggilan utamanya adalah supaya manusia itu menikah. Secara umum Allah menciptakan manusia dengan panggilan  umum adalah untuk menikah, kecuali panggilan khusus untuk melajang. Bisa saja seorang tidak menikah karena ego, merasa bisa hidup sendiri tanpa pasangan. Menikah itu adalah komitmen jangka panjang sampai maut memisahkan. Dalam kekristenan tidak ada perceraian, jika mereka bercerai, mereka tidak bisa menikah lagi karena itu adalah zinah.  Ajaran cinta yang begitu kuat dalam kekeristenan dan pernikahan yang adalah lambang Yesus dan jemaat seperti suami dan istri ini diselewengkan, iblis ingin menghancurkannya dengan menghancurkan prinsip pernikahan.
b.                  Melalui Pasangan Suami-Istri inilah Allah menghendaki adanya generasi penerus bagi Keluarga, Gereja, Bangsa dan Dunia.(Kejadian 1:28).
c.                   Allah menilai tidak baik bila pria hidup seorang diri. Dan Dia menyediakan seorang penolong (wanita) baginya untuk menjadi teman hidupnya di dunia.(Kejadian 2:18).

III.                PENERAPAN HIDUP PRIA DAN WANITA DALAM CINTA
a.                  Para pria harus menyadari akan kehendak Allah baginya untuk membentuk Keluarga dalam hidupnya, dan menggumulinya dengan serius tentang teman hidupnya selama di dunia. Catatan: Nanti tidak ada relasi suami-istri di sorga.
b.                  Para wanita perlu membuka diri dengan membangun relasi yang luas dalam lingkungan Kristen. Catatan: Jangan pasif dan pesimistik.
c.                   Pria Kristen dan wanita Kristen harus terbuka akan latar belakang yang berbeda selain seiman Kristen untuk menjadi teman hidupnya.  Misalnya beda suku/ras. Jika ada faktor keluarga yang tidak kondusif, dan bisa menghalangi untuk menikah, pasangan ini harus sama-sama berjuang membayar harga untuk melangkah terus.
d.                  Kriteria pilihan untuk teman hidup perlu dibuat tetapi hanya yang esensial. Misal: lain jenis kelamin, seiman Kristen, sepadan dalam   karakter.
Tidak ada kriteria lain yang ditambah-tambahkan misalnya harus satu suku, cantik/ganteng, langsing dll. Buatlah kriteria yang esensinya saja. Sepadan itu dalam hal karakter , karena kita memiliki 4 sifat yang berbeda (sanguin, plegma, melankolis, kolerik), tidak ada satupun dari kita yang sempurna, karena itu kita memerlukan pacar yang memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Misalnya sifat kita selalu melihat hal yang global, pacar kita harus melihat yang dekat, jika kita orang yang tidak rapi, kita akan memerlukan pasangan yang lebih rapi. Ada banyak orang yang “terjebak” dengan memilih orang yang sifatnya sama. Penolong haruslah orang yang melengkapi kita, kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan pasangan. Sepadan itu artinya mengkompensasi apa yang ia miliki. Ada orang yang panggilan hidupnya menjadi misionaris, tapi pasangan hidupnya belum tentu harus menjadi misionaris, mungkin saja menjadi orang mengurusi logistik supaya pasangannya maju sebagai misionaris. Tuhan memanggil kita untuk pekerjaan kita tapi juga memiliki panggilan untuk mengurus keluarga dan anak-anak. Kita harus rela merevisi visi pribadi ketika menikah, karena Allah mengirimkan penolong yang sepadan untuk membuat kita maksimal. Visi pribadi harus didoakan dan didiskusikan bersama dan jika perlu direvisi.
e.                  Diperlukan pacaran untuk pengenalan lebih dalam dari sekedar pertemanan biasa diantara pria dan wanita berdasarkan cinta/kasih; bukan kasihan atau paksaan. Misal: pengenalan kepribadian, keluarga, pekerjaan, dlsb. Tetapi tidak perlu pacaran dalam waktu yang berkepanjangan.
f.                   Bila perlu ada tunangan untuk persiapan pernikahan yang lebih mantap.
Jika kita mau berjuang untuk karir, kenapa kita tidak mau berjuang untuk sebuah pernikahan yang baik? Bukankah kita juga harus berjuang membayar harga. Jika kita ingin mendapatkan yang terbaik, kita juga harus menjadi yang terbaik. 1 Raj 11:38 “Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mataKu dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintahKu seperti yang telah dilakukan oleh hambaKu Daud, maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan memnbangunkan bagimu suatu keluarga  yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu”.  Karena itu penting bagi kita untuk membaca Alkitab dengan taat dan memiliki iman dalam setiap firmanNya. Jika kita memang meyakini Allah memimpin kita, seorang wanita pun dapat menyatakan cinta lebih dulu kepada seorang pria.
Sebelum menikah, Allah membentuk karakter-karakter kita melalui banyak pengalaman, wanita adalah seorang penolong yang artinya wanita lebih kuat secara psikologis dan rohani. wanita mempersiapkan diri untuk menjadi penolong suami, sehingga wanita harus banyak membaca alkitab karena pria lebih mudah jatuh, sehingga wanita harus menjadi penolongnya. Bersedialah membayar harga untuk sebuah hubungan yang berhasil. Kita disiapkan Allah untuk membangun pernikahan yang berkenan bagiNya.
                                       Tuhan Yesus
 


