Tampilkan postingan dengan label HEDONISME DAN MATERIALISME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HEDONISME DAN MATERIALISME. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2019

YESUS SANG PEMBUAT MURID

Oleh : Dra.Kasihani Sinulingga



Topik pemuridan adalah topik yang sering kita bicarakan dan diskusikan  tetapi pertanyaannya adalah : Apakah kita sedang dalam proses pemuridan dan terus membentuk murid? Kita yang sudah dibina sejak mahasiswa pastilah sudah menikmati dan mengalami indahnya dimuridkan dan emuridkan orang lain. Saat ini kita akan belajar sekali lagi tentang pemuridan dari telada Tuhan Yesus :

a.      Mengapa pemuridan penting?
·         Pemuridan adalah proses menjadi murid dan menjadikan murid.
·         Pemuridan berkaitan dengan diri kita, harus saya duluan menjadi murid baru bisa memuridkan orang lain. Tidak mungkin kita bisa memuridkan orang lain kalau kita sendiri belum menjadi murid. Bagaimana kita dapat menolong orang lain melakukan persekutuan pribadi jika kita sendiripun tidak taat dalam persekutuan pribadi kita
·         Melalui pemuridan akan jelas progres pertumbuhan :
Ø  Seseorang menerima Kristus, meyakini keselamatan dan praktek iman dalam kehidupan sehari-hari’
Ø  Petobat baru ditolong untuk terus bertumbuh menjadi murid Kristus dalam seluruh aspek hidupnya. Tetap dalam Firman(Yoh 8:31, saling mengasihi(Yoh 13:35) menghasilkan buah (Yoh 15:8), bersedia menyangkal diri dan mengutamakan Kristus
Ø  Seorang murid terus bertumbuh menjadi pembuat murid ditandai dengan kualitas kepemimpinan yang melayani, teladan hidup, bersedia membagi hidup serta kemampuan membimbing orang yang dilayani menjadi seorang murid (Mat 28:18-20). Semua akan terlihat dari kualitas memimpin, menggunakan karunia-karunianya dan siap memimpin orang lain menjadi murid juga.
Ø  Pemuridan akan membuat orang terlibat dalam amanat agung
Seorang pembuat murid tidak akan dihasilkan jika kita tidak ikut dalam pemuridan itu sendiri. Tahapan-tahapan menjadi pembuat murid itu harus dilewati dengan segala tantangannya.

b.      Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus
Yesus memulai pelayananNya dengan pemuridan (Mrk 3: 13-15) dan mengakhirinya dengan memberi mandat kepada paara rasul untuk memuridkan (Mat 28:18-20).
Tuhan Yesus konsentrasi kepada beberapa orang, sekalipun Ia juga melayani secara umum dengan mengajar, menyembuhkan orang sakit dll. Yesus melayani orang banyak, memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan lain-lain(Mrk 1:14, 21-34. Yesus mencari dan memanggil muridNya untuk dibentuk, Dia mau lebih konsentrasi kepada murid-murid.Yesus melayani banyak orang dan menyembuhkan orang. Ia mengabarkan berita Injil kepada banyak orang. Tetapi ketika Yesus mengatakan bahwa Ia adalah roti hidup (Yoh 6 :56) banyak  orang yang mengundurkan diri. Di saat tertentu banyak orang yang berteriak “Hosana hosanna” tetapi mungkin orang yang sama mengatakan “salibkan Dia” Ada hasil yang dilakukan Yesus secara umum seperti di Lukas 8;1-2 ada perempuan-perempuan yang melayaniu Dia, juga Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea, adalah orang-orang yang mengenal Dia dari pengajaranNya secara umum. Pengajaran umum kepada orang banyak itu: sedikit sentuhan pribadi, sedikit latihan,tersaring ada banyak yang tidak setia


