Tampilkan postingan dengan label ALUMNI DAN KEGERAKAN MISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALUMNI DAN KEGERAKAN MISI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2019

EKSPOSISI ESTER

Oleh : Desmiyanti Tampubolon, STP, MDiv



Kitab ini ditulis tahun 460 SM, . Kitab Ester sangatlah unik sebab dalam kitab Ester nama Allah atau pun nama YHWH tidak ada tertulis. Namun Allah bekerja melalui Mordekhai dan Ester. Dalam kitab Ester konteks keadaan berada di Susan, ibu kota Persia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan siapa pengarang kitab Ester. Ada yang mengatakan ,yang menulis kitab Ester adalah seorang dari Synagoge, ada juga  berpendapat bahwa Mordekhai adalah pengarang dari kitab ini (bad. Est. 9:20). Pendapat lain mengatakan bahwa Ezra atau Nehemiah yang menulis kitab ini, tetapi berdasarkan bukti linguistik tidak ada kecocokan style dan diksi antara kitab Ester dengan Kitab Ezra atau Nehemiah. Pandangan yang lain mengatakan bahwa seorang Yahudi Persia yang tidak diketahui namanya yang menuliskan kitab ini untuk menjadi kitab pencatatan sejarah, sehingga nama Allah tiak dicantumkan secara tertulis. Walaupun tidak diketahui dengan pasti siapa yang menulis kitab ini namun dengan rasio kita dapat menyimpulkan kemungkinan penulis kitab ini adalah (1) seorang Yahudi, yang pro tindakan Yahudi dan mengetahui budaya Yahudi, dan (2) Seorang Yahudi Persia yang menjadi saksi mata kejadian yang terjadi dan sepertinya punya akses terhadap catatan Persia (9:20)
Mari kita membaca Ester pasal 4
Siapakah Ester ?
Ia adalah seorang Yahudi, yatim piatu anak saudara ayah Mordekhai dan diangkatnya menjadi anak (Est 2:7). Ester asalnya bernama Hadasa (Est 2:7), nama Ibrani yang berarti tanaman "murad" (inggris:Myrtle). Hadasa (Ibrani) artinya dihiasi dengan keindahan. Semua orang-orang Yahudi yang tinggal di Persia harus mengganti nama mereka dengan nama Persia, sehingga nama Hadasa diganti dengan nama Ester.
Ada anggapan bahwa nama "Ester" berasal dari kata "Astra" yang dalam bahasa Media Persia berarti tanaman murad. Ada pula anggapan bahwa nama Ester berasal dari nama dewi Ishtar, berdasarkan catatan Kitab Daniel bahwa orang-orang Yahudi dalam pembuangan diberi nama dewa-dewa Babel, sebagaimana nama "Mordekhai” dapat diartikan "hamba dewa Marduk”, salah satu dewa Babel. Nama Ester dengan kata Persia artinya "bintang" (bahasa Inggris: star) menjelaskan bahwa Ester diberi nama demikian karena cantiknya seperti bintang yang bercahaya
Kisah Ester menjadi ratu dimulai dari pasal 1.Suatu saat Raja Ahasyweros mengadakan pesta di istana bersama para pembesar dan kaum bangsawan, raja memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya sampai 180 hari (Est 1:1-4),kemudian raja memanggil ratu Wasti untuk memperlihatkan dirinya kepada semua tamu yang hadir, tapi ratu Wasti menolak, hal ini membuat raja marah dan memecat ratu Wasti (Est 1:11-12). Akhirnya raja mulai mengumpulkan perempuan di daerah kerajaannya untuk menggantikan ratu Wasti dan Ester terpilih menjadi ratu
Proses pemilihan ratu menghasilkan Ester, seorang Yahudi yang dibesarkan oleh paman dan ayah angkatnya Mordekai. Dia memerintahkan Ester untuk merahasiakan asal usulnya dan hubungan dengannya.(Est 2:10). Mengapa Ester ikut dalam kontes pemilihan ratu tidak diketahui pasti, kemungkinan karena menyembunyikan statusnya sebagai orang Yahudi sehingga ia ikut serta, atau semua wanita cantik memang harus ikut dalam pemilihan ini (Ester 2:8).
Di Ester 2:21, Mordekhai mengetahui persekongkolan Bigthana dan Teresh untuk membunuh raja, yang kemudian diberitahukan kepada Ester, dan dilaporkan kepada raja memakai nama Mordekai. Bigthana dan Teresh disulakan pada tiang. Raja biasanya menghargai kesetiaan, tapi untuk suatu alasan Mordekhai tidak diberi penghargaan, dan hal ini terlupakan, walau ditulis dalam tulisan raja saat dia mencarinya (Ester 6:2). Di pekerjaan mungkin kita juga akan mengalami seperti Mordekhai, kita sudah melakukan banyak prestasi kerja, bekerja keras, tetapi orang lain yang mendapat penghargaan, posisi. Mordekhai tidak menuntut penghargaan apapun walau telah berjasa bagi raja.
Di pasal 3 tiba-tiba Haman, karakter baru, diperkenalkan. Raja mengangkat  dia diatas semua orang dan sangat mempercayai dia. Raja memerintahkan semua warganya menunjukan hormat pada Haman, dengan berlutut dan sujud kepada Haman, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan sujud didepan Haman (Ester 3:2). Haman marah (Est 3:5) dan berniat  menyingkirkan Mordekai dan setiap Yahudi didalam kerajaan. Dia memberitahu raja bahwa ada ras tertentu yang mau memberontak (Est 3:8-9), yang tidak mau tunduk, dan raja harus menyingkirkan mereka. Dia menawarkan uang yang sangat besar pada raja untuk menyatakan hari tertentu dimana setiap orang dalam kerajaan bisa membunuh setiap orang Yahudi yang mereka temui dan merampas milik mereka. Upahnya adalah 10.000 talenta perak (1 talenta= 34 kg, di Perjanjian baru 1 talenta =6000 dinar, 1 dinar= upah dalam sehari), jika dihitung dalam dinar berarti jumlahnya 10.000 x 6000 =60.000.000 dinar, jika dibagi upah perhari dalam setahun : 60.000.000/365 hari = gaji 164 tahun. Jumlah yang sangat besar.