                        Wanita         Pria
Ada prinsip the golden triangle of love (cinta segitiga). Bila pria menyadari kasih Yesus dalam dirinya dan bertumbuh kasihnya terhadap Yesus dan wanita juga semakin menyadari kasih Yesus dan bertumbuh, maka pria dan wanita ini akan semakin dekat. Ketika hanya salah satu pihak saja yang bertumbuh ke arah Kristus, maka akan sulit menjalin relasi dengan orang yang tidak bertumbuh secara rohani. Pertumbuhan iman yang makin tinggi akan membuat kita makin naik mendekati Kristus dan relasi dengan pasangan juga akan semakin dekat. Bila kita menginginkan calon pasangan hanya secara fisik, itu semakin menjauh dari Kristus, sebaliknya semakin kita bertumbuh ke arah Kristus, kita akan semakin menemukan cinta dengan pasangan.
                Kita bisa sulit menemukan pimpinan Tuhan tentang siapa teman hidup kita karena masalah egois, memikirkan kepentingannya sendiri, hanya melihat penampilan saja. Jangan terjebak pada pilihan-pilihan soal fisik dan sexy yang tidak akan bertahan lama, ujilah cintanya yang kuat. Jangan masukkan kriteriamu soal fisik dan penampilan. Wanita jangan tertarik karena karirnya hebat, ingat golden triangle, ketika kita semakin mengasihi Tuhan maka kita akan melihat orang yang juga dekat dengan Tuhan.
                Secara psikologis usia sebaya  itu plus minus 5 tahun, artinya jika menikah dengan usia 5 tahun lebih muda atau lebih tua 5 tahun, maka itu dianggap menikah dengan teman sebaya. Sehingga kadang-kadang usia lebih tua akan menghalangi orang untuk mendekati seseorang. Semua penghalang-penghalang itu harus dihilangkan.
Tips-tips praktis mencari teman hidup
·         Mari kita menyadari bahwa menikah dan berkeluarga adalah panggilan Allah secara umum dan harus disikapi dengan serius
·         Perluaslah jaringan persahabatan dengan orang lain seluas-luasnya, di gereja, di lingkungan, termasuk mengenal berbagai suku dan ras, bisa dengan media sosial (facebook, instagram), jangan hanya menginginkan satu suku, satu bangsa saja. kita bisa berkenalan dengan banyak orang bahkan dari berbagai Negara. Jangan merasa sungkan dikenalkan dengan orang lain, kita membutuhkan orang lain untuk berjejaring dengan banyak orang dan Tuhan bisa memimpin kita kepada orang yang Tuhan inginkan.
IV.      PENUTUP
a.                  Cinta/kasih mutlak dibutuhkan dalam membangun relasi yang khusus antara pria dan wanita sebagai teman hidup di dunia untuk membentuk Keluarga Kristen.
b.                  Relasi yang khusus tersebut perlu dimulai dengan pergaulan yang sehat diantara pria Kristen dan wanita Kristen dalam Persekutuan, Gereja, dan Masyarakat.

