Jumat, 26 Oktober 2018

REFORMASI IMAN DAN ADAT

Oleh : Pdt.Heler Pasaribu, MDiv



Mari kita membaca Yehezkiel 36:25-28. Dalam perjalanan sejarah ada perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan kekristenan. Sebelum Injil masuk ke tanah Batak, orang Batak ketinggalan 50 tahun dari suku-suku lain. Tapi setelah Injil masuk ke tanah Batak, banyak perubahan yang pesat di tanah Batak.  Perintis kekristenan tidak hanya berhadapan dengan suatu kekuatan saja, tapi Injil mereformasi segala bidang. Walaupun pada saat itu  orang-orang Batak belum berpendidikan, tetapi karena iman,  mereka mengalami reformasi kekristenan. 
Ada saatnya manusia mengalami pergumulan yang berat, pada keadaan demikian, rasa putus asa membayang-bayangi. Hal ini bukan saja dialami oleh orang yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan Daud mengatakan “mengapa kau gelisah hai jiwaku?”. Kondiri ini sering dialami bahkan oleh umat Israel yang dalam pembuangan, seolah-olah mereka adalah orang yang tidak memiliki harapan, putus asa. Kisah pembuangan tidak pernah terlupakan bangsa Israel, karena ini adalah peristiwa yang amat pahit dalam hidup mereka. Bait Allah adalah identitas, kehadiran Allah hadir di tengah-tengah bangsa Israel, dan Bait Allah itu telah dirobohkan. Mereka sangat takut karena Bait Allah sebagai kebanggaan, symbol kehadiran Allah telah hancur. Mereka telah terpisah dari keluarga seperti pohon yang tercabut dengan akar-akarnya (Yeh 36:17), sebuah kondisi yang seolah tanpa harapan, mereka jatuh dalam penyembahan berhala.
 Dalam adat Batak, dunia dibagi 3 bagian : banua ginjang (atas: langit), banua tonga(tengah), banua toru(bawah), ada langit ke 5 yang ditempati dewa dan ada 1 pohon yang sudah menuliskan nasib seseorang seperti apa dia nanti, sudah menjadi suratan nasib. Tetapi ini sangat bertentangan dengan kekristenan, karena kita tidak pernah setuju dengan nasib.  Orang Batak yang selamat dari suatu kecelakanan, sering diberikan beras di atas kepala yang dikenal dengan istilah beras sipirni tondi dengan mengatakan “semoga tondi(roh)mu kembali”.  Ketika kita selamat dari kecelakaan, dapat didoakan sebagai ucapan syukur karena Tuhan selamatkan. Beras sipir ni tondi jangan lagi dengan kalimat yang seolah-olah roh kita diminta kembali. Termasuk acara adat tujuh bulanan kehamilan, karena bagi orang Batak, angka yang baik itu ganjil (3,5,7). Mengadakan acara tujuh bulanan tentu baik untuk mendoakan kondisi janin dan kesehatan ibunya, tetapi jangan melakukannya karena hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
 Orang Israel dibuang karena mereka menyembah berhala dan Allah murka. Ketika kita melakukan adat yang bertentangan dengan Alkitab adalah sebuah sikap sinkretisme, memberhalakan adat. Ulangan 18 :9-11, Allah jijik melihat orang yang berbicara/meminta berkat dari orang yang sudah meninggal. Adat  Batak mengenal tor-tor (tarian)yang meminta  arwah orang mati itu marsahala (memberi berkat pada keluarga).  Hal ini sangat bertentangan dengan Alkitab, Allah menentang hal ini.
Ayat 26 “Tuhan akan mencurahkan air jernih” fungsi air adalah untuk membersihkan dari segala berhala., supaya kita disucikan, dibasuh dari keberdosaan, itu adalah anugrah. Kita tidak disucikan karena kebaikan kita tapi Allah yang menyucikan kita. “Kamu akan kuberikan hati yang baru dan Roh yang baru (Rom 8:15).  Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”, bahwa saya telah mengalami pembaharuan/direformasi dapat dilihat apakah kita sudah mengalami damai sejahtera, apakah saya sudah yakin sebagai anak-anak Tuhan yg telah disucikan dari dosa. Kita telah dikuduskan  oleh Allah, hati kita telah diambil, roh kita telah diganti dengan roh ketaatan. Tuhan akan menjauhkan kita dari tubuh kita hati yang keras (ay26) dan memberi hati yang taat. Ini adalah reformasi yang besar bagi manusia, sebuah ketaatan. Ayat 27, Roh Tuhan akan berdiam didalam hati kita, ketika kita memberikan kekuasaan kepada Allah, maka makin meningkat ketaaatan kita kepada Allah. Roh Kudus lah yang membuat kita yakin dan percaya Yesus adalah Tuhan dan juruslamat, dan Roh Kudus itu tinggal tetap dalam hati. Pencurahan Roh Kudus itu bersifat sejahtera. Rom 8:16, oleh Roh itu kita bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah, ketaatan kita adalah kesukaan, bukan karena terpaksa. Karena itu adat istiadat yang tidak sesuai dengan kekristenan, harus kita tolak. Jika Roh Allah berdiam di dalam hati kita, iman kita pasti akan teguh. Iman yang bertumbuh dan kokoh menjadi dasar untuk melihat mana yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.
“Kamu akan diam di negeri” (28),selama-lamanya, kita akan hidup dalam persekutuan, kehadiran Allah masa kini dan masa yang akan datang. Memiliki keyakinan akan Kerajaan Allah itu berarti kita telah masuk kedalam negeri yang dijanjikan Allah, kita akan mengalami berkat hidup didalam Allah. Kita yakin ada jaminan pemeliharaan Tuhan, apapun permasalahan yang kita alami, Allah itu adalah Allah yang ajaib. 