Yesus membuat standard atau kualitas murid (Mat 4:19; Luk 14:25-27). Standar yang Tuhan mau dari murid-murid itu cukup tinggi, bisa kita baca dari Matius 4:19, juga di Lukas 14:25-27, kualitas murid harus mengutamakan Yesus daripada saudara-saudaranya, bahkan menyangkal diri. Kualitas seperti ini tidak mungkin akan dimiliki orlah orang-orang yang tidak pernah melewati proses pemuridan Ini adalah Buah dari proses pemuridan yang dilakukan dengan serius.  Kualitas itu akan tercapai sebagai buah dari suatu proses pemuridan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Karena itu Ia melatih 12 murid dan ada 3 orang yang bersama-sama dengan Yesus menyaksikan kuasa Allah.
Yesus konsentrasi untuk melatih 12 orang menjadi pemimpin.Caranya Yesus berdoa, prosesmemanggil orang yang mau dan bersedia menjalani proses. Dari 12 murid itu kepada 3 (Yakobus,Yohanes, Petrus) Yesus memberikan kesempatan lebih banyak terlibat dalam pelayanan :
ü (Mrk 5:36-43anak Yairus dibangkitkan). Hanya 3 murid yang menyaksikan anak Yairus dibangkitkan. pastilah hal ini akan membuat 3 murid ini terkagum-kagum melihat kuasa Yesus
ü  Luk 8:28-36Yesus dimuliakan diatas gunung. Tiga murid menyaksikan Yesus dimuliakan menjadi suatu pengalaman yang pasti akan selalu terngiang bagi keriga murid ini.
ü  Mrk 14:32-34Doa di taman Getsemani. Yesus membutuhkan ketiha murid ini bisa bersama-sama dengan Yesus untuk berdoa. Kita juga sangat membutuhkan orang-orang yang akan terus mendoakan kita, Kita membutuhkan teman-teman KTB yang akan menguatkan, menolong dan menghibur kita di saat sedih, teman-teman yang mengerti kita dengan baik karena sudah mengenal kita.

c.       Prinsip Kepribadianindividu, progresif dan kedalaman
ü  Yesus punya pengenalan secara pribadi kepada tiap murid-murid, mengenal Yudas yang akan mengkhianati Dia. Ia menegur murid-muridNya yang salah (Luk 9:51-56)
ü  Dia memanggil mereka satu demi satu, mengajar mereka
ü  Menemani murid-murid, mengijinkan murid-murid mengalami kegagalan
ü  Memahami kekhususan murid-murid,
ü  Membawa mereka kepada potensi yang Tuhan taruhkan dalam dirinya
Inilah yang dilakukan Yesus kepada murid-murid, memanggil, mengajar dan membentuk semua murid-murid, masuk ke dalam kehidupan murid, tahu latar belakang dan kesulitan setiap murid. Ini adalah hal yang sulit untuk kita lakukan, tetapi kita harus terus mengerjakan pemuridan dan jika kita semua serius memuridkan, maka gereja, masyarakat, bangsa kita akan mengalami perubahan besar.
Mari kita membaca Efesus 4:13. Ini adalah tujuannya supaya kita semakin dewasa dalam pengajaran, moral, karunia. sehingga kita diharapkan akan siap dengan ajaran-ajaran yang tidak benar, moral dan karunia-karunia. Sehingga setiap KTB harus ada kedewasaan dalam 3 hal ini, bukan hanya sekedar kumpul dan sharing. Mari kita bel;ajar seperti Yesus mengajar murid-murid. Pemuridan itu harus terus berkelanjutan, dengan tetap memuridkan supaya tetap dihasilkan murid berkualitas. Jika kita menyadari bahwa pertumbuhan adalah hal yang kita butuhkan, pastilah kita akan selalu ingin tetap dalam pemuridan. pemuridan adalah proses menjadi dan menjadikan murid, tidak akan pernah berhenti. Apakah kita sedang menjadi murid dan terus memuridkan? Sangat berbahaya jika kita terus terlibat dalam pelayanan di sana sini tetapi tidak lagi dimuridkan.