SOLIEDO GLORIA 



Jumat, 02 November 2018

S e l f E s t e e m

Oleh : Debbie Silitonga, SE. MACI




Self Esteem : Suatu komponen dari konsep diri (self concept). Self esteem : Harga diri/penghargaan diri Penilaian seseorang bahwa dirinya berharga dan mampu (kompeten, sanggup), mencakup aspek kognitif dan behavior
1.      Kognitif =
·         Potensi intelektual yang terdiri dari tahapan:
·         Pengetahun (knowledge)
·         Pemahaman (comprehention)
·         Penerapan (aplication)
·         Analisa (analysys)
·         Sintesa (sinthesis)
·         Evaluasi (evaluation)
Berarti hal-hal yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

2.      Behavior/perilaku
Behavior adalah : Segala tindakan/kelakuan yang dilakukan oleh makhluk hidup
Perilaku adalah suatu aksi dan reaksi dari suattu organisme terhadap lingkungannya
Jadi perilaku baru berwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan dari stimulan (rangsangan). Ini adalah sebuah respon. Mempelajari self esteem ini menjadi penting karena berpengaruh dalam berperilaku dan berhubungan dengan orang lain (menjalin relasi dengan orang lain dalam berbagai lingkungan; lawan jenis, orang baru, menghargai perbedaan, dll)
Bagaimana seseorang berusaha untuk sukses/berhasil dalam hidup. Ini akan mempengaruhi dalam relasi di kantor, pekerjaan, mencari kenalan baru, orang bisa menjadi toleran dan intoleran.
Self esteem ini terbagi 2 : tinggi dan rendah. Jika ada seseorang yang lembut bertutur kata, bisa menahan emosi, tidak gampang marah, bisa menghargai orang lainàself esteem tinggi. Jika ada seseorang yang tidak perduli dengan hidupnya, tidak perduli dengan kebutuhan dirinya, sembarangan makan dan istirahat, tidak menghargai waktuàself esteem rendah. Self esteem tinggi tidak berarti kita narsis, egois menganggap diri kita tinggi, justru kita memang harus menganggap diri kita tinggi/mampu.

a.      Karakteristik Self Esteem tinggi (kecenderungannya):
·         Adanya penerimaan dan penghargaan diri secara positif (self acceptance), bukan self centered, tapi self understanding, menyadari kekurangan dan kelebihan kita. Jika kita ditanya “who are you” (siapakah kamu?), akan menunjukkan gambaran siapa kita. Kita seharusnya tidak sulit memberi penghargaan pada diri sendiri, melihat hal-hal positip dalam diri sendiri. Firman Tuhan mengatakan “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasidihi diri sendiri”, kita tidak mungkin mengasihi orang lain jika kita tidak mengasihi diri sendiri.
·         Memiliki rasa aman
·         Mandiri
·         Kreatif
·         Fleksibel
·         Berani menghadapi tantangan, walaupun tetap hati-hati dalam setiap tindakan.
·         Cenderung puas dengan karakter dan kemampuan dirinya
·         Suka berperan aktif dalam kelompok sosial (senang bergaul, bukan penyendiri)
·         Tidak mempunyai gangguan kepribadian
·         Realistis terhadap tujuan-tujuan pribadinya
·         Bisa mengekspresikan perasaannya dengan wajar
·         Lebih bahagia

b.      Karakteristik Self Esteem Rendah:
·         Memiliki rasa kurang percaya diri
·         Cenderung pesimis tentang masa depan
·         Memiliki reaksi-reaksi emosional dan behavioral yang negatif/merugikan (takut, malu, inferior, superior (merasa diri terlalu rendah atau tinggi), berpikir kurang baik) tentang diri/membenci dirinya sendiri
·         Tidak bisa mengendalikan emosi (reaksional, pendendam, dll)
·         Susah menjalin relasi yang dekat/intim
·         Cepat menyerah/putus asa

c.      Kemungkinan Penyebab low self esteem :
·         Pelecehan di masa anak-anak (child abuse), bisa fisik, verbal, sexual.
·         Poor self image (penghargaan diri yang rendah), merasa diri tidak bisa melakukan apa-apa.
·         Trauma (bisa terjadi karena kesedihan, bencana alam)
·         Dissatisfaction with personal appearance (ketidakpuasan dengan penampilan pribadi).
·         Parent’s negligence (pengabaian oleh orangtua)
·         Poor financial situation (kondisi kemiskinan, ketidakberdayaan secara ekonomi)
·         Excessive critism (penilaian yang buruk tentang diri). Berhati-hati dalam kata-kata yang dapat membuiat seseorang merasa buruk. Apalagi bagi anak-anak, jangan gunakan kata-kata “kamu nakal” “kamu bodoh”.
·         Unemployment
·         Bullying. Perlu hati-hati dalam berkata-kata, merasa hal itu lucu padahal bagi orang lain tidak.
·         Betrayal (pengkhianatan)
·         Unrealistic expectation (harapan yang tidak realistis)
Jika kita mengalami hal ini tidak berarti kita akan menjadi rendah self esteem kita. Biasanya ada beberapa faktor sebagai penyebab.
Bagaimana self esteem terbentuk