Nama dari ras ini tidak diberitahu pada raja, dan dia juga tidak memintanya. Ahasyweros memberikan cincinnya kepada Haman, seperti memberi cek kosong. Sekarang Haman memiliki otoritas untuk membuat hukum apapun yang disukainya dengan nama raja. Saat Mordekhai tahu hukum apa yang sedang dibuat oleh Haman, dia mulai berkabung (Est 4:1). Dia tidak berkabung secara pribadi, tapi didepan umum; sangat terbuka. Mordekai pergi ketengah kota dan ke “gerbang raja.” Dia tidak masuk gerbang, karena terlarang bagi yang berkabung. Raja menjauhkan dirinya dengan kesedihan. Sangat tidak popular menunjukan kesedihan di istananya (lihat Nehemiah 2:2). Raja abad pertengahan tidak memiliki “tempat berkabung” hanya tempat bergurau.
Melihat Mordekai berkabung sangat menekan Ester. Tapi, usaha awalnya bukan mempelajari kenapa Mordekai berkabung tapi membujuknya untuk berhenti berkabung (Est 4:4). Apakah ini karena hal itu menekan yang lain dan berbahaya (Mordekhai sedekat mungkin dengan istana, tapi tidak melewati gerbang raja)? Dia mengirim pakaian kepada ayah angkatnya, berharap bisa membujuknya berhenti berkabung. Tapi Mordekai tidak bisa dinasehati. Esther perlu mengetahui apa yang terjadi, jadi dia mengirim pelayan terpercayanya kepada Mordekai untuk menyelidiki kenapa dia berkabung dan tidak mau berhenti.
Mordekhai melaporkan pada Hatah semua yang terjadi padanya (ayat 7). Dia mengatakan jumlah harta yang dijanjikan Haman dan salinan keputusan yang tidak bisa ditarik kembali. Hal ini diperintahkan kepada Hatah untuk dikatakan pada Ester, bersama dengan perintah agar dia menghadap raja dan memohon bagi bangsa Yahudi.
Ester mengatakan pada Mordekai melalui Hatah (Est 4:10) bahwa menghadap raja tanpa dipanggil, melawan hukum. Hukumannya adalah kematian.  Ester tidak bisa menghadap tanpa diundang, satu-satunya harapan adalah dia diperintah oleh raja. Inilah masalahnya; sudah 30 hari Ester tidak diundang bersama raja. Jawaban apalagi yang bisa diberikan kepada Mordekhai selain“tidak” ? Setiap orang yang menghadap raja adalah karena diundang raja, peraturan ini juga berlaku bagi ratu, setiap orang yang melanggar akan mendapat hukuman mati.
Kapan kita pernah bertindak seperti Ester? Dengan kedudukan dan kuasa yang kita miliki, pernahkah kita memperjuangkan bawahan kita untuk mendapatkan haknya, penilaian kerja yang tidak adil dan kita perjuangkan supaya mendapat posisi yang lebih baik?
Mordekhai mengingatkan, untuk berpikir dengan baik. Keputusan dari Haman mencakup semua orang Yahudi, sekalipun Ester berada di istana raja, akan diketahui jika ia ternyata seorang Yahudi juga, dan jika Ester terluput dari hukuman ini, kaum keluarganya akan binasa (4:13). “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain….Siapa tahu mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu”. Mordekhi mengingatkan resikonya pada Ester, ia juga pasti tidak akan terluput dari hukuman ini dan seandainya ia terluput, seluruh keluarganya juga akan binasa. Jika saat ini Ester menjadi ratu, mungkin memang ia disiapkan untuk hal ini.
Resiko seperti apa yang kita hadapi ketika Allah menempatkan kita di pekerjaan? Apakah kita pernah menghadapi ancaman akan dipecat jika bersikap jujur dan berintegritas? Posisi apa yang Tuhan percayakan pada kita saat ini dan untuk tujuan apa kita ditempatkan Allah disitu? Sebagai apa dan posisi apapun dalam pekerjaan, mari berjuang mempertahankan hidup benar di hadapan Tuhan.
Sebelum Ester menghadap raja, Ester memberikan perintah kepada Mordekhai agar Mordekhai mengumpulkan seluruh orang Yahudi di Susan dan berpuasa baginya. Jangan ada yang makan atau minum selama 3 hari, siang dan malam (Ester 4:16). Dia dan pelayannya akan melakukan itu, dan kemudian akan pergi menghadap raja. Dia akan melawan hukum dan mempertaruhkan nyawanya.Yang menarik pada bagian ini adalah bagaimana pernyataan dari Ester untuk membela kaumnya umat Yahudi yaitu, “. . . kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati” (Ester 4:16b). Ester meminta dukungan semua orang Yahudi untuk berpuasa selama 3 hari. sebuah permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah sebelum ia masuk menghadap raja. Seberapa sering dan lama kita pernah berdoa bagi orang lain, bagi bangsa dan Negara kita, bagi provnsi dimana kita tinggal dan bekerja?
Setelah semua orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, Ester mempertaruhkan nyawanya dengan menghampiri raja tanpa diundang (Est 4:1-17). Pada hari yang ketiga (Est 5:1) Ester,berdiri di pelataran dalam istana raja. Hal ini dilakukannya agar ia mendapat perhatian dari raja. Saat itu, raja sedang bersemayam di atas tahta kerajaannya, di dalam istana raja.