Penutup
ü  Pemuridan adalah proses seumur hidup. Setiap alumni membutuhkan pemuridan (KTB), supaya terus diproses menjadi murid Kristus.. Kita membutuhkan orang lain untuk mendukung kita tetap menjadi murid
ü  Setiap alumni yang menjadi murid dipanggil untuk memuridkan orang lain (Yoh 17:18). Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan, memberitakan Injil dan Ia konsentrasi memuridkan beberapa orang. Kita diutus Tuhan untuk memuridkan.
ü  Doakan dan cari orang yang mau dimuridkan dan bersedia memberi waktu. Mari berjuang memimpin orang lain dalam kelompok kecil.
ü  Teladani prinsip pelayanan Tuhan Yesus, supaya bisa konsentrasi memuridkan. Jangan terjebak dengan pelayanan secara umum, fokuslah memuridkan pada beberapa orang.
ü  Waspada dengan pelayanan secara umum dengan mengabaikan pemuridan
Mari bersama-sama berkomitmen memuridkan dan terus menjadi murid, dimana kita bisa memuridkan, di gereja, mahasiswa atau alumni, karena pemuridan adalah hal yang sangat penting. Ikutlah teladan Yesus yang memuridkan dengan serius dan mengenal murid-muridNya dengan baik.


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 23 November 2018

Yesus Sang Guru Agung

Oleh : Ir. Indrawaty Sitepu, MA





Pendahuluan
Yesus adalah sang Guru Agung tetapi “Benarkah Yesus adalah Guru Agung Bagi Saudara?”, “Benarkah saudara adalah murid dari Yesus Sang Guru Agung?”, “Bagaimana Yesus Sang Guru Agung, memanggil dan membuat kriteria untuk menjadi murid Nya?”
Mari kita membaca dari  Lukas 9.23 “Kata Yesus kepada mereka semua:” Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”. Perikop ini membahas bagaimana Yesus memangggil murid-muridNya dan kriteria apa yang harus dimiliki sebagai  murid-muridNya
A.     Panggilan menjadi murid  Yesus Sang Guru Agung
Ø  ‘Setiap orang’
Ingat konteksnya waktu itu banyak orang berbondong-bondong ‘mengikuti Yesus’. Persyaratan  berikut ini tanpa kecuali-siapa saja/ setiap orang yang mau mengikut Dia. Yesus tidak takut kehilangan’penggemar’ karena Dia mencari pengikut. ada banyak penggemar Yesus dan tidak sungguh-sungguh mengikuti Yesus, Yesus mencari murid, Ia tidak tertarik dengan penggemar yang hanya sekedar mengagumiNya.
Ø  ‘menyangkal diri’ bd Bukan KehendakKu tapi kehendakMu (Doa Di Getsemani-Mat 26:36-42) Yesus berdoa sampai 3x supaya penderitaan itu lalu daripadaNya, tapi di ketiga kalinya Ia mengatakan “jadilah kehendakMu”. Pergumulan berat untuk menghadapi salib tidak membuat Yesus menyerah tetapi betul-betul menyerahkan diriNya.
Menyangkal diri itu ada dalam semua bidang kehidupan. Tidak ada hal yang tidak menuntut kita untuk tidak menyangkal diri, seperti di pekerjaan, menyangkal diri ketika nilai-nilai kebenaran sulit ditegakkan, apakah pekerjaan yang santai membuat kita juga menjadi santai atau kita bekerja sangat keras hingga melupakan Tuhan. menyangkal diri dalam memilih teman hidup, menyangkal diri dalam waktu luang kita (ingat waktu luang Daud justru membuat dia berdosa dengan Batsyeba).
Ø  ‘memikul salibnya setiap hari’
·         Di mata orang Yahudi  salib adalah alat eksekusi hukuman mati . Berbicara tentang salib berarti tidak ada lagi agenda lain, mata dan hatinya tertuju ke sana , pada kematian.
·         Salib adalah simbol penghinaan. Bangsa Romawi punya banyak cara menghukum mati tapi mereka akan memilih penyaliban jika ingin menghina secara terbuka
·         Salib adalah simbol penderitaan. Kita tidak dapat memikul salib tanpa menderita. Tuan Yesus dipukuli, dicambuk dan setelah setengah mati, Ia harus memikul salib- balok yang berat. Tidak ada cara yang nyaman untuk memikul salib
Sebagai murid kita dituntut untuk mernyangkal diri dan pikul salib, tidak ada lagi agenda pribadi, mata kita tertuju pada salib. Ketika kita katakan ya mengikut Yesus itu berarti kita setuju memikul salib setiap hari= memikul=memilih=aktif, setiap hari=bukan sekali seumur hidup tapi setiap hari. Memikul salib adalah kata kerja, aktif, dengan sadar setiap hari untuk memikul salib. Apakah setiap hari kita memikul salib atau memilih untuk menghindari salib? Budaya instan yang mengutamakan harus cepat kadang-kadang tanpa kita sadari merasuki kita juga, padahal bicara pemuridan, mengikuti Yesus sering kali membutuhkan waktu yang lama, sebagai pembentukan kita sebagai murid. Jika kita mengatakan “Ya pikul salib” berarti  kita siap setiap hari untuk pikul salib. Memikul salib ini harus setiap hari bukan sekali-sekali. jika kita hidup terlalu nyaman, jangan-jangan kita sedang tidak memikul salib.
Mari kita membaca dari Lukas 9.57-62
“Ketika Yesus dan murid-muridNya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang ditengah jalan kepada Yesus:”Aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi,” Yesus berkata kepadaNya:”Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.” Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “ Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana. Dan seorang lain lagi berkata:” Aku akan mengikut Engkau, Tuhan tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata:” setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”.

