Jumat, 05 Februari 2016

Single atau Menikah??

Oleh : Drs.Hasoloan Marpaung & Desmiyanti Tampubolon, STP 



Mari kita membaca dari 1 Korintus 7:8-9, 32-35

Berdasarkan survey menunjukkan ada beberapa sikap/respon orang yang masih melajang :

1. Hidup menutup diri, orang-orang dalam kondisi ini selalu murung, tidak bergairah dan penuh penyesalan, bahkan ada yang benar-benar menutup diri dan tidak menerima lagi ada seseorang untuk menjadi pasangan hidupnya.
2. Rapuh dan sensitif ,
3. Mementingkan diri sendiri
4. Pergumulan sehubungan dengan masalah sex
5. Kekuatiran akan masa depan, apalagi berbicara tentang masa tua
6. Merasa bersalah, bisa terjadi jika dulu memiliki standar yang terlalu tinggi dalam mencari pasangan hidup
7. Gelisah bila menghadapi pria/wanita
8. Menolak diri sendiri, perasaan ditolak karena penampilan yang kurang menarik hingga akhirnya menolak diri sendiri
9. Kesepian
10. Menerima status lajang sebagai pembentukan Allah untuk menjadi pria/wanita sejati.



Paulus menjawab pertanyaan orang Korintus tentang perkawinan, melajang dan perceraian Dalam 1Kor 7:7 dinyatakan alangkah baiknya jika semua orang seperti Paulus, yaitu tidak menikah, dengan alasan pada 1Kor 7:32-35: Pertama: Memusatkan diri pada Tuhan dan untuk fokus pada Tuhan , sehingga dapat melayani dengan maximal, Kedua: untuk melayani tanpa gangguan, dapat mengambil pelayanan dengan bebas tanpa harus terikat dengan urusan keluarga.



Hal ini tidak berarti ada larangan menikah, karena menikah adalah hal yang baik dan bukan pula lebih “rendah” posisinya dari mereka yang tidak menikah. Tetapi Jika harus melajang pun tetap harus memiliki alasan yang tepat .Dari Matius 19:11-12 ada beberapa alasan kenapa melajang, yaitu:
  • Ada orang yang tidak menikah karena kelainan tertentu (cacat sejak lahir)
  • Karena orang lain (mis.trauma, sakit hati, di istana zaman dulu pengurus istana raja dikebiri)
  • Karena kemauan sendiri (dalam karunia Tuhan memilih untuk sendiri)

Pada 1 Kor 7:8-9 dijelaskan tentang “kawin” dan “kawin lagi”, jadi jelas ada yang single karena melajang dan ada yang single karena sudah menjadi janda/duda (menjadi duda/janda karena kematian, jika bercerai bukan karena kematian, dia harus tetap hidup tanpa pasangannya atau berdamai dengan pasangannya (1 Kor 7:10-11). Bagi Paulus orang-orang seperti ini lebih baik tidak menikah, tetapi diingatkan lagi, hal ini tidak boleh dipaksakan, karena tidak ada nilainya dan yang muncul hanya kehangusan .Jika sampai sekarang masih melajang itu karena ketaatan, penyerahan diri dan kerajaan Allah.Melajang sendiri mempunyai tantangan tersendiri (1 Kor 7:2) yaitu bahaya percabulan, orang Korintus tinggal di sebuah kota yang banyak penyembahan berhala yang berhubungan dengan perzinahan, sehingga pernikahan pada zaman itu tidak dianggap sebagai hal yang kudus, karena banyak yang sudah menikah melakukan perzinahan dalam penyembahan berhala, dan menimbulkan pemikiran apakah jemaat lebih baik melajang.Melajang atau menikah punya tantangan dan pergumulan masing-masing.


Kenapa kita harus menikah nanti akan dijelaskan lebih lanjut.Jika kita yakin akan menikah, pertanyaan berikutnya adalah dengan siapa anda akan menikah? 2 Kor 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap”. Semua orang percaya pastilah menginginkan pasangannya memiliki karakter kuat dan bertumbuh dalam Tuhan dan mengejar kekudusan. Tapi dalam masa menanti pasangan hidup yang sudah didalam Tuhan inilah banyak yang jatuh dengan pilihan yang salah. Pada kenyataannya, tidak sedikit yang menganggap memilih pasangan hidup sebagai perkara enteng “yah memang karakter dan kesalehan itu penting, tetapi kupikir pacarku juga cinta Tuhan…tentu dengan caranya sendiri”,”dia baik, rajin ke gereja, dia mendukung saya tetap melayani,dia tidak merokok” menjadi alasan klise ketika ditanya tentang kehidupan iman pacarnya, menghabiskan energi untuk menutup-nutupi ketiadaan iman dan kelemahan pacarnya supaya bisa diterima oleh teman- teman dan komunitasnya. Kelemahan para pria lebih terpikat pada wanita yang cantik, Amsal 31 sudah mengingatkan untuk memilih seorang istri yang lebih banyak bobot dalam perkara-perkara yang kekal (‘Istri yang cakap siapakah mendapatkannya? Ia lebih berharga dari permata’ Amsal 31:10). Faktanya tubuh perempuan mengalami perubahan lebih cepat daripada karakternya . Jika kita mendapatkan pasangan yang cantik/ganteng dan bertumbuh didalam Tuhanitu adalah sebuah berkat yang luar biasa, tetapi penampilan fisik jangan menjadi prioritas utama dalam memilih teman hidup.


Jika dia bukan jenis pria/wanita yang mendasarkan hidupnya pada misi kudus saat berpacaran, apa yang akan membuatnya mengejar kekudusan setelah resepsi pernikahan? Banyak yang dengan gampang menganggap bahwa nantinya pasangannya itu pasti bisa bertobat, bisa berubah lebih baik, bisa taat pada Tuhan, dan kenyataannya banyak terjadi kegagalan dan luka selama pernikahan itu. Pastikan anda mengenali calon pasangan anda dengan baik, sehingga tidak melangkah ke pernikahan dengan tergesa-gesa, orang yang berhikmat bersedia menunggu, sabar, memutuskan tanpa berpikir atau bertindak diatas dasar perasaan yang sedang berkobar-kobar memang menggoda tetapi bodoh (Amsal 29 :20 “Kau lihat orang yang cepat dengan kata-katanya, harapan lebih banyak bagi orang bebal daripada bagi orang itu” ). Memutuskan menikah dengan tergesa-gesa sama seperti memutuskan mendaki gunung Everest tanpa latihan, tanpa mempersiapkan perlengkapan apa yang perlu dibawa seperti berapa paku pemancang untuk mendaki, sepatu apa yang harus dipakai, berapa banyak jaket pelindung dan penutup kepala untuk menahan dinginnya gunung Everest.


