Jumat, 20 Oktober 2017

Integral Misssion

Oleh : Ferdinandus Saragih, ST M. Div



Yer. 29:7 “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Misi seringkali dibeda-bedakan antara misi sosial dan penginjilan, sedangkan Yesus sendiri tidak pernah memisah-misahkan misi ini. Dalam Yoh 5, orang yang sakit 38 tahun di kolam betesda, Yesus berkata “engkau telah sembuh jangan berbuat dosa lagi  supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14). Yesus tidak pernah memisah-misahkan misinya menjadi misi penginjilan dan sosial. Ia juga menyampaikan seruan pertobatan setelah menyembuhkan orang sakit.  Dalam Yoh 9, Yesus menyembuhkan orang buta dan dia menjadi celik, dan membuat  ia mengenal siapa Yesus yang menyembuhkannya.

Tahapan proses alumni
Di mahasiswa adalah pondasi untuk mentransfer visi menuju pra alumni yang kemudian memiliki dan mampu mentransfer visi, menjadi alumni baru yang mampu melihat realita, kritikal dalm pembinaan alumni.  Di alumni madya (5-10 tahun) adalah masa tantangan terberat mempertahankan visi sebelum akhirnya menjadi stabil di masa alumni lebih dari 10 tahun yang memiliki pengembangan, pemberdayaan, networking, dapat mencapai hasil/pencapaian visi dan menjadi alumni yang sesuai dengan profil alumni
Profil alumni ideal ada 4:
1.      SPIRITUAL/ IMAN KRISTIANI
2.      MENTAL/ INTELEKTUAL
3.      KARAKTER/ ETOS KERJA
4.      KETERLIBATAN SOSIAL

1.      SPIRITUAL/ IMAN KRISTIANI
·         Kerohanian yang sehat (pemahaman terhadap dasar-dasar iman kristen, christian worldview, christian ethics, personal spiritual life, fellowship spiritual life)
·         Pribadi yang dewasa rohani dalam pemecahan masalah-masalah keluarga, profesi, dan masyarakat, (growing mature)
·         Hati yang melayani (mengabdi) sesuai profesi dan lingkungannya
·         Resource bagi pelayanan gereja dan pelayanan Kristen lainnya (Pemimpin yang trainable, Pembina, Pengajar, Aktivis, Penggerak, Narasumber, Fasilitator, Networking)
Dalam spiritual/iman Kristen alumni seharusnya memiliki profil ideal ini.

2.      MENTAL/INTELEKTUAL
·         Memiliki pengetahuan yang luas terhadap berbagai isu dan tantangan di lingkungan gereja, masyarakat, profesi, bangsa, bahkan dunia
·         Memiliki vision dan kemampuan implementasi (menghidupi visi) dalam kehidupan pribadi, keluarga, pelayanan, profesi
·         Memiliki pemikiran yang kritis dan solusi yang tepat terhadap berbagai isu yang dihadapi di dunia alumni
·         Alumni yang selalu belajar dan mengembangkan diri dalam berbagai  aspek
·         Alumni yang mampu mengembangkan kerjasama dan memiliki kemampuan relasional yang baik dengan berbagai kalangan

3.      KARAKTER/ETOS KERJA
·         Memiliki integritas dalam seluruh aspek kehidupan
·         Memiliki kepribadian yang tangguh (tahan banting terhadap berbagai masalah, tantangan, ideologi yang mengancam kehidupannya)
·         Memiliki etos kerja yang baik (kerja keras, pengabdian, kredibilitas) dalam berbagai profesi di masyarakat
·         Memiliki  kemandirian sikap, yaitu karakter yang kuat dan mempengaruhi, bukan dipengaruhi dan menjadi pengikut
·         Memiliki kepemimpinan yang dapat diteladani (talent management)

4.      KETERLIBATAN SOSIAL
·         Memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara (mampu berpikir- bertindak - berperilaku sesuai kondisi bangsa)
·         Menjadi bagian dalam pemecahan masalah bangsa (kemiskinan, keadilan, moral, etika, kesejahteraan, masalah-masalah kemanusiaan, dll)
·         Alumni terlibat dalam pemecahan masalah sosial, dengan berbagai peran misalnya: pemikir, penulis, penggerak ide/ gagasan, komunikator, katalisator, negoisator, networker (melalui profesi, lembaga pelayanan, lembaga swadaya masyarakat, institusi negara, dll) baik di lingkungan lokal, maupun nasional
·         Alumni menjadi pelopor dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan memiliki wawasan kesatuan bangsa
Ada banyak alumni yang tidak mengetahui kondisi bangsa Indonesia yang sedang terjadi. Setidaknya memiliki hal-hal yang dapat dia doakan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana mungkin kita dapat menjadi solusi bagi persoalan Negara, gereja, jika pergumulan bangsa dan gereja  saja tidak mengetahui. Bagaimana profil alumni kita dalam 4 profil ideal diatas? Profil alumni itu harus menjadi realitas di mana kita tinggal/bekerja.

TUJUAN INDONESIA
Pembukaan UUD 1945 Alinea 4
a.      Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
b.      Memajukan kesejahteraan umum;
c.        Mencerdaskan kehidupan bangsa
d.      Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian  abadi, dan keadilan sosial
Jika kita melihat Yer 29:7 dan tujuan Indonesia merdeka, bukankah memiliki kesamaan? Untuk memajukan kesejahteraan bangsa. Inilah tujuan Republik Indonesia berdiri.  Di kitab Keluaran, Israel diperintahkan untuk memperhatikan orang-orang asing, sedangkan di Yeremia 29:7, Orang Israel sebagai orang asing, warga kelas dua, diperintahkan untuk mengusahakan kesejahteraan kota dimana mereka dibuang. Kita sebagai warga Negara Indonesia, apakah yang telah kita lakukan?