B.      Berbagai sikap “Mengikut Yesus Sang Guru Agung”

·         Orang 1. Orang pertama ini mengajukan diri untuk mengikut Yesus, tetapi Tuhan Yesus justru mengatakan menjadi pengikutNya tidak akan punya tempat untuk meletakkan kepala.
Pada waktu itu konteksnya ketika seorang talmid akhirnya diterima menjadi pengikut sang rabi, ia harus meninggalkan rumah demi mengikut sang rabi kemanapun ia pergi. Yesus menjelaskan bahwa mengikut Dia adalah perjalanan penuh resiko dan ketidakpastian. Jangan berharap fasilitas apalagi kenyamanan. Saat seseorang memutuskan mengikut Yesus , berarti berkata tidak pada kenyamanan bahkan siap walau tidak tahu kemana  akan pergi. Sebagai alumni, banyak yang menacari fasilitas dan kenyamanan ketika bekerja, Yesus mengatakan jangan pernah berharap fasilitas apalagi kenyamanan. mengikut Yesus berarti berkata tidak pada kenyamanan. dalam mengikut Yesus seringkali tidak jelas mau kemana.\
·         Orang ke 2
Orang ini diundang  dan diajak Yesus. Responnya ya tapi nanti dulu, setelah menguburkan orang tua. Kelihatannya sangat masuk akal tapi apa jawaban Yesus? Biarlah orang mati menguburkan orang mati. Ini adalah istilah menunda. ini adalah jenis ‘Mengikut Yesus besok’ , ’ Mentaati Yesus besok ’ Hari esok yang tak akan pernah terjadi
Bahaya dari ‘mengikut Yesus besok’ bd Hari ini cash besok boleh Bon. ini artinya kesempatan itu tidak pernah ada. Sama seperti orang yang ingin diet selalu berjanji “Mulai besok akan diet”, atau “Mulai besok akan olahraga”.Harus dimulai hari ini karena bisa  hilang kesempatan  antara hari ini dan besok
Ibr 3.15 pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya jangan keraskan hatimu,…
·         Orang ke 3
Aku akan mengikut Engkau, Tuhan tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku. Ada ‘ikatan’, ‘tergantung’. Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang tidak layak untuk kerajaan Allah
Berbagai contoh keterikatan/ketergantungan
·         Ada pembabtisan ksatria bersama pedangnya namun pedangnya tidak ikut terbenam karena ia tidak mau pedangnya ikut bertobatàterikat pada pedangnya.
·         Bagi pemuda kaya-yang datang ingin mengikut Yesus menjadi sedih karena Yesus menyuruhnya menjual hartanya. Harta adalah keterikatannya
·         Bagi orang ketiga ini keterikatananya adalah hubungan keluarganya
·         Ada pemuda yang keterikatannya adalah pacarnya.
