Jumat, 19 Mei 2017

Connecting To God

Oleh : Herlina Silitonga, MA


Berbicara tentang connecting to God mungkin adalah hal yang biasa kita dengar, karena sudah kita pelajari sejak kita mahasiswa, atau juga kita tetap antusias karena ingin belajar lagi tentang arti connecting to God. Tema ini sesuatu yang dalam dan indah jika terjadi didalam hidup kita. Relasi kita dengan Allah memberi makna yang dalam. Mari kita baca  Ul 6:5 ; Mat 22:37. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.  Hubungan dengan Allah dihubungkan dengan hukum yang pertama , didasari oleh kasih kita kepada Allah, bukan karena kita sudah lahir baru. Jika kita mengatakan kita mengasihi Allah tapi tidak nyata dalam kebidupan kita, maka akan dipertanyakan apakah benar kita mengasihi. Sama seperti pasangan yang saling mengasihi, tapi mereka sangat jarang bertemu, apakah mereka benar-benar mengasihi?  Membangun relasi dengan Allah adalah Kasih. Wujud kasih Allah dan kasih kita adalah adanya hubungan yang dekat dan dalam satu sama lain. Dimana hubungan itu terjadi karena adanya unsur kesengajaan dari kita untuk menciptakannya. Nyata dalam kehidupan raksasa rohani di Alkitab : Yesus (menyediakan waktuNya untuk bertemu dengan Bapa), begitu juga dengan Daniel dan Daud memiliki relasi dengan Allah.



Connecting with God = menyediakan ruang dalam hidup kita setiap hari untuk mempererat hubungan dengan Yesus. Connecting with God tidak sama dengan menyisihkan waktu untuk baca Alkitab dan berdoa secara rohani tanpa memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan., bukan sebatas aktifitasnya seperti sudah saat teduh dan berdoa. Tapi apakah ketika kita melakukannya, kita mengalami Allah hadir bersama kita. Tentu ini bukan sesuatu yang mudah. Kita bisa saja menyanyikan pujian pada Allah tapi kita tidak mengalami Tuhan secara pikiran, emosi, tingkah laku.

Realitanya apa yang kita rasakan ketika saat teduh kita? Dimana pemikiran, tingkah laku dan emosi kita? Setiap kita berelasi dengan Allah, kita secara utuh menikmati kebersamaan dengan Allah. Kadangkala ketika kita berdoa, pikiran kita bisa ke kantor, mau mempersiapkan makanan. Hal ini sering tidak kita sadari kita telah terbawa arus. Sesungguhnya dalam relasi kita dengan Allah tapi kita tidak bertemu dengan Dia.
Kita harus memahami ini adalah relasi yang kita bangun dalam keutuhan dengan Allah. Allah ingin hubungan yang mendalam,  secara utuh dengan Tuhan.