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 19 Oktober 2018

WE ARE IN ONE VISION

Oleh : Drs.Tiopan Manihuruk, MTh





A.   Visi Allah Bagi Dunia
Kita ada karena satu visi dari Allah, bukan visi kita tapi visinya Allah. Visi Allah hanya satu yaitu menghadirkan Kerajaan-Nya di bumi dalam arti luas dengan misi holistik, yakni
1.    proklamasi (bersifat vertikal) yaitu menyelesaikan dosa personal supaya orang percaya kepada Kristus, berseru dan diselamatkan,
2.    melalui  kehadiran dan  dengan mendemonstrasikan kasih Allah   maka rahmat Allah yang bersifat umum dan khusus dinikmati oleh semua ciptaan Allah melalui kita (horizontal).
Vision: Know why & what you want to do. Kita tahu mengapa dan apa yang harus kita lakukan dalam perspektif Allah dimana kita mengambil bagian dalam aktulisasi visi Allah bagi dunia ini. Karena itu setiap persekeutuan alumni kita semua sedang mengerjakan bagian dari visi Allah itu
Bob Pierce: ‘Let my heart be broken with the things break the heart of God’ 
Visi Allah berarti Kita berduka utk hal-hal apa Allah berduka, mengasihi untuk hal-hal yang Allah kasihi, berkarya dan terlibat dalam rencanaNya. Apa yang membuat hati Allah itulah yang membuat hati kita hancur, tanpa itu kita hanya seorang aktifis yang mati, kita harus memiliki beban, kasih dan hati dalam melayani. Jangan sampai persekutuan alumni bergeser di movement tetapi semua kita movement, karena visi dan kasih Allah. Jika kedua hal ini ada, maka pelayanan kita akan movement. Jika tidak ada lagi kedua hal ini, maka pelayanan  akan berubah menjadi mesin, kehilangan dinamika, power dan tidak sedang mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan jika hal ini dibiarkan terus, akan hanya tinggal monumen/nama.
Visi itu mengilhami, menggairahkan atau memberi semangat, kekuatan & menantang , sehingga ketika banyak kesulitan dalam pelayanan, kita tidak akan pernah lari., tidak pernah beralih dari itu.