Patut dicatat bahwa pelataran dalam istana raja merupakan tempat khusus bagi raja. Hukuman mati disediakan bagi mereka yang berada di pelataran dalam istana raja itu jika raja tidak berkenan memanggil (bdk. Est 4:11a). Oleh karena itu, tak heran bila Ester berusaha untuk tampil semenarik mungkin, yakni dengan mengenakan pakaian ratu. Besar harapan Ester agar raja tertarik saat melihatnya dan berkenan memanggilnya! Strategi Ester dengan berpenampilan sebaik mungkin dan mengenakan pakaian ratu, supaya raja mengizinkan dia untuk masuk dan berbicara.
Ester berhasrat untuk mendapat perhatian raja karena Ester berniat untuk memohonkan sesuatu kepada raja berkenaan dengan nasib bangsanya (Yahudi!). Bangsanya sedang berada di ujung tanduk, sebab Haman, seorang petinggi istana, telah merencanakan untuk membantai seluruh orang Yahudi di kerajaan Ahasyweros, karena ia merasa telah dilecehkan oleh Mordekhai, seorang Yahudi, paman sekaligus pengasuh Ester (bdk. Est 3:2-4:17). Usaha Ester rupanya  berhasil,raja berkenan kepadanya, ketika ia melihat Ester berdiri di pelataran.
Raja lantas mengulurkan tongkat emas kepada Ester. Uluran tongkat emas tersebut merupakan sebuah tanda penerimaan raja kepada Ester. Dengan mengulurkan tongkat emas, raja juga menyatakan kuasa yang dimilikinya pada Ester (bdk. Est 4:11; 8:4). Raja bertanya pada Ester perihal maksud dan keinginannya dikuti dengan pernyataan raja “Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu” (Est 5:3)
Permintaan Ester sederhana “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja. Ia hanya meminta agar raja bersama dengan Haman (seorang petinggi istana raja yang berencana untuk memusnahkan orang Yahudi di kerajaan Ahasyweros karena merasa telah dilecehkan oleh Mordekhai (Bdk Est 3:1-5) datang ke perjamuan yang ia adakan. Biasanya, perjamuan selalu diselenggarakan dengan intensi atau tujuan yang dianggap penting (bdk. Est 2:18; 9:22.Lewat perjamuan tersebut, Ester rupanya hendak mengadukan perbuatan jahat Haman yang telah berencana untuk membunuh semua orang Yahudi di wilayah kerajaan Ahasyweros. Oleh karena itu,ia hendak memohon keselamatan bagi bangsanya  dan dirinya sendiri pada raja (bdk Est 7:1-6).
Malam itu raja tidak dapat tidur (Est 6:1) dan ia meminta dibacakan kitab pencatatan sejarah dan menemukan catatan Mordekhai yang melaporkan persekongkolan Bightan dan Teresh yang ingin membunuh raja, dan Mordekhai tidak mendapatkan anugrah apapun (Est 6:4). Raja bertanya kepada Haman apa yang harus  dilakukan kepada orang yang ingin dberi penghormatan oleh raja (Ester 6:6). Haman mengira raja akan memberi penghormatan bagi dia dan bukan untuk Mordekhai. Lalu Haman mengusulkan supaya  ia mengenakan pakaian yang biasa dipakai raja, menaiki kuda yang biasa dikendarai raja, mengenakan mahkota kerajaan  dan diarak keliling lapangan kota sambil berseru-seru :”Beginilah  dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya” (Ester 46:7-9). Lalu raja memerintahkan supaya semua yang dikatakan Haman itu dilakukan kepada Mordekhai dan Haman sendiri yang memimpin acara penghormatan itu.
Tibalah pada acara perjamuan Ester dengan raja dan Haman, Ester mengatakan bahwa ia  dan orang-orang sebangsanya (Yahudi) yang berada dalam kerajaan Ahasyweros terancam punah karena bakal dibunuh dan dibinasakan (Ester 7:4). Lebih jauh, Ester menambahkan bahwa dalang dari kemalangan yang menimpa Ester dan orang-orang sebangsanya adalah Haman. “Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu telah berdiri didekat rumah Haman” (Est 7:9), raja memerintahkan agar Haman disula kan pada tiang itu
Usaha Ester (dan Mordekhai) berhasil menyelamatkan orang Yahudi, dan tindakan serta euforia orang Yahudi dalam merayakan pembebasan mereka dari usaha pemusnahan yang dilancarkan Haman(Ester 8-9). Ester berhasil mendapat kuasa dari raja Ahasyweros untuk menetapkan surat titah yang bisa menyelamatkan nyawa orang Yahudi. Pasal 9 berkisah tentang tindak lanjut orang Yahudi atas surat titah tersebut, diceritakan tentang bagaimana orang Yahudi membantai semua orang yang dulu pernah memusuhinya, serta penetapan hari raya Purim sebagai peringatan sukacita lolosnya orang Yahudi dari bahaya maut yang mengancam mereka.
Tokoh Ester mengajar kita:
·         Untuk bergantung sepenuhnya pada Allah (Ester 4:15-17), karena Dia memelihara kita
·         Untuk percaya kepada Allah, sebab waktu Tuhan sangat sempurna
·         Untuk melakukan apa yang benar, diplomatis, punya strategi dan pendekatan (Est 5:1-8; 7:1-6)
·         Untuk bertindak, dengan berani menerima resikonya (Est 4:6)
·         Untuk tekun berdoa melewati masa-masa kritis dan meminta dukungan doa dari banyak orang