Connecting with God artinya :
·         Tuhan rindu bertemu dengan kita (Mat 23:37; Yoh 15:15). Kerinduan hati Allah Sang pencipta untuk bertemu dengan kita.
·         Kita memerlukan persekutuan dengan Allah(Yoh 15:5). Apakah hal ini karena Allah itu tidak terlihat?  Jika kita membutuhkan seseorang, pasti kita akan segera bertemu dengannya. Kita semua memerlukan Allah, tanpa Allah kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apakah kesadaran ini menahan kita bersekutu dengan Allah?
·         Dunia ini sangat perlu melihat Kristus di dalam diri kita (2 Kor 2:14; 2 Kor 3:18; Kel 34:29-35). Ini bisa terjadi jika kita memiliki relasi yang dekat dengan Allah, maka orang-orang akan melihat Yesus didalam kita. Seperti Musa yang turun dari gunung Sinai, orang Israel melihat wajah Musa berkilauan karena telah berjumpa dengan Allah.
What must I do?
Mari kita membaca dari Lukas 10:38-42. Yesus dan murid-murid sedang dalam perjalanan dan di Betania mereka berhenti dan dijamu oleh Maria dan Marta. Maria duduk di dekat kaki Tuhan dan mendengarkan perkataan Yesus sedang Marta sibuk dengan menyiapkan makanan dan meminta Yesus untuk menegur saudaranya untuk membantu dia. Lalu Yesus berkata :“Marta, marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu : Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya.” (41-42). Marta, Marta .... : Lukas memakai pola dua kali penyebutan nama untuk memberitahukan bahwa ada tekanan dalam hal itu.
Yesus mau menyatakan bahwa apa yang dikeluhkan Marta tidak seperti yang diajarkan dan dikehendaki Yesus sendiri : sibuk dengan banyak perkara. Sebaliknya yang dikehendaki Yesus (hanya satu yang perlu) : duduk di bawah kaki Yesus.
Duduk di kaki Yesus adalah tindakan seorang murid yang rindu dekat dan mendapat pengajaran dari gurunya. Kata ‘perlu’ yang dipakai disini digambarkan di mazmur seperti mazmur 27:4 (diam di rumah Tuhan : menyaksikan kemurahanNya dan menikmati baitNya).

Apakah Yesus tidak senang terhadap apa yang dilakukan oleh Marta?
Tentu senang (Keluarga Marta menjadi sahabat Yesus, dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus sering singgah di rumah mrk). Tetapi Dia lebih senang dengan apa yang dilakukan oleh Maria (hanya satu yang perlu : duduk dibawah kaki Yesus) : sebuah relasi, interaksi, komunikasi, kedekatan emosi, transfer hidup/pengajaran. Inl sebagai gambaran bahwa Allah sangat menginginkan persekutuan kita dengan Dia. Dalam bahasa asli “sedang Marta sibuk sekali melayani” kata asli nya berarti “dipisahkan”, oleh keinginannya melayani Yesus, ia dipisahkan oleh Yesus sehingga ia sibuk melakukan perkara2 yang duniawi yaitu .untuk menyiapkan makanan bagi Yesus. Kata ini juga mengandung kata galau. Jadi sekalipun Marta melakukannya, ada dilemma di hatinya, ia ingin melayani Yesus tapi juga ingin mendengarkan Yesus, karena itu ia protes. “Tetapi hanya satu saja yang perlu” disejajarkan dengan Mazmur 27:4,”diam dirumah Tuhan, menikmati kemurahan Tuhan, menikmati baitNya”. Ini adalah bagian yang dikatakan Yesus bagi kita adalah bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik yaitu duduk dan mendengarkan perkataan Yesus.
Jean Fleming mengatakan bahwa ada dua elemen dasar dalam connecting with God, yaitu : Firman Tuhan dan Doa. Didalam relasi Yesus dengan Maria, ada pengajaran Yesus yang didengarkan Maria. Kini Tuhan telah menyatakan DiriNya paling utuh melalui Alkitab; penyingkapan diriNya, sehingga jika kita ingin membangun relasi dengan Allah, melalui alkitablah elemen dasarnya, karena disitulah  Allah menyatakan : jati diriNya; seperti apa Dia, apa yang dipikirkanNya, nilai-nilaiNya dan apa yang Dia benci. Tanpa interaksi secara teratur dengan Alkitab, kita tidak tahu pasti apakah kita sedang mendengar Tuhan.
Yang kedua melalui doa, karena dalam percakapan itu bersifat dua arah : memberi dan menerima. Jika kita membaca alkitab, kita mendengar dan belajar firman Tuhan.Tuhan berbicara kepada kita melalui firmanNya dan RohNya. Lalu kita memberi tanggapan kepadaNya melalui doa.Doa moment kita berbicara kepada Allah, bersekutu dengan Allah.
      Seberapa banyak waktu kita pakai untuk belajar firman Tuhan, berkomunikasi dengan Allah, yang menunjukkan relasi kita dengan Allah.
Lectio Divina : berdoa dengan firman Tuhan. Apakah kita masih punya waktu untuk bible reading, PI pribadi, PA pribadi? Apakah kita merenungkan waktu teduh kita selama 30-40 menit, atau cukup dibawah 15 menit? Tidak ada alasan bagi kita, karena kita sudah bekerja, sudah berkeluarga sehingga bisa mengabaikan persekutuan pribadi kita dengan Tuhan. Bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang jika kita lalai dalam relasi dengan Tuhan. Allah ingin kita menikmati persekutuan yang makin dalam dengan Allah. Ini waktunya untuk kita kembali bangkit dalam relasi kita dengan Allah. Relasi yang baik dengan Allah akan membuat kita berdampak di dunia.