Bagaimana mengisi masa penantian dengan bahagia dan penuh makna ?
  • Berdoa (Mat 7:7-11), jika kita yakin menikah mari mendoakannya dengan sungguh-sungguh
  • Tujuan seorang Kristen adalah menjadi serupa dengan Kristus
  • Matangkan pemahaman tentang pernikahan Kristen sesuai dengan rancangan Tuhan
  • Menjalin friendship, mengenal keunikan dan bergaul dengan lawan jenis secara positif
  • Terus belajar untuk peka akan kehendak Allah
  • Bertumbuh dan melayani tanpa gangguan
  • Atasi dorongan sexual dengan datang kepada Tuhan
  • Hadapi tuntutan keluarga dengan menunjukkan teladan , berikan penjelasan kepada keluarga supaya mereka mengerti konsep kita, jangan menghindarinya
  • Jadilah pria/wanita sejati bukan patung dingin
  • Trust and obey
Sekarang kita berbicara mengenai pernikahan, kita membaca dari Kejadian 1:26-28. “God blessed them and said to them , be fruitful and increase in number; fill the earth and subdue it . Rule over the fish and the birds of the air and over every living creature that moves on the ground” (ayat 28 versi NIV).Ini adalah cara Tuhan memakai manusia untuk memimpin bumi, mengelola seluruh semesta, jika manusia tidak jatuh kedalam dosa pasti tidak ada illegal logging, kerusakan alam.

Hakikat Pernikahan Kristen adalah : komitmen total diantara seorang laki-laki dan seorang perempuan dihadapan Tuhan dan sesama. Dasar Pernikahan yang baik :
Kesadaran bahwa pernikahan adalah kemitraan mutual yang melibatkan Tuhan (FirmanNYa) secara proaktif dalam segala pengambilan keputusan (tidak ada satu keputusan penting dalam hidupnya yang tidak disesuaikan dengan kehendak Tuhan)
Merupakan rencana ilahi yang special
Pernikahan Kristen ; Perjanjian (covenant) ‘to love and to be loved’ dicintai dan mencintai
Menurut R.C. Sproul : pernikahan bukan hasil dari suatu perkembangan kebudayaan manusia. Institusi pernikahan ditetapkan seiring dengan penciptaan itu sendiri. Menurut John Stott: perkawinan bukanlah temuan manusia . Ajaran kristen tentang topik ini diawali dengan penegasan penuh kegembiraan bahwa perkawinan adalah gagasan Allah, bukan gagasan manusia. Perkawinan sudah ditetapkan sebelum masa kejatuhan manusia ke dalam dosa. For married and to be married couple (bagi orang-orang yang akan menikah ataupun yang telah menikah harus sungguh-sungguh mencermati keberadaan Allah (Pay close attention to God’s existence), serahkan (surrender) semua otoritas dalam lembaga ini kepada Tuhan ( FirmanNya) pengambilan keputusan melalui trialog bukan dialog (suami, Isteri dan Tuhan), komitmen perjanjian sumur hidup(hal ini berarti tidak ada perceraian, sekalipun disakiti akan tetap bertahan, tidak ada alasan untuk tidak menepati janji). Kenapa?? Karena janji ini bukan hanya janji pada lembaga tetapi janji pada Tuhan bukan pada manusia, karena itu bergantung pada kekuatan Allah dalam menjalani pernikahan. 


Pernikahan Kristen pada dasarnya juga adalah suatu kesaksian(kesaksian Kristen melalui wadah keluargayang menjadi teladan/pola),merupakan tempat persiapan dan latihan anak-anak menjadi suami isteri dan orang tua (anak-anak akan belajar dari orangtuanya, jika orangtuanya tidak mengasihi, maka anak-anak pun kurang mengasihi, jika orangtua sulit memberi, maka anak-anak pun akan demikian),Gained patron implemented (pola yang didapat dalam keluarga akan menjadi pola anak-anak), Pasangan nikah merupakan reflektor kasih bagi anak(apapun yang dilakukan orangtua bagi anak-anak itulah persepsinya tentang kasih Allah). Kerena itu lakukan dimensi kasih Allah dalam pernikahan melalui: sikap yang penuh peduli, tanggungjawab, disiplin, murah hati, respek (menghargai),pengenalan forgiving (pengampunan)


Tujuan pernikahan Umum : psikologis (membutuhkan pasangan), menghindari kesepian/kesendirian,memenuhi kebutuhan biologis (sex), memberi rasa aman, menghasilkan keturunan. Tujuan pernikahan Kristen : pertumbuhan (agar suami isteri melayani Allah dan menjadi berkat bagi sesama), menjadi semakin serupa dengan Kristus,God’s new society mengimplementasikan kasih Allah /love new society),menjadi semakin serupa dengan Kristus, sanctification (pengudusan “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1Ptr 1:16 ). Syarat pertumbuhan, sudah menerima pengampunan Kristus sehingga mampu mengampuni anggota keluarga yang tidak sempurna, mampu beradaptasi (memahami bukan memaksa, memberi bukan menuntut, menerima kekurangan/kelemahan pasangan.


God’s New Society mencerminkan : menjadi berkat dan kesejahteraan bagi sesama, Allah memilih keluarga jadi sarana mensejahterakan manusia tebusanNya (Kel.Abraham, Isak, Yakub kemudian Maria dan Yusuf ),menghasilkan anak-anak perjanjian (Anak-anak Tuhan) mengurusi bumi ciptaanNya (Kej 1:26-28). Pernikahan Kristen akan menghasilkan keturunan ilahi (anak-anak tebusan Kristus).


Committed marriage menurut Elizabeth Achteimeier:Total commitment ; dalam semua kondisi dan situasi, komitmen menerima (Roma 15: 7 ”Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah”) ,komitmen secara eksklusif,komitmen secara terus meneruskomitmen yang bertumbuh( Efesus 4 : 13 “Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”), komitmen yang berpengharapan.