B.   Visi Pelayanan Alumni
Para alumni terus bertumbuh menjadi dewasa, hidup suci, berintegritas, memiliki nilai dan ambisi hidup yang alkitabiah, etos kerja yang benar, berjiwa misi (holistik) sehingga dapat menjadi berkat dalam keluarga, dunia kerja (market place), gereja, masyarakat dan bangsa. Ini  semua adalah target pelayanan alumni karena kita mau menjadi berkat di bangsa dan Negara kita.
Penjabaran visi alumni:
1.    Visi Keselamatan : a,Presentis (menghadirkan keselamatan/shalom Allah dalam arti luas seperti yang dikatakan Yesus dlm Luk 4:18-19 yang dikutip dr Yesaya “Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” b..eskatologis(dengan penginjilan,penyelesaian dosa pribadi yang diselesaikan dengan iman kepada Kristus dengan pertobatan dari dosa  (Yoh 3: 16; Rom 1: 16; Lk 4: 18-19). Jadi kita tidak hanya menberitakan keselamatan eskatologis hanya memindahkan mereka dari dalam neraka ke surga, tapi juga perlu memberitakan kerajaan Allah dalam arti luas, memberi pakaian bagi yang telanjang, makanan bagi yang lapar, memberi keadilan bagi mereka yang tertindas
2.    Visi Pemuridan (Mt 28: 19; Mrk 3: 13-15). Kita harus menghasilkan murid yang setia, sehingga alumni hadir di gereja, di pekerjaan di masyarakat.
3.    Visi Kepemimpinan. Student today leader tomorrow (1 Kor 9: 26). Kita juga menjadi kepala keluarga, kepala kantor yang takut akan Tuhan sehingga visi student today leader tomorrow akan tercapai.
4.    Visi Keesaan gereja (Yoh17:  20-21). Tidak ada segmentatif (tidak disekat oleh)denominasi gereja, tetapi kita diikat dan disatukan oleh visi Allah
5.    PI sedunia (Kis 1: 8; Mt 28: 19-20). Target kita Pi mencapai dunia.

Pengerjaannya bisa dengan lembaga, strategi, pola atau metode serta segmen atau daerah yang berbeda. Visi tetap sama, hanya lembaga, strategi, pola dan metodenya saja yang berbeda, semua hal itu dalam rangka mengerjakan visi Allah bagi dunia. Segmen, lembaga dan gereja yang berbeda, bukan berarti berbeda visi. Tidak ada pelayanan yang lebih mulia, dari yang lain, semuanya sama mulia, dan kita sedang mengerjakan visi Allah secara luas.
PAK memproduksi alumni yang mampu menghadirkan shalom Allah dengan
·         menentang all kinds of evil bukan hanya spiritual evil. Karena kejahatan makin merajalela bukan sebatas karena kejahatan itu makin massive bertambah tapi karena orang benar diam/tidak berbuat sehingga kejahatan makin berkembang, karena itu kita menentang all kinds of evil bukan hanya spiritual evil. Pembiaran hal-hal yang salah,  itupun adalah kejahatan.
·         Alumni harus menjadi ekklesia visibilis artinya kita secara pribadi adalah gereja yg hadir dlm dunia nyata yang kelihatan dari hdp kita yang benar dan peran kita yang benar2 efektif. Kita bukan melihat gereja ytg gedungnya besar tapi melihat alumni sbg warga gereja sekaligus menjadi gereja yang kelihatan ketika hidupnya benar dan hadir menjadi berkat.

C.   Persekutuan Alumni
·         Sebagai wadah penyegaran rohani para alumni.
·         Sarana pembinaan lanjutan untuk pemuridan, yaitu pemuridan yang berkesinambungan (long life discipleship)
·         Persekutuan para pelayan (untuk siswa, mahasiswa, kantor, market place dan gereja) - sarana atau wadah pengisian dan memperlengkapi diri
·         Kelompok interest/minat demi efektifitas peran (movement),membuat suatu kegerakan untuk dunia pendidikan, politik, bisnis, pertanian, perikanan, peternakan, aksi sosial dll, menghimpun semua kekuatan supaya perannya lebih efektif.