Kisah Ester menunjukkan:
·         Pemeliharaan Allah berarti bahwa Ia berkuasa penuh atas dunia. Ia Allah yang berotoritas dalam hidup kita, Ia mampu mengubahkan segla sesuatu menjadi baik.
·         Allah selalu ingat akan umat-Nya, ketika banyak orang Yahudi  di Persia berpikir bahwa Allah telah melupakan mereka
·         Allah mengatur segala peristiwa. Allah menempatkan Ester pada kedudukan penting pada waktu yang tepat. Pada waktu diperlukan, Dia bahkan membuat Raja Ahasyweros tidak dapat tidur (Est 6:1)! Allah sungguh-sungguh bekerja
Mari belajar seperti Ester, berani berjuang untuk orang lain, dimanapun kita bekerja dan sebagai apapun, berani bertindak, memiliki doa yang sungguh-sungguh untuk sebuah perubahan karena Allah kita adalah Allah yang berotoritas dan selalu memelihara kita.

SOLIDEO GLORIA


Jumat, 18 Januari 2019

UNLIMITED GOD, UNLIMITED BLESSING

Oleh : Dr.Ir.Surya Sembiring, MS





Mari kita membaca Keluaran13 :17-21 . Saat ini kita akan belajar bagaimana perjalanan Israel keluar dari Mesir ke tanah Kanaan karena kuasa Allah yang luar biasa memberi berkat. Allah yang berkuasa itu yang membedakan bangsa Israel dari bangsa2 lain. Allah yang berkuasa itu membawa Israel keluar, karena pekerjaan Allah sendiri menyertai dengan tiang api pada malam hari  dan tiang awan pada malam hari. Hanya Allah yang tidak terbatas yang mengerjakannya, ini yang dialami, dilihat oleh orang Israel keluar dari perbudakan Mesir.
Kita membaca dari Keluaran 14 :1-14àisrael membuat kemahnya persis menghadap laut Teberau, itu adalah perintah Tuhan untuk berkemah disana. Kel 14;11 tentra Mesir datang dengan kendaraan berkuda, Kel 14:6-7, semua sumber daya Firaun dibawa untuk membawa kembali orang Israel ke Mesir. orang Israel sangat ketakutan, di belakang mereka ada tentra Mesir dan didepan ada laut Teberau “apakah karena tidak ada kuburan di Mesir maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?” (Kel 14:11).  Unlimited God menunjukkan unlimited blessing dalam situasi ini, secara pikiran manusia tidak mungkin mereka selamat, bangsa Israel sekitar 603ribu pemuda diatas 20 tahun selain anak-anak dan perempuan, jumlah yang besar, mereka sedang dikejar tentra Firaun dan didepan mereka ada laut Teberau. Apa yang dikerjakan Allah dalam Kel 14: 21, Tuhan mengulurkan tanganNya ke atas laut dan laut itu terbelah dan menjadi kering. Inilah unlimited God yang memberi unlimited blessing. Ada satu pengalaman rohani bagi mereka (nyanyian pujian Musa: keluaran 15:2,3,6,11,13,16,18), semua menunjuk pada satu pribadi yaitu Allah sendiri yang berkuasa. Alllah menunjukkan kuasa dan kasih setiaNya pada umat pilihanNya bangsa Israel. Ketika mereka melihat, mereka semakin takut dan hormat kepada Tuhan.
Mari kita membaca Kel 15:22, mereka dituntun ke padang gurun Syur dan sampai ke Mara dan tidak dapat minum karena airnya pahit. Mereka sudah berjalan 3 hari dan tidak mendapat air. Bagaimana dengan kita, jika sudah 3 hari tidak bisa minum? Orang Israel bersungut-sungut kepada Musa (Kel 15:24), sekali lagi Allah yang berkuasa menunjukkan berkatNya, Musa melemparkan tongkat ke dalam air dan air itu menjadi manis. Secara pikiran manusia tidak mungkin air yang pahit menjadi manis hanya karena dilemparkan kayu didalamnya. Inilah unlimited God memberi unlimited blessing. Tuhan memelihara dan mencukupkan mereka dengan apa yang dibutuhkan. Dari Mara mereka berangkat ke elim (Kel 15:27), dan mereka mendapatkan 12 mata air. Allah tidak pernah tidak memberkati mereka sepanjang mereka taat pada Allah. Dari elim mereka berangkat ke Sin (Kel 16:1), disini orang Israel bersungut-sungut karena tidak dapat mendapat makanan, sekalipun mereka sudah melihat pemeliharaan Tuhan selama ini (Kel 16:3), dan Allah memberikan mereka makanan dalam bentuk manna, makanan yang diberikan langsung dari langit (Kel 16:6-7). Unlimited God menunjukkan unlimited blessing dengan pemberian manna ini.
Kel 16:35, Allah memelihara dengan memberi manna selama 40 tahun hingga tiba di perbatasan Kanaan. Unlimited God bukan hanya untuk sehari memberikan berkatNya, tapi sepanjang perjalanan mereka menuju Kanaan, kasih dan pemeliharaan Allah diperlihatkan pada mereka.
Kel 17:1, sekali lagi mereka tidak mendapat air. Perjalanan dengan Tuhan tidak selalu berjalan mulus, umat pilihan Tuhan tidak ada garansi tidak ada persoalan dalam hidupnya tetapi satu garansi yang pasti Allah yang mengeluarkan mereka dari Mesir akan terus memelihara, penyertaanNya tidak pernah berubah. Orang Israel selalu bersungut-sungut ketika menghadapi masalah sekalipun telah melihat begitu banyak berkat Tuhan, unlimited God tetap menunjukkan unlimited blessing, Musa memukul gunung batu Horeb dan keluar air untuk diminum (Kel 17:6). Setiap perkataan Allah yang disampaikan Tuhan tidak pernah gagal. Unlimited God tidak pernah gagal, apa yang disampaikan Allah pada Israel pasti digenapi, pasti ditepati, Allah yang penuh kasih setia terus memberkati.
