Jumat, 12 Juli 2019

ESKPOSISI HAGAI (SALAH PRIORITAS)

Oleh : Borasida Sihombing, MDiv




Kitab Hagai ditulis sekitar 520 SM, di Kkitab Ezra dikatakan bahwa Zakaharia bernubuat dalam nama Tuhan untuk membangun Bait Allah. Hagai  berisi Kumpulan empat berita dimana dalam kurun waktu 3 bulan (Bulan ke enam (elul : Agustus-November ) – bulan ke sembilan (kislew : November-Desember). Beritanya adalah :

1.   Berita I :  (Hagai 1;1:14) tanggal 1, bulan 6 :berita mengajak orang Yehuda untuk membangun kembali Bait Suci
2.   Berita II (Hagai pasal 2:1-9) tanggal 21, bulan 7 berita tentang kemegahan Bait Suci
3.   Berita III : tanggal 24, bulan 9 memberitahukan tentang orang-orang najis yang ikut membangun Bait Suci
4.   Berita IV : tanggal 24 bulan 9 , menyampaikan janji Tuhan kepada Yerubabel
Saat ini kita akan fokus pada berita yang pertama tentang membangun Bait Suci. Inti dari kitab Hagai adalah mengajak orang Yehuda untuk membangun kembali Bait Allah. Hagai menggerakkan rakyat Yehuda untuk membangun kembali bait Allah

A.   SEJARAH ISRAEL

1.   FASE  1 (PENAKLUKAN KANAAN DAN RAJA-RAJA)

Fase ini berbicara tentang runtuhnya temboknya Yerikho, pertarungan Daid dan Goliat, Salomo membangun bait suci. Kerajaan Israel pecah menjadi dua (utara  dan selatan), Israel Utara disebut Kerajaan Israel  dengan 10 suku) dan Israel selatan disebut Kerajaan Yehuda (2 suku)  dan di masa ini raja-raja banyak jatuh dalam penyembahan berhala sehingga Allah murka.

2.   FASE  2 (FASE PEMBUANGAN )
Daniel  dibawa Ke Babel dan menghadapi gua singa, ester berada di kerajaan Ahasyweros. Israel Utara dihancurkan Asyur. Israel selatan oleh Babel. Penghancuran bait suci oleh Nebukadnezar . Saat inilah Bait Suci dihancurkan Babel.

3.   FASE  3 (KEMBALI DARI PEMBUANGAN )
Kepulangan Israel ke Yerusalem terjadi dalam  3 gelombang.
Gelombang 1 : rombongan Zerubabel  (bupati Yehuda) bersama Yosua (imam besar).dan termasuk Hagai dan Zakharia (Ezra 1-2), mereka berjumlah sekitar 42.360 orang,  kepulangan mereka karena Raja Koresh digerakkan oleh Tuhan untuk kembali dan membangun Bait Suci..Kitab Hagai ini terjadi pada fase 3

B.   RESTORASI BAIT SUCI
Koresh memberi dekrit untuk membangun Bair Suci, Allah menggerakkan hati Koresh untuk menyuruh orang Yehuda pulang dan membangun Bait Suci. di tahun 537 SM, orang Yehuda masih membangun dengan penuh semangat tapi pekerjaan sangat lambat, dasar Bai Suci selesai dibangun dalam 2 tahun. Setelah itu orang-orang Samaria mulai menghasut orasng Yehuda untuk berhenti membangun Bait Suci. Mereka mulai beralih, pembangunan Bait Suci dihentikan dan mereka mulai membangun rumah-rumah mereka.  Tahun 520 SM Hagai mendapatkan nubuatan dari Allah untuk menyuarakan kembali pembanguan Bait Suci. Dari tahun 520-535 ada 15 tahun penghentian pembangunan Bait Suci. Zerubabel dan Yosua sebagai imam ternyata tidak sanggup menggerakkan orang Yehuda untuk membangun, karena itu Hagai di pasal 1 menyampaikan nubutan itu kepada Yerubabel dan Yosua lebih dulu. Selama empat tahun pembangunan Bait Suci selesai.

C.   TEGURAN HAGAI (AYAT 1-4)

·        Membangun rumah sendiri dari papan dan beratap (ay.4). Hagai mempertanyakan apakah sudah tiba membangun rumah-rumah mereka? Sebuah teguran keras dari Hagai. Mereka bisa hidup senang selama 15 tahun dan tidak perduli dengan Bait Suci yang rusak dan terbengkalai. Mereka salah prioritas, mementingkan diri sendiri dengan menunda pembangunan Bait Suci, Membangun rumah mereka dengan papan pada waktu itu adalah bangunan mahal karena mereka harus mencari kayu yang terbaik. Orang Yehuda mementingkan diri sendiri (egosentris)
·         Menantikan wahyu (ay.2) , mengganggap belum tiba waktunya membangun Bait Suci dan mereka membutuhkan wahyu. Padahal mereka memang kembali ke Yerusalem untuk membangun Bait Suci.
Apakah salah membangun rumah? Apakah membangun Rumah Tuhan lebih rohani dari membangun rumah sendiri? Tentu tidak. Kenapa harus membangun Bait Allah??? Bait Suci adalah lambang kehadiran Allah, satu-satunya tempat perwakilan Allah, hadir bagi jemaatNya. Allah menuntut umatNya untuk memprioritaskan membangun Rumah Suci, karena Alah ingin hadir disana, karena itu Allah ingin RumahNya dibangun lebih dulu.