PROFIL IDEAL INDONESIA
·         Dapat Bertumbuh (tidak terhambat, tidak sakit dan mati) kemudian mencapai Destiny-Nya.
·         Datanglah Kerajaan-MU: Kesatuan & Pembangunan bagi kesejahteraan bersama

3 ISSUES FACING CHRISTIANITY TODAY IN INDONESIA

A.     NKRI : TANTANGAN KESATUAN DAN PEMBANGUNAN
·         Kesatuan: NA vs NS?
·         NA & Kesatuan: UUD 45, Pemilu (1955, 71, 77, 82 dst)
·         Adanya keinginan sekelompok orang menjadikan NA
·         Pembangunan: NA  VS NS?
·         NA & Pembangunan: Sistim Hukum agama
·         NS & Pembangunan: Sistim Hukum yang dibuat Manusia

NEGARA AGAMA
Adalah Negara yang menggunakan hukum Agama sebagai hukum positif berdasarkan Norma-norma salah satu Agama , diberlakukan di Negeri itu
Tidak ada pemaksaan sama sekali bahwa semua orang sebagai individu harus menjadi penganut  agama tersebut.

NEGARA SEKULER
Negara netral dalam permasalahan agama, tidak mendukung yang beragama maupun yang tidak beragama. Negara sekuler mengklaim memperlakukan semua penduduknya sederajat  (agama bisa berbeda-beda), tidak diskriminatip terhadap penduduk beragama tertentu). Negara sekuler: tidak memiliki agama nasional & didefinisikan sebagai melindungi kebebasan beragama. Negara mencegah agama ikut campur dalam masalah pemerintahan, dan mencegah agama menguasai pemerintahan atau kekuatan politik.

INDONESIA adalah NEGARA PANCASILA
Pancasila adalah satu-satunya  Dasar Negara yang Khas dan hanya dipergunakan oleh Indonesia, digali dari khasanah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila menjadi landasan ideal bangsa ini.

Paham Radikal Berkembang di Kalangan Intelektual – Kompas 19/2/16
Peneliti2 LIPI: Paham Radikal menyasar ke kalangan bawah meluas ke kalangan intelektual. Anas Saidi (Penelitian 2015): Radikalisme telah menguasai kampus2 besar di Indonesia.  Bambang Pranowo (LKIP): 500 guru & siswa di Jabodetabek – 76,2% Guru, 845 Siswa menginginkan Syariat Islam, 14% Siswa membenarkan pengeboman. 25% Guru & 21% Siswa mengatakan Pancasila tdk relevan lagi. The Pew Research Center pada 2015 lalu, mengungkapkan di Indonesia, sekitar 4 % mendukung ISIS, sebagian besar anak muda.
Sebagai alumni kita sangat kurang berelasi dengan tetangga kita, terlalu sibuk dengan pekerjaan, pelayanan, dan tidak pernah membangun kepercayaan dengan masyarakat di lingkungan ini. Mari menyempatkan diri berkunjung ke rumah tetangga di hari-hari besar mereka dan menjalin relasi yang baik.

B.      Desa

Lampiran I Permendagri No. 39 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan yang ditetapkan tanggal 2 Februari 2015 oleh Menteri Dalam Negeri dari sumber Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri per semester I Bulan Juni Tahun 2014 disebutkan bahwa Indonesia terdiri dari: 34 Provinsi, 416 Kabupaten, 98 Kota,7.094 Kecamatan, 8.412 Kelurahan dan 74.093 Desa.

Anggaran Desa
Tahun  2015 tiap desa mendapat Rp 500 juta berasal dari RAPBN 2015 sebesar Rp 11 triliun yang dibagi untuk sekitar 73 ribu desa jadi sebesar Rp 124 juta ditambah alokasi dana desa sekitar Rp 400 juta per desa , 46.982.080.000.000 tahun 2016, tahun2017 sebanyak 60 T, rencananya  tahun  2018 menjadi 120 T. Dampaknya :Tak kurang dari 60 ribu KM jalan desa telah dibangun, 60 ribu MCK, 40 ribu saluran irigas, 15 ribu Polindes, 20 ribu sarana air bersih, 1.800 pasar desa, dan masih banyak lagi. (Mendes PDTT)
Desa ini sedang dipersiapkan menjadi kota, perubahan makin cepat, siapa yang menolong kepala-kepala desa untuk membangun, bertransformasi bukan saja menjadi kota  tapi juga transformasi pola pikir, karakter. Bukankah seharusnya kita sebagai orang-orang yang sudah dibina, yang sudah memahami apa arti nilai hidup yang menolong mereka menjalani transformasi berpikir itu?  Tapi ironisnya, banyak alumni berlomba-lomba bekerja di kota. Kesibukan kantor, pelayanan, KTB bisa membuat kita tidak punya waktu berbuat apa-apa untuk kota tempat kita tinggal. Gereja-gereja sering kali tidak memberi bantuan kepada masyarakat miskin. Pemerintah sedang perduli dengan pembangunan desa, saatnya kita juga turun membangun desa.

C.      Bonus Demografi
KEUNTUNGAN ATAU MUSIBAH??
Pada tahun 2020 - 2030 Negara Indonesia akan dihadiahi Bonus Demografi.
·         Bonus demografi dapat dilihat dengan parameter Dependency Ratio  (angka beban ketergantungan) yang cukup rendah, yaitu mencpai 44. Hal ini berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) hanya menanggung sekitar 44 penduduk tidak produktif..