Fungsi PAK
·         Building Community (komunitas yang saling membangun, menguatkan)
·         Equipping (melengkapi)
·         Sharpening (saling mempertajam satu sama lain)
·         Networking (berjejaring satu sama lain)
Kana itu kita harus membuang smua tembok2 yang membuat kita terpisah
Catatan: Semua fungsi ini untuk memperlengkapi alumni supaya maksimal perannya mengerjakan visi dan misi Allah
D.   Visi dan Sinergitas
1.    Seluruh pelayanan Alumni terhisab ke dalam visi dan misi Allah, setelah terhisap, kita pun menarik sebagian dari kegenapan visi Allah itu melalui panggilan Tuhan bagi kita pribadi dan bagi komunitas dimana Allah ingin kita kerjakan dan sedang bekerja mengaktualisasikannya. Semua hal yang kita lakukan adalah sesuai dengan visi Allah, bekerja di bidang apapun sesuai dengan visi dan titik pukul vokasi kita.
2.    Semua kita sedang membangun Kerajaan Allah bukan pribadi, bukan membesarkan persekutuan alumni kita, tapi membangun kerajaan Allah, sehingga potensi yang ada kita gunakan supaya efektif.
3.    Pentingnya interdependent (saling membutuhkan), co-partnership-complementary (mitra sinergis untuk saling melengkapi)
4.    Kembangkan center-set bukan boundary-set. Kita berpusatkan pada visi Allah dab berpusatkan pada Kristus. Center set kita :berfokus pada Kristus dan berfokus bagaimana aktulisasi Allah bagi kita. Bondary set : merasa lebih dekat karena berasal dari alumni yang sama, center set kita adalah Kristus buka boundary set. Kita satu dalam visi, tidak pernah memandang latar belakang yang berbeda sepanjang memiliki visi yang sama
5.    Bd. Yoh 17: 20-21, unity in diversity bukan uniformity (kita bersatu sekalipun berbeda latar belakang,almamater, profesi. Itu bukan kelemahan dan ancaman justru itu kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi seragam dalam semua hal). Mari membangun center set dan bukan boundary set. Dalam perbedaan itulah kita berjejaring, saling melengkapi, kita dapat bergabung dengan lembaga ,manapun untuk melakukan pelayanan kita. 

SOLIDEO GLORIA

Jumat, 12 Oktober 2018

MANAGEMEN STRESS

Oleh : Lenny Sitorus, M.K.


‘’Segala sesuatu yang berbentuk tantangan atau ujian terhadap keberadaan hidup kita dapat disebut sebagai sebuah stress’’
(Medical News Today, 2015).
‘’Stres adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang “menilai” (appraisal) ada kesenjangan antara tuntutan dari luar dengan kemampuan atau sumber daya yang dimilikinya’’.(Sarafino, 1990).
Misalnya ketika kita naik kendaraan dan ada orang lain yang menyalib secara tiba-tiba,  maka debar jantung kita akan  lebih kencang dan itu disebut stress. Setiap hari, setiap hal dapat membuat kita stress, apakah di pekerjaan, di rumah, di jalan.