Apa Hambatan kita bersekutu dengan Allah? (Jean Fleming : Waktu bersama Tuhan)

1. Kekuatiran. 

Semak duri yang menghimpit firman pertama yang disebut Yesus adalah kekuatiran hidup.Yang melanda bukan selalu kekuatiran yang disebabkan oleh hal2 besar, tetapi berbagai tuntutan (study, kerja, keluarga, pelayanan, pacar, dll).Jika hal ini muncul, buatlah daftarnya di dalam buku catatan saat teduh, doakan satu persatu, tanyakan tindakan apa yang Allah ingin untuk dilakukan. Kita tidak konsentrasi saat teduh, ketika kita kuatir.

2. Kekayaan.

Uang bukan sesuatu yang buruk tetapi uang bisa menjauhkan hati dan perhatian kita dari Allah.C.S. Lewis : “Salah satu bahaya dari memiliki uang banyak adalah bahwa Anda cukup dipuaskan dengan berbagai kesenangan yang bisa dibeli dengan uang dan karenanya gagal untuk menyadari kebutuhan Anda akan Tuhan. Apabila segalanya tampak mudah, cukup dengan menandatangani cek, Anda bisa lupa bahwa setiap saat Anda sesungguhnya tergantung penuh pada Tuhan.” Kita harus sadari bahwa kekayaan itu juga dalam kendali Allah. Kekayaan bisa membuat kita mengalami kepuasan-kepuasan sehingga merasa tidak memerlukan Tuhan lagi.

3. Kesenangan

Sama seperti kekayaan, kesenangan bisa membagi loyalitas kita dan menjauhkan perhatian kita dari Tuhan. Kesenangan dalam hal olah raga, games, bisnis online, nonton film, pelayanan, nongrong, gosip online, dll. Kesenangan ini menyisakan sedikit waktu untuk Tuhan. Jika kita sudah menemukan kesenangan, apakah kita ingat bahwa kita membutuhkan Allah? Hati-hati karena hal-hal yang menyenangkan kita bisa membuat kita meenjauh dari Allah.

4. Kesibukan

Charles E. Hummel mengatakan : “Bahaya terbesar Anda adalah membiarkan hal-hal yang genting menggantikan hal-hal yang penting”.Kadang kala kita menggeser hal yang penting karena kita ingin menolong orang lain.Hidup yang hiruk pikuk tidaklah kondusif bagi kehidupan Roh. Akibatnya relasi kita bisa menjadi “kering” dengan Allah.

5. Kehilangan rasa takjub

Kalau kita sudah tidak lagi merasa sesuatu yang takjub dalam firman Tuhan, maka ini akan membuat kita tawar dan tidak rindu untuk bersekutu dengan Allah. Jika kita dalam posisi ini, mintalah pengampunan kepada Tuhan dan minta pengenalan yang semakin besar akan siapa Tuhan dan siapa kita mahluk ciptaanNya

6. Penundaan dan kemalasan. Menunda-nunda adalah ciri dari kemalasan.

7. Kelelahan dan jadwal yang padat. 

Kita jangan bangga kalau kita selalu pulang lebih lambat dari orang-orang sekitar kita. Tanpa kita sadari jadwal yang padat bisa membahayakan relasi kita dengan Tuhan. Kita perlu lakukan ret-ret pribadi, menenangkan diri dan mendekatkan diri dengan Allah.