Data Badan Pusat Statistik (BPS) indonesia tahun 2010 menunjukkan Dependency ratio Indonesia sebesar 50,5. Sementara pada tahun 2015 dependency ratio memiliki angka lebih kecil yaitu 48,6. Angka dependency ratio ini akan semakin kecil lagi pada tahun 2020 hingga 2030, yang akan menciptakan bonus demografi untuk Indonesia
Keuntungan :
·         Ekonomi menguat
·         Investasi
·         Kesejahteraan, dll
Kesiapan kita:Keberhasilan dalam memanfaatkan bonus demografi dipengaruhi oleh kesiapan pemerintah (kita) untuk menyiapkan angkatan kerja yang berkualitas. Kualitas tersebut berkaitan dengan peingkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kecukupan gizi. Di daerah Tapanuli banyak kekurangan guru-guru, alangkah baiknya jika mahasiswa keguruan melakukan praktek lapangan ke daerah-daerah yang kekurangan guru ini.
Data BPS tahun 2014 menunjukkan bahwa dari segi Partisipasi Sekolah penduduk Indonesia masih rendah digolongan umur 19-24 tahun. Angka partisipasi sekolah kelompok umur 19-24 pada tahun 2013 masih 20,14%. Walau angka ini telah mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan Angka partisipasi sekolah kelompok umur dibawahnya yang memiliki rata-rata mencapai diatas 60%, masih menunjukkan kesenjangan yang besar. Banyak anak-anak yang putus sekolah di sekolah menengah.
Indeks Pembangunan Manusia INDONESIA (UNDP)
·         Peringkat 110 tahun 2014 (kelima di ASEAN, Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand)
·         Peringkat 113 tahun 2015
Indikator IPM Indonesia:
·         Pertama, tingkat kemiskinan dan kelaparan. UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.
·         Kedua, tingkat kesehatan dan kematian, tercatat sebanyak dua juta anak di bawah usia satu tahun belum menerima imunisasi lengkap. Kemudian, angka kematian ibu sebanyak 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.
·         Ketiga, akses ke layanan dasar. UNDP melihat bahwa hampir lima juta anak tidak bersekolah dan anak-anak di Papua memiliki tingkat dikeluarkan dari sekolah yang tinggi.
Ketika kita membaca data ini bukankah kita juga seharusnya perduli dengan orang-orang miskin, yang tidak diperhatikan dan berjuang bagi mereka?
Kerugian bonus demografi jika tidak ditangani dengan baik:
·         Pengangguran
·         Kemiskinan
·         Penyakit
·         Kematian yang tinggi
·         Kriminalitas
Jika hal-hal ini masih terjadi di Negara kita, dimana panggilan kita untuk mengupayakan kesejahteraan bangsa?

Penutup
Apa kontribusimu? Kita? Apa yang bisa kita lakukan bagi tetangga untuk membangun relasi dengan mereka.apa kontribusi kita membangun pendidikan, kesehatan, menghasilkan bonus demografi yang membangun bangsa.  Perlu revolusi mental alumni kita? Sebagai alumni perlu kita pikirkan apa projek yang harus dilakukan, bukan hanya sekedar mencari kenyamanan.

Remember!
We are living in a fallen world . We  are redeemed people (: righteousness (salt & light) transforming the whole society) Thy Kingdom come (Jer. 29:7)
Apakah kita mau jadi parasit di Republik ini? Kita telah ditebus dengan darah yang mahal, apakah perjuangan yang sudah kita lakukan di republik ini?

There will be a Remnant Committed and faithfull Minority: Yusuf hanya sendiri tapi seluruh Mesir dan bangsa-bangsa diberkati, menyelamatkan umat dan dunia dari kelaparan, Daniel juga minoritas tapi menjadi berkat. Mari menjadi orang yang sisa, yang komit dan taat sekalipun minoritas. SOLIDEO GLORIA