1.      Apa itu Stres?
Ada Proses Penilaian:
1.        Proses Penilaian Primer (ada penilaian dari kaca mata kita, hal yang bagi orang lain mungkin tidak menimbulkan stress, tetapi bagi kita mengakibatkan stress)
·      “Apa maknanya bagi saya” sebagai tekanan, ancaman atau tantangan. Sesuatu yang sangat penting akan mempengaruhi penilaian. Jika sejak kecil seseorang tidak pernah menerima pujian, maka pujian itu menjadi sesuatu yang sangat penting, dibanding dengan orang lain yang sejak kecil sudah sering dipuji. Ketika pekerjaan adalah hal yang penting, akan mempengaruhi penilaian kita masing-masing.
2.        Proses Penilaian Sekunder
·         “Apa saja sumber daya yang saya miliki”
·         “Seberapa mampu saya mengatasinya”
Bagi orang yang mempersiapkan laporan secara buru-buru, akan lebih tinggi tingkat stresnya disbanding dengan  orang lain yang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Tapi ada orang yang menganggap ide akan muncul menjelang jadwal akhir (system kebut semalam). Jika hal ini di dibiasakan terus menerus, maka tidak akan berubah, karena itu pola hidupnya harus berubah. Jika kita ingin merubah pola hidup kita akan membutuhkan proses dan perjuangan. Ada orang yang memiliki planning yang teratur, ada yang enjoyable (tidak memiliki jadwal waktu yang teratur)
2.      Sumber Stres :
1.      Ekternal. Sumber ini bisa datangn dari pekerjaan. Seorang yang biasa memiliki planning dan bertemu dengan orang yang enjoyable akan dapat membuat stress. Sumber eksternal juga bisa datang dari  keluarga, relasi, tetangga, teman kerja, teman satu kost dll
2.      Internal
·         Tingkat kecemasan. Ada orang yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, ketika tidak ada informasi kenapa belum pulang, akan berpikir hal-hal yang buruk terjadi. Tipe ini adalah orang yang berprasangka, berpikir negatif tentang seseorang atau sesuatu peristiwa. Mengapa ada orang seperti ini, bisa jadi karena menyerap salah satu tipe dari orangtuanya yang juga tingkat kecemasannya tinggi, atau dari kecil dia merasa cemas karena orangtuanya pergi dan tidak pamit, atau pergi dan tidak pulang, bahkan tidak menjelaskan apa-apa setelah pulang, ditinggalkan orangtua dalam waktu lama.
·         Tingkat Neurotisim (kemampuan seseorang mengendalikan emosi). Jika tingkat neurotisimnya tinggi, tidak bisa mengendalikan emosi, langsung reaktif, marah, berubah raut muka. Orang yang rendah tingkat neurotisim adalah orang yang menekan perasaan sehingga hampir tidak punya perasaan, memikirkan secara logika. Orang yang tinggi tingkat neurotisimnya mudah sedih. Bisa jadi dia menyerap dari sekelilingnya atau bisa juga pada usi 2-6 tahun ternyata pembantunya berganti-ganti, dan anak seperti ini bisa neurotisim. Bagi anak 2-3 tahun menganggap apa yang dilihatnya adalah dunianya, sehingga ketika tidak melihat orangtuanya akan mengalami neurotisim.
·         Ambiguity, hal ini terjadi jika sejak anak-anak selalu dilarang oleh orangtua karena dianggap membahayakan dirinya dan tidak menjelaskan mengapa tidak boleh melakukan sesuatu. Ketika anak-anak terkejut karena terkena api atau melihat orangtuanya kecopetan misalnya, dapat mengalami tingkat kecemasan , neurotisim dan ambiguity yang tinggi.  Orang yang ambiguity bisa bertanya lebih dari 10 orang dan tetap ragu mengambil keputusan. Anak-anak yang terbiasa menangis sampai tertidur (tidak dibujuk/diselesaikan), kemungkinan akan mengalami tingkat kecemasan, neurotisim dan ambiguity.
·         Tipe Kepribadian. Ada beberapa tipe kepribadian : sensing, perceiving, judging, intuisi, feeling, thinking. Ada juga tipe kepribadian extrovert (terbuka, mudah berteman dengan banyak orang), introvert (pendiam, tertutup). Setiap kita memiliki kepribadian yang berbeda--beda. . Orang yang sensing dan judging itu orangnya harus serasi, warna baju, teliti, suka hal detail Org perceiving tidak suka dengan time table. Org judging itu taat pada peraturan, sedangkan perceiving tidak suka teratur, menikmati semua. Setiap kepribadian ada kelemahan dan kekuatannya. Orang yang memiliki skedul waktu yang baik, akan sering stress jika tidak sesuai dengan jadwal yang ada, orang yang perceiving tidak suka teratur dan menikmati hidup, tidak harus berbaju rapi setiap kali.