8. Sindrom hanya kewajiban, rasa bersalah, menyenangkan orang lain dan ingin tampil sempurna/baik. 

Pemikiran yang salah tentang Tuhan bisa membuat kita melakukan saat teduh supaya tidak celaka (pagi hari pecah ban mobil). Saat teduh seolah-olah kewajiban setiap hari, padahal itu adalah relasi dengan Allah atas dasar kasih.

9. Ingin tampil baik di kelompok maka melakukan saat teduh supaya ada jawaban bila ditanya. Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Hati yang bersih menjauhkan kita dari tameng.

10.Lamunan dan rasa ngantuk

Kekecewaan kepada Tuhan karena doa-doa yang tidak dijawab

11.Pikiran kotor

Pikiran kotor ataupun dosa tertentu yang terus menerus membuat kita tak berdaya menjadi senjata ampuh membuat kita jauh dari Tuhan

Bagaimana supaya kita Stay in connecting with God?


  • Stop all compromise. Jangan kompromi dengan rasa ngantuk, kesibukan, dll. Kita harus tetap focus pada Allah dalam relasi dengan firman dan doa
  • Be consistent. Konsitenlah dalam setiap rencana kita untuk memiliki persekutuan pribadi kita.
  • Praying
  • Accepting Jesus’s love

Jumat, 12 Mei 2017

BE HEALTHY

Oleh : Dr. Nora Netty Margaretha Silalahi


        Banyaknya sekarang penyakit yang terjadi yang tidak banyak kasus di 20 tahun lalu seperti kanker lidah dan leukemia, bahkan pada anak-anak. Banyaknya timbul penyakit, adalah karena pola hidup yang tidak sehat.
Apa sebenarnya sehat itu? Sehat (menurut WHO atau depkes) : Kesejahteraan fisik, jiwa dan sosial yang tidak hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan, bukan hanya fisik dilihat sehat, tapi sosial dan komunikasi dengan orang lain tidak baik, itu juga termasuk sakit. Dalam Firman Tuhan dikatakan 3 in one ( tubuh, jiwa dan roh) itu harus seimbang (1 Tesalonika 5:22). Sampai nanti kedatangan Yesus, tubuh roh dan jiwa kita harus sempurna, harus kita pelihara. Umur kita bisa ditentukan dengan bagaimana kita menjaga dan memelihara kesehatan kita.

Bagaimana supaya tubuh, jiwa dan roh kita seimbang?
      Berkat dari hidup berhikmat (Amsal 3:16). “Umur panjang ada di tangan kanannya” , jika roh kita lemah maka tubuh kita juga akan lemah, sebaliknya kalau tubuh sakit, roh kita pun akan sulit untuk menyembah Allah.
   Binasa karena tidak mengenal Allah (Hosea 4:6). Ketika kita tidak mengenal pola hidup sehat, kita akan binasa, Karena kita tidak mempertanggungjawabkannya pada Tuhan.
    Apa yang kita tabur, akan kita tuai (Gal.6:7-8)mengatur makanan setiap hari, tidak makan seenaknya saja sehingga kolesterol tinggi., jam istirahat yang baik. Kita sering melalaikan hal ini.
      Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus (I Korintus 3:16), karena itu harus dikuasai karena menjadi tempat Roh Kudus.
   Persembahkan tubuhmu menjadi persembahan yang hidup (Roma 12:1-2). Tubuh harus dipersembahkan sebagai persembahan kudus. Penyakit sekarang makin banyak, karena kita tidak menaati peraturan.

Kehendak manusia : Sehat dan umur panjang. Apa yang harus kita lakukan?

