Rabu, 16 Maret 2016

ETOS KERJA

Oleh : Desmiyanti Tampubolon, STP


Kolose 3:22-25

           Menurut Webster Dictionary menjelaskan kerja sebagai usaha atau karya nyata baik  secara fisik atau mental yang dikerjakan seseorang. Jhon Stot merumuskan pengertian kerja  sebagai  pengeluaran tenaga baik secara manual atau mental atau kedua-duanya dalam pelayanan terhadap orang lain, yang menambah kepuasan bagi si pekerja, manfaat bagi masyarakat dan kemuliaan bagi Allah.Ethos (Ingg) :ciri khas, arti lain : prinsip kerja, disiplin kerja.Etos kerja dari satu profesi bis a dilihat dari ciri-ciri kerjanya (dikenal cepat melayani nasabah atau tidak), pakaiannya yang khas untuk profesi tertentu, mis. guru, pegawai bank. Dalam PL bahasa Ibrani yang dipakai untuk “kerja” adalah “asa” atau “ma’aseh”Istilah  Ibrani yang lain untuk kerja adalah “abad”(kata kerja) atau “abodah” (Kel 38:21, Bil 4:23-27 yang digunakan untuk “kerja” dari kaum Lewi yang berarti melayani, jadi sebenarnya bekerja dianggap sama dengan melayani Tuhan.

Allah Sang Pekerja Agung. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1), sejak ayat pertama Alkitab telah menggambarkan bahwa Allah adalah Sang Pekerja. Ia bersabda, mencipta, melengkapi serta memperindah pekerjaanNya dengan hasil yang Dia nilai baik (Kej 1:10, 12, 18,21,25), Ia menjadikan segala sesuatunya baik, amat sangat baik, jadi kita pun harus bekerja sebaik mungkin.Yesus sendiri juga mengatakan “BapaKu bekerja hingga sekarang, maka Aku pun bekerja juga (Yoh 5:17).Roh Kudus bekerja memberi anugerahNya dengan memberikan berbagai karunia, sehingga tiap-tiap kita diberi pekerjaan sesuai dengan bakat dan talenta kita mis. orang yang teliti dengan angka akan sangat cocok kerja di bank. Bekerja adalah hakikat manusia karena Allah Sang Pekerja Agung itu telah menciptakan manusia segambar dengan Dia (Kej 1:26-27), karena itu manusia harus bekerja sebaik mungkin mengikuti teladanNya, baik motif dan modus, pola dan cara serta siklus dan musimnya (Kel 20:9,11). Bekerja juga membutuhkan istirahat, bekerja maksimal 40 jam seminggu, jangan bekerja tanpa henti hanya semata-mata demi uang. Manusia adalah mitra kerja Allah (Kej 1:26), Allah masih terus berkarya setelah kejatuhan manusia dengan menebus manusia dari kuasa dan efek dosa, dan manusia dilibatkan sebagai rekan kerja dalam semua kerja besar itu. Jika kita ingin menjadi agen of change, kita harus bekerja pada semua bidang kerja untuk dapat memberi dampak di masing-masing pekerjaan. Orang Kristen bekerja di dalam dan bagi Kerajaan Allah, semua pekerjaan harus kita lakukan untuk kemuliaan Allah dan demi perluasan Kerajaan Allah. Paulus dalam Kolose 3:23 mendesak pembaca suratnya untuk bekerja segenap hati, seperti untuk Allah dan bukan untuk manusia. 