3.      DAMPAK STRESS
Setiap kita stress ada 3 hormon yang dikeluarkan : adrenalin  (bisa melakukan diluar kemampuan kita), norepirephrine (bisa melakukan lebih kreatif dalam waktu yang cepat untuk strategi-strategi, dalam waktu cepat berusaha supaya kita tetap fokus selama masa stres), kortisol (bekerja lebih lambat untuk mampu menghadapi stres). Dan makin banyak kortisol ini dikeluarkan maka imunitas kita akan lebih cepat berkurang, dan gula diproduksi lebih banyak dan tekanan darah makin tinggi. Jadi orang yang lebih banyak stress akan membuat kita lebih cepat sakit. Apakah stress dibutuhkan? Ya, jika tidak, kita tidak makin kreatif, kita tidak akan mencoba meningkatkan kualitas hidup kita. Pekerjaan yang makin berat  akan membuat kita semakin mampu dalam pekerjaan. Tapi jika kita stress setiap hari, setiap minggu, akan lebih mudah sakit.
·         Aspek fisik
·         Aspek emosi
·         Kognitif dan perilaku
Mari kita membaca 1 Raja-raja 19:1-18
Perbedaan stress dan depresi, depresi lbh berat dr stress. Depresi ringan –sedang-berat. Depresi berarti sudah mengganggu aktifitas sehari-hari, sakit pergi ke dokter dan tidak sembuh. Orang bisa depresi ketika stressnya bukan satu kali. Ketika masalah berkali-kali datang dalam, waktu dekat, bisa depresi. Ketika masalah menumpuk di satu saat, pada saat itu bisa depresi. Elia baru saja menang melawan 450 nabi-nabi Baal, dengan sebuah pengujian :  Allah yang membakar persembahan mereka dengan api, Dialah Allah yang benar. Elia membunuh 450 nabi2 Baal itu, Elia tentulah sangat lelah  secara fisik. Mengapa Elia merasa hanya dia yang masih percaya pada Tuhan? Karena Elia sangat lelah, Ahab tidak bertobat sekalipun ia telah melihat Allah yang hidup, tidak kembali pada Tuhan. “apakah kerjamu disini, hai Elia?” Dua kali  Tuhan bertanya (ayat 9 dan 13), Elia mengatakan hanya tinngal dia seorang diri yang masih hidup.. Padahal banyak orang yang ikut berdiri ketika membakar korban dan melihat Allah yang merespon permintaan Elia. Faktornya adalah dari dalam diri Elia sendiri (internal). Elia memohon supaya ia mati saja. Seorang nabi yang baru saja menang atas nabi-nabi Baal, gusar kenapa Ahab tidak bertobat. Karena itu Tuhan bertanya “apa kerjamu disini?” .Sama seperti pengalaman kita ketika semua hal sudah kita lakukan dan tidak melihat adek-adek kelompok kita tidak bertumbuh secara rohani, mungkin kita juga merasa apa lagi yang harus dilakukan.
4.      Mengelola Stres
Kita harus mengubah  kognitif (cara berpikir) dan tingkah laku (pola hidup) untuk menanggulangi tuntutan. Jika kita tidak belajar mengubah pola pikir dan pola hidup maka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat berubah
MENGELOLA STRES UMUMNYA
·         Problem focused. . Ketika ada masalah, harus diatasi dengan solusi, emosinya tidak, sehingga ketika ada masalah yg sama, akan stress lagi
·         Emotion focused. Ketika stress, jalan-jalan, hanya emosi yang dipuihkan
Karena itu secara emosi dan dan masalah harus diatasi keduanya
MENGELOLA STRES
1.        KENALI DIRI. Kita harus tahu apa tipe kepribadian kita, jika kita tidak mengetahui kepribadian kita, dapat dibantu dengan teman-teman  KTB untuk melihat tipe kepribadian kita, apakah tipe kepribadian kita adalah :Tingkat kecemasan, Ambiguity, Tipe kepribadian, Tingkat neuroticism
2.        Aspek rohani (spiritualitas), bukan saja soal rutin saat teduh, orang-orang yang sudah di level alumni seharusnya tahu saat teduh adalah penampakan luar, spiritualitas itu akan kelihatan dalam :