Ketetapan Tuhan:

1.      Memberi / Mengampuni  Hukum Alam Tubuh. Hukum alam tubuh itu mengampuni. Otak itu sudah didesain Tuhan, dimana area2 itu mempunyai fungsi. Ada otak yang memproduksi hormon endorphin: hormon yang menyembuhkan, kekuatannya 200x lebih kuat untuk menyembuhkan rasa sakit (mengurangi rasa sakit, memicu rasa senang/bahagia). Hormon ini akan dihasilkan ketika kita merasa sukacita, karena itu jangan stress, harus menikmati hidup, memberi dalam bentuk apapun (Senyum, cinta, materi). HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT.


Sebelum tidur jangan membaca bacaan yang sedih, lebih baik membaca hal-hal yang lucu. “Hati yang gembira adalah obat”. Jika kita memberi, mengampuni, tidak menimbulkan rasa dendam. Jika endorphin tertekan maka akan muncul hormon stress. Jika kita Cemas, kuatir, stress (roh / jiwa yang tidak sehat), hormon hortisol akan diproduksi, dan Penyakit yang terjadi:
  • System imunitas kita akan menurun. Lima menit kita stress, system imunitas kita menurun 6 jam, sehingga sel darah putih menurun. Ini salah satu penyebab kanker
  • Tulang menjadi kering (Artritis Rhematoid). Nyeri sendi. “semangat yang patah, keringkan tulang.
  • Diabetes Melitus. Ada juga orang yang tidak ada keturunan diabetes, sekarang sudah terkena sakit gula.
  • Hipertensi, jantung koroner. Hormon ini membuat tekanan darah kita meningkat.
  • Gangguan ginjal.
  • Stroke



Akibatnya adrenalin meningkat, menimbulkan vasokontriksi pembuluh darah. Ada life style yang Tuhan sudah atur. Bagaimana gaya hidup kita sesuai dengan firman Tuhan? Banyak kita yang melawan hukum alam tubuh, seperti kurang tidur hanya kerja saja, atau terlalu banyak tidur.

Siang kita harus bekerja, dan malam harus tidur, 6-8 jam. Jika tidur dibawah 6 jam akan muncul hormon hortisol. Hukum tabur tuai. Makanan yang dimakan tanpa aturan, akan menimbulkan penyakit. Pada awalnya di Kejadian, Tuhan meminta manusia itu memakan tanaman, tidak ada perintah untuk memakan hewan. Dosa pertama juga soal makanan (memakan buah yang larang).
“Jangan dalam pesta pora dan kemabukan(Rom13:13). Makanan jangan  berlebihan, jangan sembarangan makan, kita akan menuai.

Pola makan yang sehat itu bagaimana?

1. Porsi yang secukupnya, jangan berlebihan, kalau terlalu banyak makan, oksigen akan menumpuk di usus dan berkurang ke otak.
2. Gizi seimbang :karbohodrat, protein, lemak dan tinggi serat (kalau kita kekurangan serat, metabolisme kita akan terganggu di usus, perlu makan buah dan sayur, menurut ahli gizi harus ada 7 porsi sehari; sebelum makan, makan buah lebih dulu).
3. Puasa juga baik bukan hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk medengar suara Tuhan. Daniel juga puasa sehingga otaknya pintar, oksigennya lancar ke otak, karena itu kita konsentrasi mendengar suara Tuhan. Jika kita dalam pergumulan, dengan puasa kita bisa fokus mendengar suara Tuhan, apa kehendakNya.
4. Olahraga . Manfaatnya :
  • Menghasilkan Serotonin  dan energy kita meningkat.
  • Dalam otak = konsentrasi, emosi, nafsu makan bertambah.
  • Melawan penyakit dan memperlambat proses penuaan. Proses penuaan karena hormons endorphin banyak dihasilkan sehingga kita bisa awet muda.
  • Meningkatkan hubungan yang baik dengan sesama.