Menurut Stephen Tong, manusia diciptakan di dalam sifat relatif (manusia harus hidup di dalam satu hubungan antar manusia secara relatif), manusia diciptakan sebagai bagian dari keseluruhan (manusia bukan dicipta sebagai keseluruhan, sehingga tidak ada seseorang yang bisa melakukan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri), manusia diciptakan untuk menolong dan ditolong(ini adalah dalam arti relativitas sifat ko-operasi). 




Solideo Gloria

Minggu, 24 Januari 2016

Knowing God’s Will

Oleh : Drs.Tiopan Manihuruk, MTh



Setiap hari kita harus membuat banyak keputusan mulai dari hal yang paling sederhana sampai hal yang sangat penting dalam hidup.Setiap hari kita memutuskan mau makan dimana, makan apa, bangun jam berapa, berangkat jam berapa, naik angkot apa, mau sms/menelfon siapa.Hidup berarti mengambil keputusan & setiap keputusan menentukan arah kehidupan Setiap pilihan dan keputusan merupakan gambaran siapa sejatinya seseorang itu.orang yang rohani pasti memutuskan yang rohani, menjadi sebuah kontradiksi jika seorang yang kelihatan sangat rohani tapi mengambil keputusan yang salah. Jenjang keputusan yang tertinggi adalah terima Kristus atau tidak, yang kedua menikah dengan siapa (menikah dengan yang benar anugerah, menikah dengan yang salah musibah), ketiga bekerja dimana, keempat mau melayani dimana, kelima bertempat tinggal dimana.Sebagai orang percaya maka setiap keputusan harus sesuai dengan kehendak Allah. Kol.1: 9-12; Mt.6: 10; 26: 39. Dari Mat 6:10 “datanglah kerajaanMu jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga” dan Mat 26:39 ”..tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” artinya pertama :ada doa, ada permintaan, ada ambisi tetapi kita mau menghadirkan Kerajaan Allah dibumi seperti di surga, kedua belajar dari Kristus yang berkata “seperti yang Engkau kehendaki” berarti ada penundukan diri, sikap penyangkalan diri supaya kehendak Allah terjadi di bumi. Matius 6:10 akan terjadi jika kita tunduk seperti Kristus tunduk pada Bapa. Mari kita baca Kol. 1: 9-12, Pentingnya hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna (ay. 9b).Ini adalah pernyataan paulus tentang orang beriman di Kolose (Kol1:3-5) karena iman, kasih dan pengharapan jemaat Kolose, maka Paulus tak henti-hentinya berdoa dan bersyukur,doanya adalah ayat 9-12. Ayat 9, tanpa hikmat dan pengertian yang benar tidak mungkin orang mengetahui kehendak Allah. 

Hikmat berarti takut dan hormat pada Allah, menjauhi segala kejahatan ditambah pengertian yang benar yaitu firman Allah, inilah yang membuat orang bisa mengerti kehendak Allah. Jika kita tidak taat, tidak berpatron pada pengertian yang benar, kita tidak akan mengetahui kehendak Allah.Persekutuan pribadi kita dalam doa dan firmanlah yang mendasari kita mengerti kehendak Allah.Jika hal Inil dilakukan maka: Pertama : Hidup berkenan kepada Allah dalam segala hal (ay. 10), karena kita berhikmat, kita tahu kehendakNya, menjauhi yang jahat maka hidup akan memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, akan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (ay. 11) dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa yang melayakkan untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang (ay. 12)Kendala mengetahui kehendak Allah : yang pertama pikiran manusia yang terbatas dan rancangan yang berbeda dengan Allah. lih. Yes. 55: 8-9. Pikiran manusia yang terbatas, hidup manusia didistorsi oleh dosa dan rancangan manusia berbeda dengan rancangan Allah sehingga kita sulit mengerti kehendak Allah, seperti dalam Yes 55:8-9. Jika kita bergaul akrab dengan Allah kita akan semakin tahu kehendakNya. 


Kedua: Alkitab tidak jelas berbicara untuk semua hal atau kasus. Dalam memilih pekerjaan, tidak jelas kehendak Tuhan kita harus bekerja sebagai apa, dalam memilih teman hidup juga, tidak ada firman Tuhan yang secara khusus menunjukkan siapa teman hidup kita, sehingga hal ini menjadi sulit. 


Ketiga : kita berjuang menghadapi prinsip-prinsip yang salah di sekitar kita dan juga terkontaminasi oleh keinginan daging. bd. Rom. 12: 2; Gal. 5: 16-18, 24-25. Prinsip yang salah itulah perjuangan kita, di Rom 12:2 dikatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah” Kehendak Allah benar, sempurna tetapi kita dipengaruhi oleh nilai hidup kita, budaya kita yang sering menganggap kekayaan adalah ukuran keberhasilan. Gal 5:16-18 keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh sehingga kita harus dipimpin oleh Roh (18), menyalibkan keinginan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (24), inilah menjadi rahasia mengetahui kehendak Allah. Keempat :pilihan tidak sebatas hitam-putih dan gray area tetapi kewajiban memilih salah satu diantara yang baik dan benar .Level 1 adalah memilih antara yang hitam dan putih, level kedua lebih sulit karena memilih di grey area, dan level ketiga adalah memilih satu diantara banyak yang baik dan benar yang sesuai dengan kehendak Allah.Contoh ada tawaran 2 pekerjaan yang sama-sama bagus, sama-sama pas dengan jurusan dan kita sama-sama bisa melakukannya, dalam hal inilah diperlukan kepekaan rohani untuk memilih.