Kel 17:8 , orang Israel akan berperang melawan orang Amalek, mereka tidak pernah berlatih perang, mereka budak, tidak dipersiapkan menjadi prajurit dan berhadapan dengan orang Amalek yang ahli dalam berperang, bagaimana mungkin? Tapi dalam situasi  ini apa yang terjadi ? Kitabaca Kel 17:8-16, kuncinya ada di ayat 16 “Tangan diatas panji-panji TUHAN. TUHAN berpeang melawan Amalek turun temurun” , secara logika tidak mungkin Israel menang melawan Amalek. Ketika Musa mengangkat tangannya, orang Isarel yang dipimpin Yosua menang berperang, ketika tangan Musa turun mereka kalah. Mereka menang karena pekerjaan unlimited God. Apapun situsai yang dihadapi Israel :masalah kebutuhan dasar,masalah internal mereka, Allah tidak pernah meninggalkan mereka
Kel 19:2, unlimited God menunjukkan apa yang harus dilakukan umatNya. Musa mendengarkan apa yang disampaikan Allah. semua yang tertulis di Keluaran 20-29 adalah firman Tuhan yang diberikan Allah pada Musa. Israel harus melakukan ketetapan-ketetapan Tuhan. Dalam kasih dan rencana Allah, Allah mempersiapkan suatu hukum bagi Israel supaya bangsa Israel berbeda dari bangsa lain, supaya mereka takut pd Tuhan ,  supaya Israel yang telah melihat mengalami kuasa Tuhan dapat mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan kapada Allah. Tapi ketika Musa berada di gunung Sinai, dalam sekejab orang Israel berubah (Kel 32:1), mereka telah melihat kuasa dan kemuliaan Allah, tetapi kini berbalik dari Tuhan. Kel 32:5, orang Israel merayakan kurban keselamatan pada lembu emas. Mereka mengalami kuasa Tuhan, tapi  dalam waktu sekejap mereka meninggalkan Allah yang telah mengeluarkan mereka dari Mesir.
Keluaran 32:9, bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, Allah menunjukkan kasihNya bukan karena kebaikan mereka. Kel 32:10, Allah murka karena pemberontakan mereka dan keputusan Allah akan membinasakan mereka. Tetapi Musa meminta pengampunan Tuhan (Kel 32:11), 40 hari 40 malam Musa terus berdoa meminta supaya Tuhan jangan membinasakan bangsa Israel. Dalam kekuasaan Tuhan ada unlimited blessing karena doa Musa kepada Tuhan (Kel 32:12-13). Musa mengingatkan Tuhan bahwa Israel adalah bangsa pilihanNya, yang Ia bersumpah akan memelihara dan menunun apakah Allah akan membinasakan? Lalu Allah membatalkan hukumanNya (Kel 32:14). Ada relasi yang dekat antara Allah dan Musa yang berhasil melunakkan hati Tuhan.
Kel 32:31 dalam kasih Allah, keadilan Allah akan dosa akan dinyatakan. Allah mengatakan siapa yang berdosa namanyalah yang akan dihapuskan (Kel 32:33).  Sifat Allah tidak bisa dipertentangkan, Ia adalah Allah yang kasih tapi juga Allah yang adil yang harus menghukum umatNya yang berdosa. Setelah Israel menyembah lembu emas, Allah tidak mau lagi memimpin Israel (Kel 33:3), Ia mengutus seorang malaikat berjalan didepan Israel. Meskipun org Israel telah berbuat dosa, tapi unlimited blessing Allah tetap menyertai melalui malaikatNya. Dalam kasih dan kekuduusan Allah, Ia tidak akan berkompromi dengan dosa, tapi berkat Allah tetap akan ada bagi Israel. Kel 33:12 Musa menolak jika malaikat yang menyertai mereka. Kel 33:13 Musa memohon supaya Allah menyertai mereka. Dalam Kel 33;1àMusa berhadapan muka dengan Allah seperti berbicara dengan temannya, ini adalah relasi yang dekat dengan Allah, Musa memohon supaya Allah memberi kasih karunia dengan menyertai orang Israel. Kel 33:16 yang membedakan Israel dari bangsa lain adalah penyertaan Allah. Kel 33:17 à Allah sangat dekat dengan Musa  dan bersedia menyertai orang Israel. Kel 33:18 Musa meminta supaya Allah menunjukkan kemuliaanNya, Musa meminta Allah menyertai untuk 39 tahun lagi perjalanan ke tanah Kanaan, karena tanpa penyertaan Tuhan. Musa tidak akan mampu membawa Israel ke tanah Kanaan. Musa di mata Allah namanya dikenal, mendapat kasih karunia.
Didalam apakah kita mendapat kasih karunia? Yaitu dalam Yesus Kristus yang sudah mati di kayu salib bagi kita. Ketika kita berbicara unlimited God unlimited blessing melalui pengorbanan Yesus yang telah menebus kita dari dosa dengan kebangkitanNya.  Kel 34:9 inilah yang kita minta kepada Tuhan sebagai unlimited God unlimited blessing,  kita berharga dimata Tuhan (Rom 8:32 Allah sendiri tidak menyayangkan AnakNya sendiri) pastilah kita pun disayang, dipelihara, diberkati oleh Tuhan, inilah unlimited blessing dari Unlimited God.
Ini kiranya menjadi komitmen kita di awal tahun ini “Jika aku mendapat kasih karuniaMu Tuhan berjalanlah didepanku, jadikanlah kami milikMU” Allah yang sama akan menyertai kita melalui tahun 2029. Ia memelihara, menyertai, menolong kita. sekalipun ada masalah-masalah, ketakutan2 kita, tapi jika Allah menyertai, maka kita pasti akan ditolong dan dipelihara. Mari menjalani 2019 bersama dengan Tuhan, alamilah kuasa dan penyertaan Tuhan. kalau Allah menyertai kita, tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan. Mungkin manusia meninggalkan kita, tidak perduli dengan kita, tapi ada satu pribadi yang tidak akan meninggalkan kita yaitu Tuhan. Penyertaan Tuhan akan membuat kita tenang dalam ombak kehidupan yang akan kita alami di tahun ini. Selamat menjalani 2019, alamilah penyertaan dan kuasa Tuhan yang akan terus memelihara kita. SOLIDEO GLORIA