Psychological mirrors, seperti melihat cermin, kita melihat gambaran diri kita.
·         Respon yang diterima seorang bayi adalah dasar terbentuknya pandangan tentang dirinya.
·         Sentuhan, gerakan tubuh, nada suara, ekspresi wajah dan ketegangan otot dari orang-orang disekitarnya mengirimkan pesan kepadanya tentang siapa dirinya.
·         Sikap hangat dan positif dari orang-orang terdekat menjadi cermin yang memperlihatkan siapa dirinya. Inilah yang menjadi cikal bakal bertumbuhnya penghargaan diri.
Bayi akan menerima dirinya dari perlakuan orangtua, khususnya ibunya, bisa merasakan sentuhan, ekspresi wajah, ketegangan otot, nada suara tinggi atau rendah, apakah ketika dia menangis, ingin minum, orangtuanya langsung menggendongnya atau tidak, mungkin ibunya memberi botol susu dengan kasar sambil marah-marah. Jadi seorang anak harus dirawat bahkan sejak dari kandungan.
kita akan menghargai diri kita setinggi respon yang signifikan  dari orang-orang terdekat kita. Self esteem tinggi akan merasa disayang, dihargai, dipuji, didorong untuk bisa melakukan apa yang perlu. Ketika orang lain menolak kita, kitapun menolak diri sendiri, dan merasa tidak mampu,

Psychological mirrors

Positip
 Negatif
      Penerimaan diri
      Merasa disayang
      Merasa mampu
      Percaya diri
      Kreatif
      Berani berinisiatif
      Tidak mudah putus asa
      Kepribadian sehat


      Penolakan diri
      Merasa tidak dibutuhkan
      Merasa tidak mampu
      Kepribadian lemah
      Takut menghadapi resiko
      Sulit adaptasi
      Sulit menjalin relasi
      Rentan terhadap gangguan kepribadian


Semuanya ini banyak dibentuk dari keluarga. begitu pentingnya pembentukan ini dalam keluarga. “If you want to change the world, go home and love your family (Mother Teresa). Penting memberi kalimat-kalimat positif sejak masih anak-anak.

Harapan
Bagaimana jika selama ini saya tidak mendapatkannya di keluarga? apakah ada harapan mengubah hal itu. Salah satunya dengan pengalaman positip yang menggembirakan, beradalah di tengah-tengah teman-teman yang mengasihi,. ekspektasi kita mungkin terlalu tinggi. ada juga yang memerlukan bantuan terapi psikologis.
N
E
G
A
T
I
F

 
P
O
S
I
T
I
F
 
 

















Pemahaman Teologis.
Christ-based self esteem
1.      Betapa beruntungnya kita, karena kita mendasarkan self esteem kita dalam Kristius. Psikological mirror  kita didapatkan langsung dari Kristus. setinggi mana Tuhan menghargai kita, setinggi itulah self esteem kita. Kita dicintai Allah
·         Yoh 3:16 (pengorbanan yang mahal dengan darah Kristus)
·         Yoh 15:13
·         1Yoh 4:9
2.      Di dalam Tuhan Yesus kita tidak dianggap jelek dan rendah, karena oleh pengorbananNya dosa kita diampuni dan kita mendapat kasih karunia Allah (Efesus 1:4-7)
3.      Allah menyatakan kasihNya kepada kita ketika kita masih berdosa. Berarti kita diterima oleh Allah dalam keadaan kita sejelek-jeleknya.(Roma 5:8). Allah menerima kita bukan setelah hidup kita beres, tapi justru ketika kita sedang berdosa.
4.      Kita dianggap berharga dan mampu sehingga diserahi tanggung jawab untuk mengurus dunia dan segala isinya. (Kej 1:26-28, Maz 8:5-7). Allah pencipta semesta itu percaya bahwa kita mampu mengurus dunia dan segala isinya.

Hal inilah yang Menjadi KUNCI yang dapat membuka pintu menuju perkembangan nilai diri positif. Seseorang dimungkinkan berkembang lebih lanjut dalam kepribadiannya. Masalah-masalah yang kita hadapi seharusnya menjadi sarana kita untuk bertumbuh ketika kita meresponinya dengan self esteem yang baik. kita dapat menggunakan self postitive talk “bahwa saya diterima, saya diampuni, saya mampu”. dan pada akhirnya berdampak dengan berusaha bersikap sesuai dengan nilai-nilai hidup keyakinannya tersebut.


SOLIDEO GLORIA


Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...