Jumat, 13 Oktober 2017

MENGANDALKAN KUASA TUHAN

Oleh : Pdt.Parlindungan Situmorang, MTh



Keluaran 17:8-16

Amalek adalah bangsa bebuyutan Israel secara khusus  dalam perjalanan di padang gurun keluar dari Mesir menuju Kanaaan. Amalek adalah keturunan dari Esau sementara Israel adalah keturunan dari Yakub. Amalek adalah bangsa yang terbiasa hidup di dalam daerah yang keras, kering dan tentu alam menempa mereka menjadi pejuang-pejuang yang ahli dalam peperangan. Mereka bisa bertahan hidup karena mereka bisa membangun kekuatan secara fisik. Sebagai sebuah bangsa yang mencoba mempertahankan eksistensinya, mereka harus mengandalkan kekuatan perang. Amalek sangat serius mengganggu Israel dan inilah musuh pertama yang harus dilawan Israel dalam peperangan. Dari pasal 15 dapat kita lihat, bahwa setelah Israel mengalami mujizat yang hebat dalam peristiwa terbelahnya laut Teberau, nyanyian dinyatakan sebagai sebuah kemenangan. Di Mara  dan Elim mereka menemukan kesulitan, tidak ada air, tetapi di sana Allah mengubah air yang pahit menjadi air yang bisa diminum. Mara/Maria: pahit. Apa yang membuat air itu berubah? Dengan dilemparkan sepotong kayu, lalu air pahit berubah menjadi manis. Lalu Tuhan mengingatkan kepada mereka, bahwa kesetiaan mereka adalah sumber berkat, kalau tidak taat mereka akan mengalami berbagai masalah.
Bagaimana mereka menghadapi musuh yang sangat hebat ini? Jika dibandingkan dengan Israel sebagai suatu bangsa, apakah mereka memiliki waktu untuk latihan perang supaya setidaknya ada persiapan untuk menghadapi perang. Kalau dilihat dari perikop sebelumnya, mereka dikejar oleh tentra Mesir, dan didepan mereka ada laut Teberau, Musa dipakai Tuhan untuk membelah laut itu dengan tongkatnya, tidak ada keterlibatan orang Israel, juga pada  ada peristiwa 10 tulah yang terjadi di Mesir,   semuanya Allah yang bertindak. Selama 400 tahun di Mesir sebagai budak, orang Israel tidak pernah berperang. Mereka bekerja dalam penindasan di Mesir. Sampai mereka bertemu Amalek, orang Israel tidak memiliki kemampuan untuk berperang. Musa meminta Yosua untuk memilih orang-orang yang dapat berperang melawan Amalek (Kel 17:9). Dengan kriteria apakah Yosua memilih mereka? Hanya Musalah yang sebenarnya memiliki pengalaman berperang karena bertahun-tahun hidup di istana Mesir. Yosua tidak sedikitpun bersoal jawab dengan Musa, tidak mengeluh dengan situasi apapun. Musa sudah sangat yakin bahwa Allah yang telah memimpin mereka keluar dari Mesir, adalah Tuhan yang bisa diandalkan. Dari pengenalan dan pemahaman Musa dengan karya-karya Allah, Musa yakin akan Tuhan yang dapat diandalkan. Mari kita sebagai alumni berpegang pada mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Keberhasilan-keberhasilan dalam karir, jabatan, adalah amanah yang harus kita syukuri, di sisi lain itu bisa menjadi godaan untuk menggeser fokus kita, pengandalan yang seharusnya tertuju kepada Tuhan menjadi mengandalkan kekuatan sendiri. Allah yang kita sembah adalah Allah yang layak kita andalkan.
Musa menularkan imannya  yang teguh kepada Yosua dengan berkata “Besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang  tongkat Allah di tanganku”(ay 9b). Sejak kapan tongkat itu menjadi tongkat Allah? Itu adalah tongkat yang dipakainya menggembalakan ternak. Tuhan telah memakai tongkat itu menunjukkan kuasaNya dengan mengeluarkan ular dari tongkat itu didepan Firaun, tongkat itu juga telah membelah Laut Teberau. Dengan tongkat itulah Musa akan berdiri menghadapi peperangan. Allah yang kita sembah adalah Allah yang memberi kemenangan, hanya Allah yang dapat kita andalkan. Banyak alumni kita mengalami kemerosotan secara iman, mungkin karena mengandalkan Tuhan dalam hidupnya sudah bergeser menjadi pengandalan diri sendiri.
Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya “(ay 10), Yosua tidak mengeluh tentang keterbatasan SDM menghadapi peperangan, ia taat. Ketaatan adalah keharusan bagi orang-orang percaya. Adam dan Hawa dilarang Tuhan memakan buah pohon yang ada di tengah taman, Tuhan menuntut ketaatan Adam dan Hawa pada perintah Allah. Ketidaktaatan Israel kepada Allahlah yang seringkali membawa Israel kepada masalah.  Kita baca Yoh 14:19-23,  ketika kita berkata mengasihi Yesus di saat yang sama dituntut ketaatan pada Yesus. Ketaatan itu satu paket dengan kasih. Yosua taat, mengerjakan bagiannya, menjalankan apa yang diperintah Musa.
Dalam sebuah perjalanan, kita membutuhkan teman-teman. “Tetapi Musa, Harun dan Hur telah telah naik ke puncak bukit”(ayat 10). Harun dan Hur menopang tangan Musa, ketika tangan Musa naik, Israel menang, ketika tangan Musa turun, Israel kalah. Apa hubungan antara tangan yang terangkat itu menjadi kemenangan? Tangan Musa terangkat sebagai tanda penyerahan total, pengandalan kepada Tuhan. Butuh teman untuk membuat kita bertahan setia dalam Tuhan. Mari terus memiliki sahabat yang bisa saling menopang, terlibat dalam persekutuan/pelayanan, sehingga kita tetap memiliki kehangatan dalam Tuhan. Doa pribadi yang tetap terjaga, penting untuk dipelihara. Israel memenangkan peperangan ini. “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit”(ay 14). Tuhan bekerja secara tuntas dan Amalek di era modern ini tidak di temukan lagi namanya.

Ayat 15 “Tuhanlah panji-panjiku”. Allahlah sumber kemenangan dan firman menjamin kita lebih dari pemenang. Mari menjalani hidup dengan kekuatan seperti ini, jaga kehidupan rohani ini. 