Apa yang menghambat kita untuk taat kepada Yesus Sang Guru Agung itu?
C.      Bagaimana Menjadi Murid Yesus Sang Guru Yang Agung
1.      Periksa motivasi kita mengikut Yesus.
Apa yang mendorong kita mengikut Yesus?  Apakah ada yang  ingin kita dapatkan?
Siap sediakah kita menderita? Dalam Filipi 2: 6-8, Yesus dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan TAAT SAMPAI MATI, BAHKAN SAMPAI MATI DI KAYU SALIB. Look to the cross. Yesus adalah teladan kita yang merendahkan diri dan taat sampai mati. salib apa yang kita pikul setiap hari? Atau  justru kita menghindari salib? Adakah Yesus yang menjadi teladan dan pusat dari pikiran kita, sehingga Look to the cross menjadi spirit kita untuk memikul salib?
2.      Periksa prioritas hidup kita
Adakah Tuhan yang utama? Apakah  kita siap kapanpun, bukan nanti tapi sekarang, kita siap dan sedia ikut, taat padaNya. “Hati manusia biar kecil, namun jika seisi dunia diisi kedalamnya tetap tidak akan memuaskannya, hanya sang Pencipta yang bisa memuaskannya.” (Blaise Pascal). Ujian sejati menjadi pengikut Kristus itu bukan ketika kita mahasiswa tapi ketika kita alumni. Tidak usah mencoba sesuatu untuk memuaskan diri karena tidak ada yang dapat memuaskan kita selain Allah. Kepuasan sejati tidak akan pernah kita dapatkan dari CIPTAAN (seseorang atau sesuatu), namun hanya dari PENCIPTA.
3.      Periksa ikatan
Adakah ikatan atau kondisi atau masa lalu yang menghambat kita mengikut/mentaati Dia
Siap dan sediakah kita melepaskan apapun untuk bisa mengikut/mentaati Dia.
Manusia adalah CIPTAAN ALLAH. Allah adalah pencipta kita, penguasa dan pemilik hidup kita, tuan kita. Jika orang bisa hidup  liar, karena mereka tidak tahu siapa pemilik hidupnya. kita sudah mengerti bahwa kita milik Allah,
MANUSIA adalah CIPTAAN ALLAH berarti . MANUSIA ADALAH MILIK ALLAH, HAMBA ALLAH=HAMBA KEBENARAN. Tidak ada agenda lain dalam hidup kita selain melakukan kebenaran, itulah total obedience kita, apapun status kita, apapun bentuk pekerjaan atau aktifitas kita, semuanya kita lakukan sebagai hamba Allah, hamba kebenaran. Sebagai guru dan dosen jadilah hamba kebenaran disana, sebagai pegawai instansi, jadilah hamba kebenaran. Jika kita hidup  dalam dosa, berarti kita tidak sedang hidup sesuai dengan status kita, ada penyimpangan. Jika menyimpang, kita harus segera bertobat, karena jati diri dan status kita sebagai hamba kebenaran, harus hidup di jalan yang lurus.