Beberapa cara tuntunan Ilahi dalam Alkitab, yang pertama: Allah secara langsung menyatakannya melalui :


a.Mimpi. Ada 16 x dicatat oleh Alkitab. Misl: Kej.20: 3; 41: 7; Dan.2: 2; Mt.2: 12
b.Penglihatan (visi). Zakharia (Lk.1: 22); Ananias (Kis.9:10); Kornelius (Kis.10: 3); Petrus (Kis.10: 10-) ; Paulus (Kis.26: 16-19), Ananias diminta Tuhan untuk menggembalakan Paulus yang baru bertobat
c.Melalui malaikat. Kej.16: 7-; 21: 17-; 22: 11-; Kel.3: 2- ; Yusuf (Mt.1: 29); Zakharia (Lk.1: 11); Maria (Lk.1: 26); Gembala (Lk.2: 9). Yusup diminta malaikat untuk memperistri Maria
d.Allah berbicara langsung. 1 Sam.3: 4-; Kis.9: 3
Bisakah hal-hal ini masih terjadi sekarang? Mungkin saja bisa, tetapi sudah tidak lazim lagi, karena ada Alkitab sebagai firman Tuhan. Yang kedua : melalui sebuah perantara: baju ‘efod’ dua hal yang disebut dengan ‘Urim dan Thumim’ (Kel.28: 30),efod digunakan untuk mengetahui kehendak Allah
a.Musa dalam pemanggilan Yosua. Bil.27: 18-23
b.Saul dan Daud. 1 Sam.28: 6; 23: 9-12; 30: 7-8
c.Setelah pembuangan Babel cara ini tidak berlanjut lagi dan kemudian Allah berbicara melalui nabi-nabi.


Cara yang tidak lazim, pertama : Melalui tanda
1.Hamba Abraham mencari istri untuk Ishak. Kej.24:12, hamba Abraham mencari istri bagi Ishak dengan tanda seorang perempuan pertama yang bersedia menimba air untuk dia. Hal seperti ini akan sulit di lakukan sekarang.
Gideon. Hak.6: 17.Gideon meminta tanda bahwa Tuhan menyertai dia. Membuang undi: Yosua.18: 6-8; Ams.16: 33; Yos.7: 14; Im.16: 7-10; 1 Sam.10: 20-21; Ams.18: 18; Kis.1: 26
Cara ini berhenti setelah Pentakosta
Study Kasus. Kis.15:1- 29, ini dilatarbelakangi orang-orang yahudi yang menuntut orang Yunani untuk disunatkan sebagai tanda sudah sungguh-sungguh didalam Tuhan, dan hal ini menimbulkan keributan, maka hal yang mereka lakukan : 
Pertama: Mempelajari situasinya (ay. 7,13). Pikiran harus dimaksimalkan. Mrk.12: 30; 2 Tim.2: 7; Ef.5: 15,17, para pemimpin jemaat melihat situasinya, mempelajari dengan memaksimalkan pikiran. Hal ini dapat kita lakukan dalam memilih pekerjaan, dimana kekuatan dan kelemahan pekerjaan ini, atau jika ada 2 masalah di kantor, lakukan analisa dengan tajam sebelum mengambil keputusan. Dalam memilih teman hiidup, lakukan pendekatan diam- diam untuk mengenalnya lebih baik. 


Kedua : Diskusikan dengan yang lain (orang yang lebih mengetahui dan lebih dewasa rohaninya). lih. ay. 6, 22, 25. Kita bisa menanyakan orang yang lebih senior apa solusi dari masalah, karena mereka lebih tahu, lebih berpengalaman dan sudah menang dalam masalah ini. 


Ketiga : Melihatnya dengan Firman Tuhan. ay.15-17. Kis.16: 6-7, standar kita adalah firman Tuhan bukan apa kata orang. Orang dunia membenarkan yang biasa, kita mebiasakan yang benar. Jika kita membenarkan yang biasa berarti ada kompromi dengan dosa.
Keempat : Membuat keputusan terbaik yang memungkinkan. (ay.10,28-29). Akhirnya rapat memutuskan sunat tidak wajib bagi orang-orang Yunani. Jika kita harus memilih pilihlah sebuah keputusan yang paling minim dampaknya, kecuali sesuatu yang radikal seperti Sadrakh< mesakh dan Abednego yang harus memilih antara perapian dan menyembah patung. Kalau kita tidak harus keluar dari pekerjaan, kita dapat memilih dimana kita tidak berbuat dosa. Keempat : Yakin bahwa itulah keputusan yang terbaik (ay.22, 25, 28), pilihlah hal-hal yang memenuhi yang prinsipil.

Beberapa Prinsip Umum

Yakini visi dan panggilan hidup. – Neh. 1: 1-5; Kis. 26: 19;Flp. 3: 4-11, visi menentukan arah hidup, tujuan hidup, kemaksimalan hidup dan rela bayar harga, Nehemia meninggalkan istana yang nyaman demi visi tembok Yerusalem. Visi kita menentukan kita mau kerja dimana, bukan melayangkan lamaran kerja ke semua kantor dan mana yang dijawab itulah kehendak Tuhan. Pilihlah teman hidup yang dapat memaksimalkan kita mewujudkan visi
Pertimbangkan semua keputusan berdasarkan visi dan nilai hidup. ‘The way you think is the way you will live’. Orang yang rohani bukan memilih apa yang enak dan mudah melainkan apa yang benar meskipun sulit. Jika ‘gray area’ apakah condong dilihat hitam atau putih?. Kita harus memilih apa yang benar sekalipun sulit karena itulah kehendak Allah.Mari memandang grey area lebih condong ke hitam daripada condong ke putih.




Jumat, 15 Januari 2016

Jemaat Mula-mula

Oleh Drs. Tiopan Manihuruk, M.Th

Kisah Para Rasul 2:41-47

Kisah ini adalah peristiwa setelah hari pentakosta (Kis. 2). Jadi ada karunia yang Tuhan berikan. Dalam ay 8-10 dikatakan, “Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.” Mereka berbicara dengan bahasa yang bukan bahasa mereka. Ini bukan bahasa Roh, tetapi bahasa yang diberikan oleh Roh. Tuhan memberikan karunia ini karena waktu itu banyak orang, termasuk dari Roma, sedang berkumpul di Yerusalem. Peristiwa ini adalah penggenapan dari Yoel pasal 2 (band. Kis 1:8).

Beberapa orang menyindir peristiwa ini dengan mengatakan bahwa mereka mabuk (13). Tetapi kemudian Petrus bangkit dan menyatakan bahwa mereka tidak mabuk. Petrus kemudian melanjutkan dengan pemberitaan mengenai Kristus kepada mereka. Banyak diatara mereka yang akhirnya percaya dan memberikan diri di baptis (40-41). Ada sekitar 3000-an orang yang percaya, dan ini hanya laki-laki. Tradisi orang Israel tidak menghitung perempuan. Orang yang percaya ini kemudian memberi diri mereka dibaptis. Mereka inilah yang disebut dengan Jemaat mula-mula.