SOLIDEO GLORIA

Kamis, 12 Oktober 2017

Marsipature Huta na be (Martabe)

Oleh : Apni Olivia Naibaho, SE, M.Min



Marsipature Huta na be (Martabe)  memiliki arti mari benahi kampung masing-masing atau yang sebenarnya perluasan dari makna ayo pulang ke desa dan membangun desa. Apa yang kita dapat lakukan untuk membangun kampung halaman tergantung dari titik pukul vokasi kita, dimana potensi kita paling tepat untuk mengambil bagian.
            Yang mendorong saya untuk membangun kampung halaman saya, karena dalam pekerjaan, saya melakukan misi untuk memberdayakan masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, perekonomian, PI dan setelah saya belajar sejarah gereja ketika studi S2 saya melihat bahwa kondisi kekristenan saat ini di tanah Batak banyak mengalami dualisme , tetap beribadah ke gereja tetapi hidupnya tidak lagi sesuai dengan firman Tuhan bahkan banyak yang tidak percaya lagi kepada Tuhan Yesus dan beralih agama.  Petani-petani lebih mementingkan pergi ke ladang daripada beribadah ke gereja.  Yang penting bagi mereka adalah memenuhi kebutuhan hidup padahal tanah Batak dulunya adalah kantong Kristen.  Sebagai orang Batak saya tergugah untuk membangun tanah Batak.                      
            Dan dari hasil survey saya mendapati banyak orang Batak yang berprofesi sebagai petani dan hidupnya masih memperihatinkan karena ditindas tengkulak, sedangkan di Jawa banyak petani yang sudah lebih makmur hidupnya karena memiliki kelompok-kelompok tani dan tidak terikat lagi dengan tengkulak.  Keinginan ini  didoakan untuk mencari tahu kehendak Tuhan untuk kemudian membagikannya kepada pimpinan Yayasan tempat saya bekerja dan kepada orangtua. Setelah meyakini panggilan ini, saya memutuskan untuk belajar cara bertani yang baik dan mengikuti kursus pertanian organik di Sentul, programnya adalah berPi melalui pertanian.

Apa yang membuat dan menguatkan saya mau pulang kampung?
· Sebagai orang yang sudah mengalami keselamatan dan hidup baru di dalam Yesus, sudah seharusnya jadi berkat dimana pun berada dan menjadi saksi Kristus.
· Kis 1:8 → diberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus
· Rom 10: 8-15→ Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik. Kita harus membawa shalom dan keadilan di lingkungan sekitar kita. Ketika petani tidak bisa keluar dari kesulitan ekonomi, tugas kitalah membawa mereka keluar dari kemiskinan mereka.
· Amsal 11:10→ Bila orang benar mujur, beria-rialah kota
· Yeremia 29:7→ “Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”.  Kita harus menjadi berkat bagi kota kita, dengan segala  potensi/talenta dalam diri kita. Setelah yakin, ada janji penyertaan Tuhan
2 .Janji penyertaan Tuhan

· Yosua 1: 5-9→ “…..Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh…”
· Yeremia 1: 4-10→ “…janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau…”
· Matius 6: 25-34→ “Janganlah  kuatir akan hidupmu…”
Kita pasti mengalami kendala, tetapi Tuhan pasti menyertai usaha kita. Awalnya saya memulai pertanian organik ini dengan menyewa lahan dan menyewa petani untuk mengolah tanah dan mengajarkan mereka membuat pupuk dan pestisida organik. Bukan hal mudah untuk merubah pola pikir mereka tetapi saya tetap mengerjakannya hingga saya ikut memasarkan sayur organik yang harganya jauh lebih mahal dari sayur konvensional. Tujuan baik kita tidak selalu medapat respon positif dari orang tapi tetaplah melakukan karena mengutamakan Kerajaan Allah.
 Mat 6:33”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Tetaplah mengutamakan kerajaan Allah dan yang lain akan Tuhan tambahkan.
Mengapa harus MarTaBe
            Untuk menghadirkan keadilan dan syalom Allah bagi mereka yang terpinggirkan. Dengan apa yang ada pada kita, kita bisa memberdayakan masyarakat sebagai wujud  kepedulian kita, sesuai kebutuhan mereka sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Kita perlu memikirkan bagian apa yang bisa anda lakukan dalam hal pemberdayaan masyarakat dan menunjukkan keperdulian kita, sehingga bisa mengangkat derajat mereka dan menghadirkan shalom Allah bagi mereka.  Dimanapun kampung halaman kita, mari memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka
Mengkonfirmasikan kehendak Tuhan
· Pilihan itu baik dan tidak berkaitan dengan dosa yang diketahui.
· Pilihan itu kita yakini merupakan jawaban Tuhan atas doa permohonan kita.
· Keputusan itu sesuai dengan Alkitab dan prinsip alkitabiah.
· Ada damai sejahtera dalam hati kita, dan ada semangat yang sungguh-sungguh untuk melakukannya. Ketika kita mengerjakannya kita mengalami damai sejahtera.
· Kita semakin mengenal Tuhan Yesus, semakin setia dan bersyukur kepada-Nya. Tuhan pasti akan mencukupkan kita dengan segala sesuatu.
· Tuhan sendiri bertindak waktu kita melaksanakannya.
· Tuhan membuatnya berhasil sesuai janji-Nya dan untuk kemuliaan-Nya.
            Apapun usaha yang akan kita lakukan untuk membangun kampung kita percayalah Allah berdaulat menggunakan cara apapun yang dikehendaki-Nya untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada kita, Bagaimana pun caranya, hasilnya, kita harus memiliki  iman dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan dalam hati kita dan kita bersedia dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakannya dengan setia, apapun yang menjadi konsekuensinya dan berapa pun harga yang harus dibayar.