SOLIDEO GLORIA


Jumat, 19 Oktober 2018

WE ARE IN ONE VISION

Oleh : Drs.Tiopan Manihuruk, MTh





A.   Visi Allah Bagi Dunia
Kita ada karena satu visi dari Allah, bukan visi kita tapi visinya Allah. Visi Allah hanya satu yaitu menghadirkan Kerajaan-Nya di bumi dalam arti luas dengan misi holistik, yakni
1.    proklamasi (bersifat vertikal) yaitu menyelesaikan dosa personal supaya orang percaya kepada Kristus, berseru dan diselamatkan,
2.    melalui  kehadiran dan  dengan mendemonstrasikan kasih Allah   maka rahmat Allah yang bersifat umum dan khusus dinikmati oleh semua ciptaan Allah melalui kita (horizontal).
Vision: Know why & what you want to do. Kita tahu mengapa dan apa yang harus kita lakukan dalam perspektif Allah dimana kita mengambil bagian dalam aktulisasi visi Allah bagi dunia ini. Karena itu setiap persekeutuan alumni kita semua sedang mengerjakan bagian dari visi Allah itu
Bob Pierce: ‘Let my heart be broken with the things break the heart of God’ 
Visi Allah berarti Kita berduka utk hal-hal apa Allah berduka, mengasihi untuk hal-hal yang Allah kasihi, berkarya dan terlibat dalam rencanaNya. Apa yang membuat hati Allah itulah yang membuat hati kita hancur, tanpa itu kita hanya seorang aktifis yang mati, kita harus memiliki beban, kasih dan hati dalam melayani. Jangan sampai persekutuan alumni bergeser di movement tetapi semua kita movement, karena visi dan kasih Allah. Jika kedua hal ini ada, maka pelayanan kita akan movement. Jika tidak ada lagi kedua hal ini, maka pelayanan  akan berubah menjadi mesin, kehilangan dinamika, power dan tidak sedang mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan jika hal ini dibiarkan terus, akan hanya tinggal monumen/nama.
Visi itu mengilhami, menggairahkan atau memberi semangat, kekuatan & menantang , sehingga ketika banyak kesulitan dalam pelayanan, kita tidak akan pernah lari., tidak pernah beralih dari itu.

B.   Visi Pelayanan Alumni
Para alumni terus bertumbuh menjadi dewasa, hidup suci, berintegritas, memiliki nilai dan ambisi hidup yang alkitabiah, etos kerja yang benar, berjiwa misi (holistik) sehingga dapat menjadi berkat dalam keluarga, dunia kerja (market place), gereja, masyarakat dan bangsa. Ini  semua adalah target pelayanan alumni karena kita mau menjadi berkat di bangsa dan Negara kita.
Penjabaran visi alumni:
1.    Visi Keselamatan : a,Presentis (menghadirkan keselamatan/shalom Allah dalam arti luas seperti yang dikatakan Yesus dlm Luk 4:18-19 yang dikutip dr Yesaya “Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” b..eskatologis(dengan penginjilan,penyelesaian dosa pribadi yang diselesaikan dengan iman kepada Kristus dengan pertobatan dari dosa  (Yoh 3: 16; Rom 1: 16; Lk 4: 18-19). Jadi kita tidak hanya menberitakan keselamatan eskatologis hanya memindahkan mereka dari dalam neraka ke surga, tapi juga perlu memberitakan kerajaan Allah dalam arti luas, memberi pakaian bagi yang telanjang, makanan bagi yang lapar, memberi keadilan bagi mereka yang tertindas
2.    Visi Pemuridan (Mt 28: 19; Mrk 3: 13-15). Kita harus menghasilkan murid yang setia, sehingga alumni hadir di gereja, di pekerjaan di masyarakat.
3.    Visi Kepemimpinan. Student today leader tomorrow (1 Kor 9: 26). Kita juga menjadi kepala keluarga, kepala kantor yang takut akan Tuhan sehingga visi student today leader tomorrow akan tercapai.
4.    Visi Keesaan gereja (Yoh17:  20-21). Tidak ada segmentatif (tidak disekat oleh)denominasi gereja, tetapi kita diikat dan disatukan oleh visi Allah
5.    PI sedunia (Kis 1: 8; Mt 28: 19-20). Target kita Pi mencapai dunia.