Dunia kerja adalah wilayah yang menyita sebagian besar waktu produktif manusia. Ini berarti dunia kerja adalah bidang kontak yang penting bagi perluasan Kerajaan Allah. Allah mengandalkan semua pekerja Kristen untuk mencapai tujuanNya. Ia hadir membantu dan memberdayakan kita untuk menjadi pemenang. Melalui pekerjaan kita, Allah memakai kita untuk membawa perubahan. Masalahnya adalah : bagaimana kita dapat bekerja dengan etos kerja yang baik sesuai dengan prinsip etis ?  2 Tim 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermafaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran…..”Segala tindakan kita harus firman Allah yang menjadi standar kebenarannya, hal ini manjadi penting ketika kita harus mengambil keputusan apakah ini area ‘hitam’, ‘putih’ atau “grey area”. Jika kita sebagai alumni binaan pelayanan mahasiswa hanya sekedar tidak datang terlambat ke kantor atau tidak korupsi, hal itu menjadi kontribusi yang terlalu sedikit untuk dapat kita lakukan.

Beberapa tujuan yang diharapkan dari para pekerja Kristen tentang teologi kerja:
  1. Agar setiap pekerja Kristen mengerti bahwa bekerja dalam berbagai bidang dan jenis, sangat penting, bermanfaat dan bermakna tidak hanya bagi manusia tapi bagi Allah juga.
  2. Agar tiap pekerja Kristen mengerti bahwa kerja bukan sekedar jalan memenuhi kebutuhan hidup mereka, tetapi berdampak nyata bagi kehidupan global bersama Allah
  3. Agar tiap pekerja Kristen mengerti bahwa apa yang mereka kerjakan di dunia ini haruslah merupakan cerminan, bagian atau lanjutan dari pekerjaan Allah
  4. Agar tiap pekerja Kristen mengerti serta dapat menempatkan pekerjaannya dalam terang wawasan dan tujuan Allah, sehingga dapat melihat campur tangan dan peranan Allah dalam pekerjaan mereka
  5. Agar tiap pekerja Kristen mengerti bahwa Allah adalah Sang Pekerja Agung yang juga menghendaki manusia bekerja dengan motif, modus, serta dengan kualitas dan standar Allah melalui berbagai talenta yang diberikan Allah pada tiap-tiap orang
Etos  kerja orang kristen dinyatakan dengan :
  1. Displin dan integitas, yaitu bekerja dengan setia bukan hanya dihadapan atasannya untuk mencari muka tapi dengan tulus hati karena takut akan Tuhan (Kol 3:22), kita tetap bekerja dengan rajin walaupun atasan tidak ada di kantor
  2. Kreatif dan inovatif, yaitu melakukan pekerjaan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, for God satisfaction not just customer satisfaction(Kol3:23). Hadirlah di tempat kerja tepat waktu, dikenal sebagai orang yang berintegritas, demi kemuliaan Allah
  3. Proaktif dan produktif karena ada upah dari Tuhan selain dari manusia (Kol 3:24)
  4. Hati yang takut akan Tuhan sehingga tidak melakukan apa yang salah dihadapanNya (Kol 3 :25). Ingat, Daniel dan Yusup dikenal sebagai orang yang memiliki roh yang luar biasa.
8 Etos Kerja Kristiani :