PROFIL SISE
Siantar Sehat dimulai bulan April 2013 Berawal dari keprihatinan melihat kondisi petani konvensional di Sumatra Utara dimana petani masih berhubungan dengan tengkulak atau rentenir yang seakan-akan membantu petani meminjamkan modal tetapi sebenarnya menindas dengan bunga yang cukup tinggi sehingga petani susah hidupnya. Siantar Sehat bermitra dengan petani yang mau bertani secara organik. System organik akan menghidupkan cacing tanah yang menyuburkan tanah.
Sise dalam bahasa Batak artinya tersenyum atau ramah. filosofinya: dengan bertani secara organik, petani binaan. Siantar Sehat akan tersenyum karena terjadi peningkatan pendapatan; pertanian organik ramah lingkungan karena tanah yang diolah subur; pembeli pun akan tersenyum dan sehat karena mengkonsumsi sayur sehat yang diolah secara organik. Ketika bertani dengan system organik, sayur itu akan dijual lebih mahal dan lebih sehat untuk dikonsumsi. Pupuknya juga dibuat dengan menggunakan dari alam dengan cara fermentasi sehingga tidak memakai pupuk sintetis dan pestisida sintetis, semuanya menggunakan yang organik. Tetapi penghalangnya adalah belum tentu petani ini mau mengikuti cara tanam dan pemeliharaan yang sudah kita lakukan.

Visi : Petani makmur sejahtera, bebas dari tengkulak dan tanah yang diolah secara organik pun subur serta masyarakat (pembeli) bisa mengkonsumsi sayur yang sehat
Misi :
· Memotivasi dan mengajak petani konvensional untuk beralih bertanam sayur(bayam, kangkung, dll) secara organik di lahan masing-masing.
· Mengajari cara bertanam sayur, membuat pupuk dan pestisida secara organik yang bahan-bahannya bisa didapat dari alam.
· Mendampingi petani binaan Siantar Sehat mulai dari awal bertanam sayur secara organik sampai panen dan saya yang menjadi distributor yang menjual sayur yang dihasilkan petani.
· Menciptakan pasar sendiri yaitu menjual sayur ke kantor-kantor pemerintah, swasta, sekolah, perbankan, termasuk delivery order ke rumah-rumah di sekitar Pematangsiantar-Sumatera Utara
Sise juga membuat sayur dalam olahan stik sayur. Dengan mencari informasi membuat olahan sayur akhirnya dapat membuat olahan stik sayur ini. Banyak petani malu jika anak-anaknya menjadi sarjana dan kembali ke kampung untuk bertani. Jika kita ingin pulang dan membangun kampung kita jangan malu, kita dapat membenahi kampung kita meningkatkan kesejahteraan kampung kita dan melayani mereka dengan kebenaran firman Tuhan
Pertanyaan diskusi :

· Bagaimana menghadapi situasi yang sudah membuat kita nyaman dan jauh lebih baik di tempat perantauan ? Bagaimana "mematikan ke-aku-an" dalam menggenapi visi pribadi ?
Jawab: Kalau sudah niat pulang kampung dengan visi yang jelas, pasti tidak nyaman lagi di perantauan, hati akan gelisah karena belum eksekusi atau mewujudkan mimpi pulang kampung. Kalau memang sudah nyaman di perantauan, doakan dan cari tahu apakah ini rencana dan kehendak Tuhan untuk tetap di perantauan karena dimana pun kita berapa tetap bisa menjadi berkat.
Visi pribadi di sini maksudnya pulang kampung? Kalau sudah jelas visi yang dari Tuhan dengan segala pergumulannya, otomatis “ke-aku”-an itu pun dengan sendirinya akan hilang karena kita sudah mantap untuk mewujudkan visi yang kita yakini dari Tuhan.
· Mengapa kakak memilih mengerjakan apa yang saat ini kakak kerjakan ?
Jawab: karena saya menyakini ini titik pukul vokasi saya dimana keberadaan saya sebagai orang yang sudah mengalami keselamatan di dalam Yesus, sudah seharusnya menghadirkan keadilan dan syalom Allah bagi mereka yang terpinggirkan. Dengan apa yang ada pada kita, kita bisa memberdayakan masyarakat sebagai wujud kepedulian kita, sesuai kebutuhan mereka sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik.
· Apa tantangan terbesar dalam membangun kampung halaman ? Tantangan terbesar mengerjakan SiSe dan bagaimana mengatasinya ?
Jawab: Tantangan terbesar adalah dari pihak petani sendiri. Saya merasa datang dengan niat baik supaya mereka tidak lagi tertindas oleh tengkulak dengan menawarkan cara bertani secara organik yang jauh lebih baik dan sehat dibanding kimia dan juga lebih menguntungkan karena dengan modal kecil tetapi harga jual lebih tinggi. Walaupun begitu, belum banyak petani konvensional yang menerima tawaran saya untuk beralih ke organik. Memang butuh proses membangun kepercayaan petani ke saya dan dibutuhkan kesabaran. Petani sebagai produsen dan saya sebagai distributor yang membantu memasarkan hasil panen sayur petani. Cara saya mengatasi tantangan dengan terus berelasi dengan mereka sehingga mereka merasakan manfaat keberadaan saya dan nyaman dengan saya bahkan buat petani Sise sudah menganggap saya bagian dari keluarganya.
Hal lain yang saya lakukan agar banyak petani beralih ke pertanian organik adalah dengan mengadakan pelatihan pertanian organik. Petani dari tempat lain datang belajar teori dan praktek ke Blok Songo. Mereka akan mendengar share dari petani Sise tentang manfaat pertanian organik.
· Apa yang membuat kakak tetap tekun melakukan profesi sebagai petani dengan tantangan yang ada?
Jawab: walaupun terkadang ada masa jenuh juga tetapi Tuhan selalu ada jalan untuk buat saya bertahan. Salah satunya dengan masuknya saya ke Duta Petani Muda 2016. Saya tidak menyangka bisa lolos padahal saya merasa yang saya lakukan belum ada apa-apanya dan itu di saat saya hampir menyerah tahun 2016. Allah memberi bonus luar biasa sehingga saya makin semangat dan juga dengan terlibatnya saya di Duta Petani Muda 2016 membuka wawasan tentang pertanian dan bertemu dengan para ahli pertanian yang membantu saya mengembangkan Siantar Sehat (Sise).
· Bagaimana cara saya sebagai alumni baru untuk melakukan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kampung halaman saya. Karena di kampung halaman saya cenderung kurang menghargai orang yang sudah dikenalnya?
Jawab: Gunakan ilmu “muka tembok dan masa bodoh”. Banyak orang yang menganggap saya bodoh apalagi sudah S2 karena pulang kampung dan meninggalkan pekerjaan yang sudah bagus di Jakarta (padahal saya sudah KTP DKI). Tetapi karena orang tua mendukung pilihan hidup saya, dan saya meyakini visi dan misi yang sudah saya gumulkan di dalam Tuhan selama masih di Jakarta, saya tidak peduli apa kata orang. Saya hanya tersenyum dan saya eksekusi mimpi saya dengan menyewa lahan dan bertani sayur organik di sekitar petani-petani konvensional. Tidak usah ambil pusing apa kata orang tetapi yakinkan dulu orang tua mendukung pilihan kamu sehingga hati senang ketika mengeksekusi atau mewujudkan mimpi. Karena yang kamu lakukan adalah untuk kebaikan banyak orang dan nanti dengan sendirinya mereka akan melihat hasil perbuatanmu yang mulia.
· Bagaimana menghimpun dan mengorganisir alumni untuk suatu gerakan misi ini ?