Komunitas jemaat mula-mula ini adalah jemaat dengan persekutuan yang dinamis dan membangun. Ciri ini berlaku untuk personal dan komunitas. Sebagai seorang pribadi yang percaya, kita harus memiliki ciri ini sekaligus sebagai sebuah komunitas dimana kita ada, juga harus memiliki ciri ini.

Dalam Kis 2:41-47 kita akan melihat bagaimana kehidupan jemaat mula-mula ini. Mereka adalah jemaat yang ‘bertekun’ (42). Dalam terjemahan NIV kata yang dipakai untuk ‘bertekun’ adalah ‘devoted’ bukan continue. Kalau continue penekananya adalah rutinitas sedangkan devoted penekannya ada hal rutinitas dan juga ada hati yang terus tunduk. Jadi orang yang devoted betul-betul punya kerinduan, kehausan, dan komitmen untuk taat.

Jemaat ini ‘devoted themselves’ kepada empat aspek.

Pertama, devoted themselves to the apostles’ teaching. Mereka tekun kepada pengajaran rasul-rasul, yaitu firman Tuhan. Roh Allah memimpin umat itu tunduk kepada kebenaran firman Tuhan. Ada sinergitas di sini. Sebagai orang percaya mereka tetap bertekun kepada firman Allah, tetapi tetap dikombinasikan dengan pekerjaan Roh di dalam diri mereka. Jadi untuk beriman kepada Kristus pekerjaan Roh, ketika mereka memberi diri dibaptis pekerjaan Roh, dan ketika mereka mau bertekun kepada kebenaran Firman Tuhan, mutlak juga ada pekerjaan Roh.

Komunitas ini adalah komunitas yang belajar (learning community). Belajar disini bukanlah sesuatu yang dikondisikan tetapi sesuatu yang sudah menjadi sifat dalam pribadi atau komunitas tersebut. Mereka mau belajar dan diajari. Salah satu yang perlu dibangun dalam persekutuan adalah bagaimana ketekunan kita belajar firman Tuhan. Dalam Kol. 2:6-7 dikatakan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kita harus melatih komunitas maupun pribadi kita menjadi komunitas (atau pribadi) yang tekun belajar agar komunita dan diri kita menjadi komunitas dan pribadi yang bertumbuh.

Belajar firman Tuhan sangat penting. Dalam Rom. 10:17 dikatakan,“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Baca juga Maz. 119:9-11; 2Tim. 3:16). Kita bisa betahan menghadapi arus dunia yang semakin kencang ini hanya jika kita bertekun dalam pembelajaran akan firman Tuhan. bagaimana kita bertahan untuk hidup kudus adalah dengan tekun belajar firman Tuhan. Mari menjadikan tahun 2016 ini sebagai tahun untuk semakin tekun belajar akan firman Tuhan.


Kedua, devoted themselves to the fellowship. Jemaat ini mengomitmenkan diri mereka kepada persekutuan. Kata yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah ‘koinos’ yaitu persekutuan yang diikat dalam dua aspek, makanan jasmani dan makanan rohani. Inilah persekutuan kasih (loving community). Bukan hanya makanan, dalam artian tidak ada yang kelaparan dan kekurangan, tetapi juga berbagi dalam hal pengalaman rohani. Di hal yang kedua ini kita sering tidak melihatnya dalam persekutuan kita. Kita sangat sulit sangat bersaksi dalam pengalaman rohani. Jika dibuka ruang kesaksian belum tentu ada yang mau. Dan sering sekali kesaksian yang ada pun hanya peristiwa ketika kita menang atau mengalami peristiwa kuasa Tuhan. Jarang ada orang bersaksi dimana dia jatuh ke dalam dosa dan bergumul lama dan akhirnya bisa menang. Kegagalan juga penting untuk dibagikan agar orang lain jika mengalami kegagalan yang sama bisa dikuatkan dan bangkit.

Sebagai komunitas kasih, jemaat mula-mula biasa membagi apa yang mereka punya di dalam Allah. Kemudian mereka membagikan kepada orang lain dalam kemurahan. Dalam 1Yoh 3:18 dikatakan, ”Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Kita bisa memberi tanpa mengasihi tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. Kita harus mengevaluasi bagaimana hidup kita menerapkan hal ini. Mari melihat dan berharap bagaimana komunitas kita jangan sampai mengabaikan orang lain, dimana ada orang yang tidak bisa makan karena tidak punya uang, di sisi lain ada orang yang setiap hari makan di restoran. Atau ada yang sakit, tetapi kita tidak tahu sama sekali. Jadi ada sebuah komunitas dimana kita mengomitmenkan diri kita dalam persekutuan kasih, apakah di KTB atau komunitas lain dimana kita berada. Jangan sampai persekutuan kita menjadi persekutuan yang banyak berbicara mengenai kasih tetapi kehilangan kasih.

Persekutuan kasih juga meliputi prinspip pengampunan dimana kita saling mengampuni satu sama lain. Jangan sampai ada rasa benci terhadap sesama yang menjadi pengganjal dalam persekutuan kita. Ingatlah ketika kita berdoa Doa Bapa Kami, “ampunilah kesalahan kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami...”. Mari serius ketika kita mengucapkan doa ini, bukan sekedar ucapan di bibir belaka.

Ketiga, devoted themselves to the breaking of the bread. Mereka juga mengomitmenkan diri mereka membagi dan memecah-mecahkan roti. Orang Israel biasa memecahkan roti karena makanan mereka adalah tepung yang bercampur ragi dan dipanggang dan kemudian dipecah-pecah. Prinsip yang mau ditekankan dalam bagian ini adalah saling berbagi.

Keempat, devoted themselves to the pray. Jemaat ini adalah jemaat yang berdoa dan menyembah (praying and worshipping community). Dalam banyak persekutuan hal ini menjadi sebuah pergumulan. Ketika acaranya adalah acara pesta ulang tahun atau syukuran, banyak orang datang. Tetapi jika acaranya adalah acara Jam Doa hanya sedikit orang yang datang. Mari mengevaluasi hidup kita akan hal ini. Jika kita adalah pengurus alumni, atau guru sekolah minggu, atau memegang pelayanan apapun, mari melatih diri kita dan komunitas kita untuk berdoa.