5. Roh dan jiwa yang sehat. Jika kita sehat, kita dapat melakukan roda kehidupan (aktifitas rohani: melayani, baca firman Tuhan). Jika kita mempunyai roda kehidupan yang disiplin, maka akan dihasilkan buah roh dalam hidup kita. Jika ini terjadi maka jiwa dan roh kita sehat. Jadi tubuh, jiwa dan roh semua harus sehat supaya kita dapat menyembah Tuhan. Tujuan hidup kita adalah “well done” yaitu masuk ke dalam kesukaan Tuhan yang kekal dan sampai kepada tujuan hidup kita. Mari kita mengisi hidup kita dengan apa yang Tuhan kehendaki, menikmati Tuhan sepanjang hari, karena itu kita harus mengatur hidup.


Jumat, 05 Mei 2017

SPIRITUALITAS & KESUKSESAN KARIR

Oleh : Ir. Tadius S Gunadi, MCS


Daniel 6

Pendahuluan
Karir dan spiritualitas: sejalan atau bertentangan? Sering dianggap ga sejalan, kalau rohani bisa tidak  maju. Spiritualitas menghambat karir? Spritualitas sering dianggap menghambat karir. Jarang melihat orang yang karir dan spiritualnya juga baik. Orang yang rajin ibadah juga belum tentu baik spiritualitasnya. Berapa banyak orang yang sukses karir memiliki spiritualitas yang baik? Siapa tokoh di Alkitab yang sukses di karir karena spiritualitas yang baik? Daniel adalah salah satunya.

DANIEL: SANG BIROKRAT
Banyak kemiripan Daniel dengan kita. Dia pernah mendapat pendidikan tinggi 3 tahun (full time). Ia tinggal di negara dimana secara etnis dan iman adalah minoritas. Di Babel dia minoritas, seorang Yahudi. Hadapi tantangan iman dalam pekerjaan dan karir, sama seperti kita.
Namun ia telah menjadi saksi bagi Allah yang hebat (2 kaisar jadi percaya pada Allah)(Darius dan Nebukadnesar) à Apa rahasianya, sampai 2 raja menjadi percaya?

Perjalanan Karir Daniel
Setelah lulus ia melayani raja (psl 1).Setelah ia menafsirkan mimpi raja, ia diangkat sebagai penguasa atas seluruh wilayah Babel dan kepala semua orang  bijaksana di Babel (Psl 2). Daniel hanya mengambil 1 pos saja, yang lain diberi kepada 3 sahabatnya. Berapa banyak alumni yang langsung menerima jabatan walau belum siap. Jika kita terlalu cepat naik jabatan, mungkin posisi kita tidakakan naik lagi, jadi jangan buru-buru.
Setelah menafsirkan tulisan di dinding, maka ia diangkat Beltsyazar sebagai orang ketiga dari pejabat tinggi (psl 5).Waktu Darius jadi raja, Daniel kembali terpilih sebagai salah satu dari 3 pejabat tinggi (Psl 6)à apa rahasia kesuksesan karirnya? Daniel masa kini adalah orang-orang yang bekerja di White house, Buckingham Palace atau sebagai pegawai kantor pajak.

Spiritualitas Daniel
(Daniel 6: 4 dan 11)
Kualitas dan kehidupan rohaninya menjadi  kunci keberhasilan karir dan kesaksiannya . Darius ingin mengangkat Danniel menjadi perdana menteri. Kenapa bukan orang lain? Alasannya “mempunyai roh yang luar biasa”, di NIV disebut excellence quality. “roh yang luar biasa” (“excellence spirit”).Ia mempunyai kerohanian yang luar biasa (spiritualitas yang bagus). Dia berada di kerajaan yang bukan kerajaan Yahudi, tapi ini orang-orang sekuler seperti Darius mencari orang dengan spiritualitas baik seperti Daniel. Karena raja ingin mengangkat Daniel untuk mengepalai seluruh kerajaan, banyak orang mulai merasa goncang. Mereka mulai mencari-cari kesalahan Daniel dan tidak ditemukan kesalahannya, yang menjadi “kelemahan” Daniel adalah dalam hal ibadahnya kepada Allah. Mereka minta supaya raja mengeluarkan peraturan supaya tidak boleh menyembah yang lain selain kepada kaisar dalam 30 hari.