Jawab: Kamu rajin share ke teman-teman untuk mendukung lewat dana, daya dan doa sehingga kamu tidak berjuang sendiri. Kalau di awal, kamu kerjakan sendiri, tidak masalah, jangan langsung putus asa. Terus lakukan visimu dan doakan Tuhan buka jalan. 


SOLIDEO GLORIA

Jumat, 06 Oktober 2017

ISU GLOBAL

Oleh : Herlina Silitonga, MA




Jika kita berdiskusi, topik apa yang akan lebih hangat kita bicarakan? Tentang  Negara, politik, kemiskinan, daripada berbicara tentang pekerjaan, pelayanan, masalah diri kita sendiri? Saat ini kita akan berbicara tentang topik global, bagaimana sikap orang percaya di tengah-tengah isu global ini.
Apa itu isu global ? Isu : permasalahan, global :menyeluruh, mendunia,  Isu Global merupakan suatu permasalahan  dan dampak yang ditimbulkan  mengakibatkan pengaruh yang luas dan serius bagi dunia serta sifatnya menyeluruh.Contoh : Teroris, Penebangan Hutan, Efek rumah kaca, kemiskinan, politik yang berdampak pada perekonomian dunia dan kehidupan rakyat, MEA, hubungan industrial, homoseksual,  pelanggaran hak asasi manusia, dll.  Isu global itu mulai berkembang pada akhir abad 20, awal abad 21, kira-kira tahun 1900an ke 2000. Salah satu penyebabnya itu adalah perkembangan teknologi, IT yang cepat membuat jarak antara Negara dan benua menjadi dekat, dan komunikasi dapat brjalan dengan cepat, sehingga masalah-masalah itu menjadi mendunia. Termasuk Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang kena dampak dari ISU GLOBAL. 
Bagaimana respon orang-orang percaya terhadap masalah-maasalah global ini? Jhon  Stot dalam bukunya mengatakan bahwa akhirnya hanya ada 2 pilihan bagi orang percaya dalam menentukan sikapnya terhadap permasalahan dunia :
·         Pelarian, menyatakan sikap menolak, dengan cara berpaling membelakanginya dan tidak mau tahu. Memilih hadir di gereja dan pelayanan dan menghindarkan diri dari persoalan-persoalan dunia. Ketidaksempurnaan di dunia ini dan masalah-masalahnya dibiarkan saja dengan anggapan semua akan diselesaikan oleh Tuhan pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali
·         Keikutsertaan/komitmen. Melihat masalah dunia menjadi beban dia sebagai orang percaya, karena Allah adalah pencipta seluruh dunia ini. Allah ingin agar seluruh dunia ini menikmati akan kasih dan anugerah Allah. Sehingga jika ada yang tidak baik seperti yang Allah inginkan, akan muncul keprihatinan  yang membawa dia untuk terlibat dalam dunia ini sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan padanya , dengan dorongan kasih Allah sehingga dunia ini mengalami pemulihan, perbaikan. Contohnya Nehemia, melihat persoalan bangsa Israel, hatinya terdorong untuk bangsanya dan melakukan sesuatu untuk melakukan pemulihan. Apa yang sudah kita lakukan untuk peristiwa erupsi sinabung misalnya?  Sebagai orang percaya seharusnya tangan kanan kita memegang alkitab dan tangan kiri kita memegang Koran, karena Allah ingin kita juga berperan di dunia.
1.      Apa itu MEA ?  MEA :Masyarakat Ekonomi Asean, terdiri dari 10 negara.
MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. (Pembentukan pasar bebas). Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat dan untuk menyaingi Negara Tiongkok dan Negara-negara asing.  Selama ini untuk impor barang akan sulit karena ada pajak dan cukai, dengan adanya MEA hal ini menjadi mudah, tahun-tahun mendatang kita akan sering melihat tenaga kerja asing datang ke Negara kita. Penanaman modal asing sangat dibutuhkan untuk menambah lapangan pekerjaan dan kesejahteraan. Melalui MEA, memungkinkan penyebaran barang dan jasa di seluruh Negara asean sehingga kompetensi akan semakin ketat. MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang dan jasa tetapi  juga pasar tenaga kerja professional sperti dokter, pengacara, akuntan dll. MEA akan membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi jabatan serta profesi di Indonesia, demikian juga sebaliknya tenaga kerja Indonesia dapat menjadi tenaga kerja asing di Negara asean lainnya, jika profesionalitasnya memenuhi. Hal ini sedang dan akan terjadi di Negara kita, dan kita tidak bisa menutup mata dari hal ini. Akan banyak peluang sekaligus juga hambatan yang kita hadapi.
2.      Peluang dari MEA