Sebagaimana dengan jemaat mula-mula pelayanan kita seharusnya adalah pelayanan yang digerakkkan oleh doa (prayer movement). Mari menjadikan doa sebagai mesin dalam komunitas kita setiap hari. Mari menjadi komunitas yang menikmati kehidupan doa. Yesus berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."(Mat. 26:41). Hidup dengan ‘berjaga-jaga dalam doa’ menolong kita untuk tetap hidup kudus dan bertahan secara rohani. Daniel, dalam setiap kesibukannya sebagai pegawai istana, tetap setia mengerjakan disiplin doanya. Disiplin rohani memerlukan latihan.

Menarik sekali bahwa mereka melakukan empat aspek di atas setiap hari dipelataran Bait Allah (46). Dalam konteks zaman sekarang kita mungkin tidak bisa melakukannya. Tetapi prinsip yang menjadi penekanan disini adalah ‘berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah’. Mereka melakukannya setiap hari.Hal inilah yang ahrus kita latih. Kita juga aharus melakukannya setiap hari. Tidak terbatas pada satu tempat satu situasi saja. Kita bisa melakukannya di mana saja, baik di dalam angkot, ketika di lampu merah, di rumah, ataupun di kantor. Prinsipnya adalah kita melakukannya dalam keataatan dan menjadi sebuah kebiasaan yang baik setiap harinya dalam kehidupan kita.

Selain menjadi jemaat yang bertekun (devoted), mereka juga penuh dengan kekaguman kepada Tuhan karena empat aspek yang di atas ditambah dengan adanya tanda dan mujizat oleh para Rasul. Dipenuhi oleh kekaguman kepada Allah adalah sesuatu yang penting. Sering sekali kita dalam mengerjakan pelayanan, beribadah, atau bahkan rajin saat teduh, tetapi kekaguman kita kepada Allah tidak bertambah. Ketaatan kita kepada Allah tidak semakin meningkat. Bahkan yang terjadi kita masih tetap tinggal di dalam dosa kita yang belum diselesaikan tetapi dengan tenang terlibat dalam pelayanan. Ini adalah situasi yang sangat berbahaya.

Mari belajar agar melalui pelayanan, ibadah, dan persekutuan semakin meningkatkan rasa kagum, hormat, dan ketaatan kita kepada Allah. Ketaatan kita kepada Firman yang kita pelajari makin nyata dalam hidup kita. Kita bertumbuh sejauh ketaatan kepada firman Allah. Semakin taat maka kita semakin bertumbuh. Pengetahuan tidak mengubah orang tetapi ketaatan kepada firman Allah akan mengubah orang. Howard Marshall mengatakan bahwa rasa hormat dan rasa kagum adalah salah satu dampak dari pertumbuhan jemaat yang masih bayi. Semakin kita bertumbuh maka rasa hormat, cinta, dan ketaatan kepada Allah akan semakin bertumbuh.

Jemaat ini juga memiliki persekutuan yang nyata (44-46). Semua orang percaya bersatu dan sama dalam kepemilikian. Mereka saling berbagi satu sama lain sesuai dengan kebutuhan (band. 2Kor. 8:13-15; 1br. 10:24-25). Jangan sampai ada jemaat yang berfoya-foya, tetapi ada jemaat yang kelaparan karena tidak ada makanan yang hendak dimakan.

Kita bisa menikmati hidup kita dengan apa yang ada pada kita (misalnya liburan) tapi jangan sampai pola hidup hedonis. Tetapi apakah kita masih setia memberi perpuluhan? Apakah kita masih setia memberikan persembahan kasih? Jangan sampai kita jalan-jalan ke luar negeri tetapi teman satu PA kita tidak makan karena tidak ada biaya. Tanggungjawab sosial kita dalam kasih tetap harus dilakukan. Betapa pentingnya sebuah persekutuan. Saling berbagi tidak ada yang kekurangan. Jika ada anggota keluarga kita kekurangan, mari membantu mereka. Komunitas kita adalah komunitas yang melakukan tindakan kasih.

Jemaat mula-mula menjual hartanya. Dalam bahasa aslinya, tindakan ini (‘menjual’) memiliki arti selalu dilakukan terus menerus, menjadi sebuah kebiasaan. Jadi bukan tindakan yang hanya terjadi sekali. Maka secara berkesinambungan tindakan ini dilakukan. Hal ini menjadi kebiasaan yang baik,. Suka memberi dan suka menolong. Mereka juga memecahkan roti secara bergilir dan merupakan sebuah pelayanan yang setiap hari mereka lakukan.

Jemaat mula-mula melakukan semua hal ini dengan gembira. Bukan beban atau karena terpaksa. Saat teduh, PA, ibadah, harus juga dalam kondisi gembira. Memberi dan menolong juga. Dalam ay 47 dikatakan, “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kegagalan kita dalam bersaksi mengajak orang datang kepada Yesus karena hidup kita tidak mereka alami kebaikan dan kasih melalui kita. Kata yang dipakai adalah ‘Tuhan menambahkan’. Jadi jemaat ini adalah jemaat yang bersaksi, melayani, dan menginjili – an evangelistic community.

Mereka menjadi jemaat yang evangelistik elalui pengajaran para rasul, kesaksian hidup komunitas, kasih yang mengesankan dalam kehidupan sehari-hari, dan teladan hidup dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Hal inilah yang membuat orang suka melihat mereka, sehingga ada orang bertambah percaya kepada Yesus.

Mari mengevaluasi hidup kita. Jika saudara atau pun keluarga kita yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, mungkin ada yang harus kita evaluasi. Apakah kasih kita kurang mereka rasakan atau kebaikan kita kurang bagi mereka.

Mari menjadikan PAK sebagai komunitas dengan peran ini. Kita adalah building community (komunitas untuk membangun). Wadah bersekutu sesama alumni yang saling membangun. Kita adalahequipping community (komunitas yang memperlengkapi). Kita memperlengkapi alumni agar terus bertumbuh dalam iman dan karakter menuju kesucian hidup seperti Kristus. Kita adalahsharpening community (komunitas yang menajamkan) untuk mempertajam peran dan panggilan alumni sehingga dapat memberikan kontribusi yang tepat dalam keluarga, kerja, pelayanan siswa, mahasiswa dan gereja serta negara (misi holistik). Kita adalahnetworking community dimana kita menjalin dan memelihara kerjasama antar alumni (personal) dan antar persekutuan alumni se-kota/daerah.