Jumat, 12 Oktober 2018

MANAGEMEN STRESS

Oleh : Lenny Sitorus, M.K.


‘’Segala sesuatu yang berbentuk tantangan atau ujian terhadap keberadaan hidup kita dapat disebut sebagai sebuah stress’’
(Medical News Today, 2015).
‘’Stres adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang “menilai” (appraisal) ada kesenjangan antara tuntutan dari luar dengan kemampuan atau sumber daya yang dimilikinya’’.(Sarafino, 1990).
Misalnya ketika kita naik kendaraan dan ada orang lain yang menyalib secara tiba-tiba,  maka debar jantung kita akan  lebih kencang dan itu disebut stress. Setiap hari, setiap hal dapat membuat kita stress, apakah di pekerjaan, di rumah, di jalan.

1.      Apa itu Stres?
Ada Proses Penilaian:
1.        Proses Penilaian Primer (ada penilaian dari kaca mata kita, hal yang bagi orang lain mungkin tidak menimbulkan stress, tetapi bagi kita mengakibatkan stress)
·      “Apa maknanya bagi saya” sebagai tekanan, ancaman atau tantangan. Sesuatu yang sangat penting akan mempengaruhi penilaian. Jika sejak kecil seseorang tidak pernah menerima pujian, maka pujian itu menjadi sesuatu yang sangat penting, dibanding dengan orang lain yang sejak kecil sudah sering dipuji. Ketika pekerjaan adalah hal yang penting, akan mempengaruhi penilaian kita masing-masing.
2.        Proses Penilaian Sekunder
·         “Apa saja sumber daya yang saya miliki”
·         “Seberapa mampu saya mengatasinya”
Bagi orang yang mempersiapkan laporan secara buru-buru, akan lebih tinggi tingkat stresnya disbanding dengan  orang lain yang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Tapi ada orang yang menganggap ide akan muncul menjelang jadwal akhir (system kebut semalam). Jika hal ini di dibiasakan terus menerus, maka tidak akan berubah, karena itu pola hidupnya harus berubah. Jika kita ingin merubah pola hidup kita akan membutuhkan proses dan perjuangan. Ada orang yang memiliki planning yang teratur, ada yang enjoyable (tidak memiliki jadwal waktu yang teratur)
2.      Sumber Stres :
1.      Ekternal. Sumber ini bisa datangn dari pekerjaan. Seorang yang biasa memiliki planning dan bertemu dengan orang yang enjoyable akan dapat membuat stress. Sumber eksternal juga bisa datang dari  keluarga, relasi, tetangga, teman kerja, teman satu kost dll
2.      Internal
·         Tingkat kecemasan. Ada orang yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, ketika tidak ada informasi kenapa belum pulang, akan berpikir hal-hal yang buruk terjadi. Tipe ini adalah orang yang berprasangka, berpikir negatif tentang seseorang atau sesuatu peristiwa. Mengapa ada orang seperti ini, bisa jadi karena menyerap salah satu tipe dari orangtuanya yang juga tingkat kecemasannya tinggi, atau dari kecil dia merasa cemas karena orangtuanya pergi dan tidak pamit, atau pergi dan tidak pulang, bahkan tidak menjelaskan apa-apa setelah pulang, ditinggalkan orangtua dalam waktu lama.
·         Tingkat Neurotisim (kemampuan seseorang mengendalikan emosi). Jika tingkat neurotisimnya tinggi, tidak bisa mengendalikan emosi, langsung reaktif, marah, berubah raut muka. Orang yang rendah tingkat neurotisim adalah orang yang menekan perasaan sehingga hampir tidak punya perasaan, memikirkan secara logika. Orang yang tinggi tingkat neurotisimnya mudah sedih. Bisa jadi dia menyerap dari sekelilingnya atau bisa juga pada usi 2-6 tahun ternyata pembantunya berganti-ganti, dan anak seperti ini bisa neurotisim. Bagi anak 2-3 tahun menganggap apa yang dilihatnya adalah dunianya, sehingga ketika tidak melihat orangtuanya akan mengalami neurotisim.
·         Ambiguity, hal ini terjadi jika sejak anak-anak selalu dilarang oleh orangtua karena dianggap membahayakan dirinya dan tidak menjelaskan mengapa tidak boleh melakukan sesuatu. Ketika anak-anak terkejut karena terkena api atau melihat orangtuanya kecopetan misalnya, dapat mengalami tingkat kecemasan , neurotisim dan ambiguity yang tinggi.  Orang yang ambiguity bisa bertanya lebih dari 10 orang dan tetap ragu mengambil keputusan. Anak-anak yang terbiasa menangis sampai tertidur (tidak dibujuk/diselesaikan), kemungkinan akan mengalami tingkat kecemasan, neurotisim dan ambiguity.
·         Tipe Kepribadian. Ada beberapa tipe kepribadian : sensing, perceiving, judging, intuisi, feeling, thinking. Ada juga tipe kepribadian extrovert (terbuka, mudah berteman dengan banyak orang), introvert (pendiam, tertutup). Setiap kita memiliki kepribadian yang berbeda--beda. . Orang yang sensing dan judging itu orangnya harus serasi, warna baju, teliti, suka hal detail Org perceiving tidak suka dengan time table. Org judging itu taat pada peraturan, sedangkan perceiving tidak suka teratur, menikmati semua. Setiap kepribadian ada kelemahan dan kekuatannya. Orang yang memiliki skedul waktu yang baik, akan sering stress jika tidak sesuai dengan jadwal yang ada, orang yang perceiving tidak suka teratur dan menikmati hidup, tidak harus berbaju rapi setiap kali.