·         Kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia kepada negara-negara lain dengan terbuka. Promosi barang akan dengan mudah dilakukan di beberapa Negara. Kita mempunyai kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas hasil industri Negara kita, termasuk SDM yang berkualitas.
·         MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP (Produk Domestik Bruto) Indonesia.
·         Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya para investor asing yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
·         Bidang Enterpreneurship dan IT menjadi peluang besar di pasar bebas ini.  Bisnis yang berkembang : Bisnis Online (zaman internet, modal tidak besar, dimana dan kapan saja. 5 thn ini meningkat di Indonesia); Franchise; Industri kreatif; Bisnis usaha di bidang jasa (cuci motor/mobil, laundry (karena kesibukan bekerja, tidak memiliki banyak waktu untuk mencuci dan setrika pakaian), bimbingan belajar, percetakan, dll); fashion; dll. Karena itu jangan takut untuk memulai bisnis di bidang ini.
3.      Hambatan
  • Resiko kompetisi akan  muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Indonesia sendiri. Persaingan menjadi semakin ketat jika Indonesia tidak memperbaiki kualitas.
  • Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari sisi investasi, Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat.
4.      Apa yang Perlu Disiapkan?
·         Memiliki kualitas akademis harus  dipersiapkan menjadi yang paling utama
·         Memiliki keterampilan  sbb :  Menguasai Bahasa asing (Bahasa Inggris, Mandarin) dengan melatih kemampuan bahasa Inggris kita dalam percakapan sehari-hari, membuat klub-klub bahasa Inggris. Mampu menyampaikan pesan/presentasi dengan baik dan menarik (kita dapat latih dengan membuat training tentang presentasi yang menarik, penampilan yang menarik perhatian juga penting ketika kita berhadapan dengan orang lain sebagai penghargaan), coding (membuat program-program planning), pemecahan masalah, kepemimpinan dan keinginan berprestasi. Jika kita focus memperlengkapi diri dengan ketrampilan ini, kita akan menang dalam persaingan di MEA ini.
5.      Bagaimana Sikap Orang Percaya?
a.      Menurut Jhon Stott : “Orang Kristen mempunyai dua komitmen. Pertama, komitmen kepada Alkitab sebagai firman Allah yang tertulis. Kedua, komitmen kepada dunia dalam mana kita ditempatkan Allah.” Kita tidak bisa mengabaikan permasalahan dunia ini, tidak cukup hanya mengisi dengan segala aktifitas pelayanan. Bahkan mandat Allah dalam kitab Kejadian salah satunya adalah mengelola bumi. Saatnya kita terlibat untuk berjuang bersama-sama menyelesaikan masalah dalam dunia ini.
  1. Dalam ‘Doa Bapa Kami’ Yesus mengajar kita mendoakan kedatangan keRajaan Allah.
Yang dimaksud Yesus tentu bukan kerajaan sorga, tetapi keRajaan Allah di dunia. Dan Allah akan menjadi Raja di dalam dunia ini jika firmanNya kita berlakukan terhadap isu-isu yang sedang melanda melalui kehadiran anak-anakNya. Melalui kita, Allah menjadi hadir didalam dunia ini, kita hadir dengan nilai-nilai kristiani kita di tengah-tengah dunia, menghadirkan shalom Allah.
c.       Baca 1 Kor 9:25-27, Orang percaya harus punya ‘kompetensi’.
Sebagai rasul, Paulus benar-benar melakukan seluruh energinya untuk melakukan apa yang Allah ingin ia lakukan. Ia membandingkan bahwa bahwa orang dunia yang mengejar mahkota yang fana (ay 25) sungguh-sungguh menyiapkan segala sesuatu di gelanggang supaya menang; apalagi orang percaya yang demi mahkota yang kekal. Tokoh2 dalam Alkitab selalu muncul sebagai orang yang mempunyai kompetensi (Daniel, Paulus, dll), mereka semua bekerja keras untuk sebuah tujuan. Ayat 26-27 à Memiliki kompetensi : tidak berlari tanpa tujuan (memiliki visi), bukan petinju yang sembarangan memukul (kualitas, memiliki strategi), melatih (kerja keras, tekun, disiplin, perjuangan, rela berkorban, dll) .Di zaman Zaman MEA kita harus berkompetensi dalam hal : Bahasa, Penampilan, Attitude, Karakter, Akademis, (seluruh aspek)
d.      Memiliki Kepemimpinan Kristen (Jhon Stott) :Mempunyai visi, Kerajinan Bekerja, Ketekunan,Pelayanan, Displin

Dengan topik ini kita disadarkan bahwa kita hidup di era MEA, dan dengan demikian kita harus berkompetensi, maju, supaya kita bisa menang, menghadirkan shalom Allah, jika tidak, maka kita akan tergilas dalam era ini. SOLIDEO GLORIA.

Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...