Pengerjaannya bisa dengan lembaga, strategi, pola atau metode serta segmen atau daerah yang berbeda. Visi tetap sama, hanya lembaga, strategi, pola dan metodenya saja yang berbeda, semua hal itu dalam rangka mengerjakan visi Allah bagi dunia. Segmen, lembaga dan gereja yang berbeda, bukan berarti berbeda visi. Tidak ada pelayanan yang lebih mulia, dari yang lain, semuanya sama mulia, dan kita sedang mengerjakan visi Allah secara luas.
PAK memproduksi alumni yang mampu menghadirkan shalom Allah dengan
·         menentang all kinds of evil bukan hanya spiritual evil. Karena kejahatan makin merajalela bukan sebatas karena kejahatan itu makin massive bertambah tapi karena orang benar diam/tidak berbuat sehingga kejahatan makin berkembang, karena itu kita menentang all kinds of evil bukan hanya spiritual evil. Pembiaran hal-hal yang salah,  itupun adalah kejahatan.
·         Alumni harus menjadi ekklesia visibilis artinya kita secara pribadi adalah gereja yg hadir dlm dunia nyata yang kelihatan dari hdp kita yang benar dan peran kita yang benar2 efektif. Kita bukan melihat gereja ytg gedungnya besar tapi melihat alumni sbg warga gereja sekaligus menjadi gereja yang kelihatan ketika hidupnya benar dan hadir menjadi berkat.

C.   Persekutuan Alumni
·         Sebagai wadah penyegaran rohani para alumni.
·         Sarana pembinaan lanjutan untuk pemuridan, yaitu pemuridan yang berkesinambungan (long life discipleship)
·         Persekutuan para pelayan (untuk siswa, mahasiswa, kantor, market place dan gereja) - sarana atau wadah pengisian dan memperlengkapi diri
·         Kelompok interest/minat demi efektifitas peran (movement),membuat suatu kegerakan untuk dunia pendidikan, politik, bisnis, pertanian, perikanan, peternakan, aksi sosial dll, menghimpun semua kekuatan supaya perannya lebih efektif.

Fungsi PAK
·         Building Community (komunitas yang saling membangun, menguatkan)
·         Equipping (melengkapi)
·         Sharpening (saling mempertajam satu sama lain)
·         Networking (berjejaring satu sama lain)
Kana itu kita harus membuang smua tembok2 yang membuat kita terpisah
Catatan: Semua fungsi ini untuk memperlengkapi alumni supaya maksimal perannya mengerjakan visi dan misi Allah
D.   Visi dan Sinergitas
1.    Seluruh pelayanan Alumni terhisab ke dalam visi dan misi Allah, setelah terhisap, kita pun menarik sebagian dari kegenapan visi Allah itu melalui panggilan Tuhan bagi kita pribadi dan bagi komunitas dimana Allah ingin kita kerjakan dan sedang bekerja mengaktualisasikannya. Semua hal yang kita lakukan adalah sesuai dengan visi Allah, bekerja di bidang apapun sesuai dengan visi dan titik pukul vokasi kita.
2.    Semua kita sedang membangun Kerajaan Allah bukan pribadi, bukan membesarkan persekutuan alumni kita, tapi membangun kerajaan Allah, sehingga potensi yang ada kita gunakan supaya efektif.
3.    Pentingnya interdependent (saling membutuhkan), co-partnership-complementary (mitra sinergis untuk saling melengkapi)
4.    Kembangkan center-set bukan boundary-set. Kita berpusatkan pada visi Allah dab berpusatkan pada Kristus. Center set kita :berfokus pada Kristus dan berfokus bagaimana aktulisasi Allah bagi kita. Bondary set : merasa lebih dekat karena berasal dari alumni yang sama, center set kita adalah Kristus buka boundary set. Kita satu dalam visi, tidak pernah memandang latar belakang yang berbeda sepanjang memiliki visi yang sama
5.    Bd. Yoh 17: 20-21, unity in diversity bukan uniformity (kita bersatu sekalipun berbeda latar belakang,almamater, profesi. Itu bukan kelemahan dan ancaman justru itu kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi seragam dalam semua hal). Mari membangun center set dan bukan boundary set. Dalam perbedaan itulah kita berjejaring, saling melengkapi, kita dapat bergabung dengan lembaga ,manapun untuk melakukan pelayanan kita. 

SOLIDEO GLORIA

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...