1.      Kerja adalah anugerah. Kesadaran bahwa anugerah Allah membuat kita menjadi  manusia yang berjiwa besar, berhati mulia, kepribadian matang, dewasa, tenang, percaya diri dan bijaksana Orang yang berparadigma anugerah selalu yakin karirnya dibimbing dan dijamin Allah, terbebas dari nafsu mengejar uang, dan sanggup mengatasi godaan saling sikut demi rebutan rezeki yang sebenarnya tidak seberapa.
2.  Kerja adalah tanggung jawab. Sebagai pemegang tanggungjawab, kita dipercaya dan diharapkan untuk mampu melaksanakannya, dipercaya berarti : mempunyai kompetensi professional(memiliki kemampuan) dan dipercaya secara moral (berintegritas). Jika kita bekerja dengan penghayatan seorang pengemban tanggungjawab kita akan menjadi orang yang dapat diandalkan dan terpercaya.
3.      Kerja adalah panggilan. Orang yang terpanggil menjadi dokter misalnya, sebenarnya sudah dilengkapi dengan rasa belas kasihan kepada orang yang menderita dan kekuatan untuk tidak merasa ngeri melihat darah, demikian juga dengan orang yang terpanggil menjadi guru sudah dianugerahi bakat mengajar, rasa cinta pengetahuan, rasa sayang pada siswa, bahagia melihat pertumbuhan dan perkembangan anak didik .jadi bukan hanya seorang hamba Tuhan fulltime yang memiliki panggilan hidupnya. Keterpanggilan yang berpusat pada Allah pada akhirnya akan menjadi kecenderungan hati,dorongan hati atau kemauan hati yang kuat,dan menumbuhkan keyakinan : kesanalah aku harus pergi! Itulah jalan hidupku. Visi pribadi mendorong lahirnya panggilan hidup akan bekerja sebagai apa, melanjutkan study untuk tujuan yang jelas.
4.  Kerja adalah aktualisasi (Kerja keras, telaten). Kerja keras tanpa arah, tanpa skenario,tanpa visi hanya akan menghamburkan energi kita, jadi target harus dipatok, visi harus dibentang dan hasrat harus diwujudkan .Rumuskan visi dan target-target yang ingin diraih, tutup pikiran terhadap  godaan lain dan fokuskan energi untuk mencapainya. Tanpa target akan membuat kita malas bekerja, jadi kita harus fokus pada visi dan berupaya mencapai target.
5.   Kerja adalah ibadah. Kita harus senantiasa  menghayati kehadiran Tuhan di ruang kerja, ibadah itu menyatu dengan kehidupan profesional dan sosial, karena itu kerja diniatkan sebagai bakti, dedikasi dan persembahan pada Tuhan.Kita bekerja untuk Tuhan dank arena Tuhan.Etos seorang pekerja Kristen haruslah bekerja dengan standar Tuhan yang menjadi pembeda dengan pekerja lain, membuat kita bekerja sebaik-baiknya tidak hanya memuaskan hati manusia tapi juga hati Tuhan
6.      Kerja adalah seni. Bekerja sebagai seni adalah sebuah kompetensi kerja dengan mutu tinggi baik dilihat dari segi esensinya, tekniknya, prosesnya; bekerja tanpa estetika hanya berujung pada proses kerja yang membosankan, monoton, kering dan tanpa daya tarik. Kreatiflah dalam bekerja dan hal ini akan membuat kita  penuh daya cipta, gagasan-gagasan inovatif. Mis.mengajar dengan metode GASING (Gampang, asyik, menyenangkan) àYohanes Surya. Jika kita mengajar sebagai guru, mengajarlah dengan cara yang menarik, dan dapat dimengerti sehingga siswa dapat menyukai semua pelajaran.
7.      Kerja adalah kehormatan. Kerja sebagai kehormatan berarti kerja seutuhnya dan setuntas-tuntasnya, mencapai apa yang diharuskan untuk diselesaikan secara terhormat.Kita harus membangun kehormatan profesi kerja: bangga berprestasi, bangga tepat waktu, bangga bekerja keras, bangga berintegritas, bangga berdisiplin, bangga berkualitas. Jangan malu menjadi pegawai teladan setiap bulan, dari kita memang dituntut kualitas terbaik.
8.      Kerja adalah pelayanan. Semua profesi, pada mulanya sekali adalah untuk melayani, bankir melayani nasabah, guru melayani bangsa dengan mendidik, jaksa, hakim dan polisi melayani masyarakat untuk keadilan hukum. Kerja sebagai pelayanan berarti kita harus bekerja melampaui harapan dengan memberikan hasil yang bermutu. Bekerjalah lebih tinggi, lebih baik, lebih cepat dari pada orang lain.


Kolose 3 :23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.Pengkhotbah 5:11 “Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak, tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur”. Mari bekerja dengan etos kerja kristiani. 


Solideo Gloria

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...