3.      DAMPAK STRESS
Setiap kita stress ada 3 hormon yang dikeluarkan : adrenalin  (bisa melakukan diluar kemampuan kita), norepirephrine (bisa melakukan lebih kreatif dalam waktu yang cepat untuk strategi-strategi, dalam waktu cepat berusaha supaya kita tetap fokus selama masa stres), kortisol (bekerja lebih lambat untuk mampu menghadapi stres). Dan makin banyak kortisol ini dikeluarkan maka imunitas kita akan lebih cepat berkurang, dan gula diproduksi lebih banyak dan tekanan darah makin tinggi. Jadi orang yang lebih banyak stress akan membuat kita lebih cepat sakit. Apakah stress dibutuhkan? Ya, jika tidak, kita tidak makin kreatif, kita tidak akan mencoba meningkatkan kualitas hidup kita. Pekerjaan yang makin berat  akan membuat kita semakin mampu dalam pekerjaan. Tapi jika kita stress setiap hari, setiap minggu, akan lebih mudah sakit.
·         Aspek fisik
·         Aspek emosi
·         Kognitif dan perilaku
Mari kita membaca 1 Raja-raja 19:1-18
Perbedaan stress dan depresi, depresi lbh berat dr stress. Depresi ringan –sedang-berat. Depresi berarti sudah mengganggu aktifitas sehari-hari, sakit pergi ke dokter dan tidak sembuh. Orang bisa depresi ketika stressnya bukan satu kali. Ketika masalah berkali-kali datang dalam, waktu dekat, bisa depresi. Ketika masalah menumpuk di satu saat, pada saat itu bisa depresi. Elia baru saja menang melawan 450 nabi-nabi Baal, dengan sebuah pengujian :  Allah yang membakar persembahan mereka dengan api, Dialah Allah yang benar. Elia membunuh 450 nabi2 Baal itu, Elia tentulah sangat lelah  secara fisik. Mengapa Elia merasa hanya dia yang masih percaya pada Tuhan? Karena Elia sangat lelah, Ahab tidak bertobat sekalipun ia telah melihat Allah yang hidup, tidak kembali pada Tuhan. “apakah kerjamu disini, hai Elia?” Dua kali  Tuhan bertanya (ayat 9 dan 13), Elia mengatakan hanya tinngal dia seorang diri yang masih hidup.. Padahal banyak orang yang ikut berdiri ketika membakar korban dan melihat Allah yang merespon permintaan Elia. Faktornya adalah dari dalam diri Elia sendiri (internal). Elia memohon supaya ia mati saja. Seorang nabi yang baru saja menang atas nabi-nabi Baal, gusar kenapa Ahab tidak bertobat. Karena itu Tuhan bertanya “apa kerjamu disini?” .Sama seperti pengalaman kita ketika semua hal sudah kita lakukan dan tidak melihat adek-adek kelompok kita tidak bertumbuh secara rohani, mungkin kita juga merasa apa lagi yang harus dilakukan.
4.      Mengelola Stres
Kita harus mengubah  kognitif (cara berpikir) dan tingkah laku (pola hidup) untuk menanggulangi tuntutan. Jika kita tidak belajar mengubah pola pikir dan pola hidup maka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat berubah
MENGELOLA STRES UMUMNYA
·         Problem focused. . Ketika ada masalah, harus diatasi dengan solusi, emosinya tidak, sehingga ketika ada masalah yg sama, akan stress lagi
·         Emotion focused. Ketika stress, jalan-jalan, hanya emosi yang dipuihkan
Karena itu secara emosi dan dan masalah harus diatasi keduanya
MENGELOLA STRES
1.        KENALI DIRI. Kita harus tahu apa tipe kepribadian kita, jika kita tidak mengetahui kepribadian kita, dapat dibantu dengan teman-teman  KTB untuk melihat tipe kepribadian kita, apakah tipe kepribadian kita adalah :Tingkat kecemasan, Ambiguity, Tipe kepribadian, Tingkat neuroticism
2.        Aspek rohani (spiritualitas), bukan saja soal rutin saat teduh, orang-orang yang sudah di level alumni seharusnya tahu saat teduh adalah penampakan luar, spiritualitas itu akan kelihatan dalam :