Solideo Gloria!

Rabu, 23 September 2015

OKULTISME

Oleh : Pdt. Antony Tarigan


A. Pengertian  OCCULTISME

Occultisme terdiri dari 2 kata yaitu:  ”occult” yang artinya gelap, gaib, misteri atau rahasia, dan” Isme” berarti paham atau pandangan Occultisme berarti suatu paham atau pandangan yang berhubungan dengan hal-hal yang gelap atau gaib. Dalam tulisan ini kita melihat occultisme dari kacamata kekristenan. Kalau kita berbicara mengenai kuasa gelap kita tidak boleh lepas dengan sumber dari kegelapan itu sendiri yaitu iblis.
Mari membaca dari Efesus 6:10-12 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”     (Ef 6:11-12).  Jadi kalau kita berbicara tentang iblis atau kuasa kegelapan yang pertama kali kita tahu bahwa iblis adalah penipu, dalam Yoh 8 :44 “..ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”, cara penipuannya sejak dari Kejadian 3 sampai hari ini, dari segi prinsip tidak ada yang berubah, mungkin hanya bentuk atau metode penipuan iblis.Tujuan kita mempelajari occultisme ini ialah agar kita mengetahui cara penipuan iblis terhadap manusia, sehingga kita bisa lepas dan menemukan jalan keluar.

B. Cara Penipuan Iblis
  1. Menipu manusia dengan cara menyatakan seolah-olah iblis tidak ada. Orang ateis, komunis dan sebagian ilmuan berpendapat bahwa iblis tidak ada. Apa kata Alkitab? “Lalu kata Yesus kepada mereka: Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Luk10:18). Cara iblis menipu adalah dengan mempengaruhi pikiran manusia, seolah-olah iblis tidak ada.
  2. Iblis menipu manusia seolah-olah iblis yang satu dengan yang lain bisa saling bermusuhan. Bagaimana kata Alkitab? “Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan” (Mar3:23,24). Orang yang sakit diobati oleh dukun A dan berkata telah diguna-gunai oleh dukun B seolah-olah iblis saling bermusuhan, atau ada iblis  lain yang lebih hebat.Iblis dengan iblis yang lain tidak pernah saling bermusuhan atau saling menyalahkan karena mereka satu, sama seperti satu Kerajaan tidak mungkin terpecah-pecah.
  3. Iblis menipu manusia dengan cara mempengaruhi manusia agar manusia belajar tentang Iblis tapi dari sumber diluar Alkitab. Contoh: Belajar Iblis dari media massa (media cetak atau elektronik, media elektronik yang paling banyak menceritakan tentang iblis dan mempengaruhi generasi kita sehingga apa yang mereka ajarkan itu yang tertanam), dari nenek moyang yang diturunkan turun temurun(mis: bermimpi gigi jatuh ada orang meninggal, bermimpi digigit ular akan menikah, anjing melonglong berarti ada setan yang lewat dll), dari agama yang lain (mis: kalau magrib setan keluar dari sarangnya, kalau ada orang meninggal arwahnya masih tinggal dekat rumah, kampung dll), dari dukun/paranormal dll.
  4. Iblis menipu manusia dengan memberikan pertolongan (kebaikan) terhadap kebutuhan manusia secara phisik. Mis: mengobati orang sakit, kalau kehilangan sesuatu bisa ditemukan dengan pertolongan dukun dll. Seolah-olah iblis itu berjasa, sehingga muncul istilah white magic dan black magic. Iblis memang dapat memberi kesembuhan tapi hanya sekedar fisik, begitu kita disembuhkan iblis, roh kita sudah ditawan
  5. Iblis menipu manusia dengan menjanjikan yang indah, tetapi tidak memberitahu akibatnya. Nenek moyang kita Adam dan Hawa diajak Iblis memakan buah pohon yg dilarang Allah. Di Kejadian pasal 3 iblis menawarkan yang indah “menjadi seperti Allah”, tapi tidak pernah diberitahu iblis apa akibatnya. Adam dan Hawa berada di antara 2 hal, percaya apa yang dikatakan Allah atau percaya pada perkataan iblis
  6. Iblis menipu manusia dengan cara menawarkan kuasa kepada manusia itu. Mis: ilmu kebal, bisa menghilang, bisa mendapat kekayaan, kecantikan dll.