·         Kepekaan akan suara Tuhan
·         Kebergantungan pada Tuhan
·         Cara mengambil keputusan
Ketika kita semakin dekat dengan Tuhan, akan nyata sekali, setiap kali stress dating, akan semakin mudah untuk diatasi, dan semakin menikmati hidup. Tuhan akan selalu memberikan kita jalan keluar.  Semakin baik spiritualitas kita, maka  akan semakin peka mana yang harus diambil, lebih mudah menjalani hidup kita dan membuat kita semakin mudah bersyukur pada Tuhan. Sikap mudah bersyukur juga bisa tergantung pada kepribadian, bagi orang tipe perceiving akan mudah bersyukur. Orang-orang enjoyable, intuisi, mudah bersyukur, melihat sesuatu dari pihak lain. Bagi orang yang tidak biasa bersyukur memang tidak mudah untuk memiliki sikap ini, dan pola ini harus diubah. Orang yang selalu tepat waktu akan sulit menerima orang yang terlambat hadir, secara kognitif kita harus mengubah pola pikir kita, mungkin saja orang lain mengalami masalah sehingga tidak bisa hadir tepat waktu, Kita memerlukan orang lain untuk membantu kita merubah pola pikir dan tingkah laku, Tipe kepribadian tidak bisa dirubah, tapi tingkatnya bisa dikurangi menjadi hampir seimbang.
3.        ASPEK KOGNITIF
·         Alternatif/kreatif
·         Sense of humor
·         Tepat dan akurat (time managemen bagi orang-orang yang tidak teratur soal pembagian waktu, orang yang mudah bersyukur tidak perlu diminta untuk bersyukur, karena dia sudah biasa bersyukur,  jadi semua tergantung tipe kepribadian)
·         Ukuran harga diri. Harga diri kita terletak pada apa? Pekerjaan, keluarga, teman-teman, teman hidup?
Stress memang harus dikelola dengan baik, supaya tidak depresi
4.        ASPEK EMOSI
·         Vitamin jiwa: love, care(perduli), attention (perhatian), acceptance (diterima), security (rasa aman). Hal-hal ini bisa kita dapatkan dari teman-teman akrab,  teman KTB, kita merasa aman menceritakan hal-hal yang kita tidak ingin orang lain tahu.
·         Menolong Orang Lain. Kita akan sulit menolong orang lain jika sulit bersyukur. Hati yang bersyukur akan mendorong kita menolong orang lain, melihat dari sisi orang lain bukan dari sisi saya.
5. ASPEK FISIK
·         Makanan sehat, lebih banyak makan buah-buahan.
·         Olah raga juga perlu menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan
·         Relaksasi (dengan relaksasi membuat kita rileks, nyaman sehingga hormon kortisol itu turun dan membuat kita mampu berpikir lebih kreatif)
·         Hobi yang kita lakukan akan membuat kita rileks (mis.bernyanyi, menikmati alam dll)
Apa yg Tuhan lakukan dalam hdiup Elia?
·         Tuhan memulihkan dia secara fisik, makanan dan minuman (di ayat 4 Elia meminta supaya ia mati saja, semua keluhan Elia,  Tuhan tidak menjawabnya hingga Elia tertidur. Tuhan menyediakan makanan dan minuman bagi Elia (ayat 6 dan 7) Secara fisik, perhatikanlah makanan pada saat stress,, banyaklah makan buah.
·         Tuhan menemani  Elia dan bertanya “Apa kerjamu disini hai Elia?” Ketika seseorang stress, dia membutuhkan teman. Dan perlu ditanyakan “apa yang dia butuhkan?”.Allah mengingatkan lagi tujuan Elia
·         Tuhan memberi tugas yang lain (ayat 15), Elia harus mengurapi Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel dan Elisa menjadi nabi menggantikan dia.
Jangan menghindari stress, stress itu baik jika dikelola dengan baik.


SOLIEDO GLORIA

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...