·         Kepekaan akan suara Tuhan
·         Kebergantungan pada Tuhan
·         Cara mengambil keputusan
Ketika kita semakin dekat dengan Tuhan, akan nyata sekali, setiap kali stress dating, akan semakin mudah untuk diatasi, dan semakin menikmati hidup. Tuhan akan selalu memberikan kita jalan keluar.  Semakin baik spiritualitas kita, maka  akan semakin peka mana yang harus diambil, lebih mudah menjalani hidup kita dan membuat kita semakin mudah bersyukur pada Tuhan. Sikap mudah bersyukur juga bisa tergantung pada kepribadian, bagi orang tipe perceiving akan mudah bersyukur. Orang-orang enjoyable, intuisi, mudah bersyukur, melihat sesuatu dari pihak lain. Bagi orang yang tidak biasa bersyukur memang tidak mudah untuk memiliki sikap ini, dan pola ini harus diubah. Orang yang selalu tepat waktu akan sulit menerima orang yang terlambat hadir, secara kognitif kita harus mengubah pola pikir kita, mungkin saja orang lain mengalami masalah sehingga tidak bisa hadir tepat waktu, Kita memerlukan orang lain untuk membantu kita merubah pola pikir dan tingkah laku, Tipe kepribadian tidak bisa dirubah, tapi tingkatnya bisa dikurangi menjadi hampir seimbang.
3.        ASPEK KOGNITIF
·         Alternatif/kreatif
·         Sense of humor
·         Tepat dan akurat (time managemen bagi orang-orang yang tidak teratur soal pembagian waktu, orang yang mudah bersyukur tidak perlu diminta untuk bersyukur, karena dia sudah biasa bersyukur,  jadi semua tergantung tipe kepribadian)
·         Ukuran harga diri. Harga diri kita terletak pada apa? Pekerjaan, keluarga, teman-teman, teman hidup?
Stress memang harus dikelola dengan baik, supaya tidak depresi
4.        ASPEK EMOSI
·         Vitamin jiwa: love, care(perduli), attention (perhatian), acceptance (diterima), security (rasa aman). Hal-hal ini bisa kita dapatkan dari teman-teman akrab,  teman KTB, kita merasa aman menceritakan hal-hal yang kita tidak ingin orang lain tahu.
·         Menolong Orang Lain. Kita akan sulit menolong orang lain jika sulit bersyukur. Hati yang bersyukur akan mendorong kita menolong orang lain, melihat dari sisi orang lain bukan dari sisi saya.
5. ASPEK FISIK
·         Makanan sehat, lebih banyak makan buah-buahan.
·         Olah raga juga perlu menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan
·         Relaksasi (dengan relaksasi membuat kita rileks, nyaman sehingga hormon kortisol itu turun dan membuat kita mampu berpikir lebih kreatif)
·         Hobi yang kita lakukan akan membuat kita rileks (mis.bernyanyi, menikmati alam dll)
Apa yg Tuhan lakukan dalam hdiup Elia?
·         Tuhan memulihkan dia secara fisik, makanan dan minuman (di ayat 4 Elia meminta supaya ia mati saja, semua keluhan Elia,  Tuhan tidak menjawabnya hingga Elia tertidur. Tuhan menyediakan makanan dan minuman bagi Elia (ayat 6 dan 7) Secara fisik, perhatikanlah makanan pada saat stress,, banyaklah makan buah.
·         Tuhan menemani  Elia dan bertanya “Apa kerjamu disini hai Elia?” Ketika seseorang stress, dia membutuhkan teman. Dan perlu ditanyakan “apa yang dia butuhkan?”.Allah mengingatkan lagi tujuan Elia
·         Tuhan memberi tugas yang lain (ayat 15), Elia harus mengurapi Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel dan Elisa menjadi nabi menggantikan dia.
Jangan menghindari stress, stress itu baik jika dikelola dengan baik.


SOLIEDO GLORIA

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...