C. Contoh Praktek Occultisme
  1. Ulangan 18:9-12.
    1. Mempersembahkan anak laki-laki atau perempuan sebagai korban dalam api. Ada adat membawa anak laki-laki dan perempuan ke pancuran supaya penguasa-penguasa keramat bisa menjaganya atau anak dengan rambut gimbal tidak bisa dipangkas sebelum syarat-syarat tertentu dipenuhi, hal ini  sebuah praktek okultisme.
    2. Menjadi petenung, peramal atau penelaah. Untuk mengetahui nasib/keadaan yang akan datang  (mis: melihat garis tangan, melalui permainan kartu, melalui bola kristal, melalui horoscope, dll. Banyak orang meramal tentang perjodohan, memasuki rumah baru  harus pagi-pagi benar karena kalau matahari sudah naik, rezeki menurun, dll.
    3. Seorang penyihir (ilmu sihir). Dgn kuasa tertentu bisa mencelakakan orang lain.
    4. Seorang pemantra (mulutnya komat-kamit) yang dalam bahasa karo disebut seka-seka.
    5. Meminta petunjuk kepada arwah atau kepada orang mati. Seolah-olah roh orang mati bisa memberkati atau mencelakakan,(Lukas 16:19-32) semua yang meninggal tidak bisa datang lagi ke dunia
  2. Keluaran 20:1-5. Menyembah patung yang menyerupai apapun. Orang Efesus dulunya menyembah Dewi Artemis (Diana), Dewi kesuburan.
  1. Zimat-zimat. Suatu benda yang diyakini bisa berkhasiat. (mis: terbuat dari kayu, emas, batu, besi dll). Ada juga jimat yang berhubungan dgn hari-hari tertentu, angka-angka tertentu (angka 13 dianggap angka sial, sehingga tidak ada nomor bangku atau nomor kamar hotel angka 13). Bahkan ada jimat-jimat yang berhubungan dengan kekristenan.   (mis: kalung salib seolah-olah dapat mengusir setan, sisa roti perjamuan kudus, Alkitab diletakkan di bawah bantal sewaktu tidur untuk mengusir mimpi buruk dll).
  1. Menyembah ciptaan (mis:binatang-binatang tertentu, pohon-pohon tertentu yang seolah-olah ada penunggunya.(band Rom1:18-32). Pohon beringin seolah-olah ada hantunya.
  1.  Mengunjungi dan menyembah kuburan orang-orang sakti untuk mendapatkan berkat dari orang tersebut.
  2. Spiritisme , keyakinan bahwa orang yang hidup masih punya hubungan dengan orang yang sudah meninggal (ada yang kerasukan seolah-olah roh orang mati datang dengan suara dan kebiasaan yang persis sama dengan orang itu semasa hidupnya, permainan jailangkung, berdoa dikuburan meminta berkat kepada orang yang sudah meninggal dll). Bagaimana pandangan Alkitab?  Luk16:19-31, Pengkotbah 12:7 (“dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya”), Ayub7:9 (“Sebagaimana awan lenyap dan melayang, demikian juga orang yang turun kedalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali”)
D. Akibat yang terlibat Occultisme
  1. Tidak mengerti Firman Tuhan (2Kor3:14-16, Luk8:5,12). Setiap mendengar firman Tuhan, iblis langsung mengambilnya, malas dengar firman Tuhan, tidak percaya firman Tuhan
  2. Doanya tidak dijawab Allah (Yer11:14).Jika masih terlibat kuasa kegelapan, doa kita tidak akan dijawab
  3. Berakibat ke keturunan.(Kel20:15). Kuasa kegelapan akan putus jika kita mengalami pertobatan
  4. Sex yang tidak normal (laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita) dan mengalami depresi  (ingin bunuh diri, tidak punya gairah hidup)(Rom1:18-32)
  5. Tidak bisa masuk surga (Wah21:8).
  6. Kadang-ada penyakit tertentu (mis : gila,  epilepsi dll). Tidak semua gila, epilepsi atau penyakit karena terlibat occultisme.
  7. Tidak ada damai sejahtra (Yoh14:27)
E. Bagaimana melayani orang yg terlibat Occultisme
  1. Beritakan Injil Yesus Kristus satu-satunya yang bisa memerdekakan dan menyelamatkan orang yang terlibat occultisme tersebut (Yoh8:36).
  2. Suruh orang itu mengakui semua dosa-dosanya secara jujur satu persatu kepada Tuhan Yesus dan meminta pengampunan kepada Tuhan Yesus. (1Yoh1:9, Yes43:25, Yes1:18 dll)
  3. Kalau ada benda-benda pemberian kuasa kegelapan harus dimusnahkan. Jika sesuatu yang dimakan, kita yakin bahwa Roh Kudus akan menghancurkan, jika bisa dikeluarkan sebaiknya dibakar/dibuang
  4. Suruh orang itu mengundang Yesus menjadi Tuhan dan juruselamatnya secara pribadi.
  5. Yakinkan orang itu bahwa dia sudah menjadi anak-anak Allah (Yoh1:12), dan Allah akan menjagai anak-anak-NYA.
F. Janji Allah bagi orang percaya
  1. Tenung dan mantra tidak mempan terhadap orang percaya (Bil 23:23 “Sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel”).
  2. Roh Allah yang ada pada kita lebih besar dari segala roh yang ada didunia ini (1Yoh4:4 “…sebab roh yang ada didalam kamu, lebih besar dari roh yang ada didalam dunia”)
  3. Jaminan menang (Luk10:17-20), sukacita terbesar bukanlah karena roh-roh itu takluk kepada Tuhan tapi sukacita karena nama kita tertulis di surga.
  4. Memiliki damai sejahtra (Yoh14:27). Damai sejahtera tidak pernah diberikan oleh kegelapan, damai sejahtera diberikan oleh Yesus Krsitus.



Solideo Gloria

Formasi/Struktur Kepengurusan

BPH

Ketua                                           : Fenika S Sinaga, SP
Sekretaris                                   : Ika Damayanti Damanik, SPd.
Bendahara                                  : Samuel Hutajulu, SE


Komisi MBA                                 : Yunita Malau, SE (Kordinator)
                                                         Unggul Hasibuan, ST
                                                         Erayati Ginting, SS
                                                         Dony Andreas Lubis, S.Sos
                                                         Rani Ketaren, SS
Komisi Pembinaan                     : Aris Girsang, ST (Kordinator)
                                                         Juli
                                                         Irekha Olivia Parapat, SS
Team Training                             : Desy Veronika Simanugkalit, SS (Koordinator)
                                                         Mastoria Lusia Panjaitan, SS
IG                                                  : Dedy Sihaloho, ST (Kordinator – IG Wirausaha)
                                                         Purnama Yanti Purba, SS, MM (IG Dosen)
                                                         Riris Sondang Hutajulu, S.Psi (IG Birokrat)

Family Ministry
Ketua                                           : Raymond, ST
Sekretaris                                   : Lenny Sitorus, MK
Bendahara                                 : Rahel Miranda Gurning
Komisi Pembinaan                   : Healthy simanjuntak
                                                      Betty Hutapea
                                                      Fromin Simbolon
Komisi Kelompok Kecil            : Ir. Mimy Franny tobing
                                                      Riadi Sihombing
Komisi Doa dan Sosial             : Moratua Nainggolan
                                                      Rudi H. Tambunan
                                                      Septa Girsang, ST

Persekutuan Medis Kristen (PMDK)
Ketua                                           : dr. Fiora Octrin Purba
Sekben                                        : Ns. Tantri Mawarni Rambe
Dept. Pembinaan                      : Ns. Junjungan Dian Kristika Kudadiri
                                                       Mulia Daniel Sihotang, SKG
                                                              Ns. Ruth Veranita br Barus
Dept. Pengembangan              : Sere Agustina Napitupulu, S.Ked
Dept. Misi                                  : drg. Nancy Hutagalung
                                                      dr. Bangun Hot P. Lumban Gaol

                                                     drg. Juli Medyahta Peranginangin



Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...