D.  TEGURAN HAGAI
Hagai menyerukan “perhatikan   keadaanmu” (ay 5 & 7), ia mengajak bangsa Yehuda untuk Memeriksa keadaan rohani. Ada  yang tidak beres dengan keadaan mereka:
·         Ayat 6 (mereka makan tapi tidak kenyang, Minum tidak puas, Paceklik, Kerja keras tidak ada hasil
·         ayat 9 (mereka mengharap banyak, tapi hasil sedikit)
·         “Berkat Tuhan  tidak ada atas mereka” Karena (ayat 9) rumah Tuhan masih dalam reruntuhsan dan mereka sibuk membangun rumah sendiri
·         Bait Allah vs rumah mereka

E.   EFEKNYA???

Ayat 10-11 ketidakhadiran Allah membawa kekeringan bagi orang Yehuda.  Mereka lupa prinsip Mat 6:33 “Carilah dahulu Kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”
Apa yang bisa kita pelajari dari kitab Hagai ini?
1.   SALAH PRIORITAS , perkara rohani tidak menjadi  prioritas
2.   Orang Yehuda “not me” . Kita bisa saja menganggap, itu masalah orang Yehuda, bukan masalah saya.
·         Pengalaman orang Yehuda  mungkin saja sedang mengkritik keras keadaan rohani kita sekarang. Kita punya waktu, punya uang, punya kepentingan tapi apakah punya arah yang menjadi prioritas kita? Apakah kita tetap memprioritaskan Tuhan atau fokus kepada hal-hal yang sudah kita miliki. Memprioritaskan Tuhan bukan berarti kita mengabaikan keluarga, pekerjaan dan pelayanan kita, Tapi kita harus menjadikan Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dalam hidup kita yang terlebih dulu mengasihi kita. Kita perlu berhati-hati supaya ketika Membangun Rumah Allah tidak membuat perpecahan dalam jemaat dan fokus pada kepentingan sendiri.
3.   PB : BAIT SUCI dilambangkan dengan RUPA YESUS KRISTUS (MAT 12:6)
Di PL : bait Allah = kehadiran Allah, Bait Suci dibangun, dirobohkan dan dibangun kembali.Di PB : Yesus adalah bait Allah yang hidup, mengalami 3 fase ; Dia hadir di dunia hidup bersama dengan manusia, Dia dihancurkan diatas kayu salib supaya kita memperoleh keselamatan, Yesus bangkit mengalahkan maut dan memberikan Roh Kudus untuk kita. Kini  kita adalah bait Allah. Di dalam kita, Allah diam dan rindu bersekutu dengan kita, Kita tidak sendiri, ada Roh Kudus yang menolong, membimbing kita supaya dapat menentukan prioritas kita
Ayat 12-14:
Di ayat 12, respon Zerubabel, Yosua dan seluruh rakyat, mereka mendengar suara Tuhan. Ayat 13 Allah berjanji menyertai. Ayat 14 Allah sendiri yang menggerakkan semangat umat untuk pembangunan Bait Suci itu.
Panggilan yang sama bagi kita: Membangun kerajaan-Nya melalui diri yang sudah mengalami restorasi. hari ini kita juga diingatkan untuk memilih lebih tepat prioritas kita. Jangan membiarkan bait Suci di hati kita tetap menjadi reruntuhan. Allah mau berelasi dan hadir dalam hidup kita. Hanya dalam kedekatan dengan Tuhan saja, kita dapat memilih prioritas dengan tepat. Apakah waktu, pekerjaan , keluarga, pelayanan yang Tuhan berikan pada kita mencerminkan Bait suci di hati kita? Apakah Allah sudah menjadi prioritas dalam kehidupan kita?Apakah dalam pekerjaan, kita tetap memprioritaskan Allah atau  kita masih mau kompromi, mengerjakan sesuatu karena kepentingan kita dan tidak berani berkata tidak untuk hal-hal yang salah? Di tengah keluarga kita, apakah Tuhan tetap menjadi prioritas kita? Panggilan bagi kita adalah membangun kerajaanNya melalui diri kita yang sudah dibaharui. Bagaimana kita dapat hadir di pekerjaan, keluarga  dan membawa orang lain mengenal Allah jika kita sendiri tidak baik secara rohani? Jangan membiarkan Bait Suci di hati kita menjadi reruntuhan.



SOLIDEO GLORIA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...