Kehidupan Rohani Daniel
Daniel 6: 11
Tiga kali sehari: pagi, siang dan malam, suatu disiplin rohani (“seperti yang biasa dilakukannya”). Orang-orang Yahudi yang sangat saleh biasa berdoa 3x sehari. Daniel tiga kali sehari  berdoa kepada Allah (sangat disiplin), dia mengambil waktu untuk ke rumahnya dan berdoa, membutuhkan waktu untuk kerumahnya dan kembali ke istana, pastilah bukan untuk berdoa beberapa menit saja. Daniel punya saat teduh 3x sehari dan tidak pernah lalai. Dia bukan seorang biarawan yang pekerjaannya memang berdoa, baca firman. Daniel seorang perdana menteri yang memiliki banyak pekerjaan, yang lebih sibuk dari raja.
Tempat khusus: Ia kerumahnya dan di kamar atasnya (solitude). Ia memiliki tempat khusus dirumahnya, yang menghadap ke Yerusalem. Berapa banyak dari kita yang masih punya waktu untuk berdoa di jam istirahat kantor? Ia berlutut: sikap hormat karena sadar siapa dirinya dan siapa Allah, sadar akan anugerah. Ia seorang pejabat tapi ia berlutut di hdapan Allah. Di hadapan raja saja, semua orang harus berlutut, apalagi kepada Allah sang pencipta. Berdoa: bersekutu dan berkomunikasi dengan Allah. Doa adalah kesempatan untuk berdiam diri, membaca firman Tuhan, menangkap kehendak Tuhan, pasti membutuhkan waktu. Doa yang baik adalah doa yang dicatat, supaya benar-benar berkenan pada Tuhan.Memuji Allahnya: bersyukur & menyembah. Jarang kita bertemu seorang direktur, dirjen yang datang beribadah dan memuji Allah. Terlihat keseriusan, prioritas dan kesungguhan Daniel berdoa kepada Tuhan. Sebelum berdoa kita kuatir, dan setelah kuatir kita tidak kuatir lagi, inilah doa yang bermakna. Kalau kita melihat di Mazmur ada kata sela (=pause), berhenti berdoa, biasanya sebelum sela ada kegalauan hati, tetapi setelah sela terlihat ada perubahan menjadi yakin kepada Tuhan. Jadi di sela itu Tuhan menguatkan hatinya. Tidak mudah bisa memuji Allah 3x sehari. Orang yang kerohaniannya baik, pasti memuji Tuhan.

Dampak Spiritualitas
1.      Profesional
Ay 5: His ‘enemies’ “tried to find grounds for charges against Daniel in his conduct of government affair, but they were unable to do so… because he was trustworthy” and no negligent! “. Dia tidak mempunyai kelalaian dalam hal pemerintahannya, mereka mencoba mencari  kelemahannya dalam managemen, kepemimpinannya tapi tidak menemukannya, dia sangat dipercaya. Bagaimana dengan kita, apakah kita pernah lalai dalam pekerjaan kita? Luar biasa Daniel tidak memiliki kelalaian. Adakah pengaruh doanya membuat dia tidak lalai? Pasti ada. Dengan doanya yang 3x sehari akan selalu mengingatkannya, dimana pekerjaannya yang lalai, dan jika ada celah untuk berdosa, dia pasti akan dicegah untuk melakukannya ketika berdoa 3x sehari itu. Doa  menolong dia menjadi seorang yang sangat profesional dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Dengan doa kita seperti mengevaluasi dan mengucap syukur. Sehingga tidak ada kelalaian dalam pekerjaannya. Kita juga sangat baik jika melakukan saat teduh 3x sehari dan akan mencapai kesuksesan dalam karir.
2.      Berintegritas
They could find no corruption in him, because he was trustworthy and neither corrupt nor negligent” (ay. 5).”Tidak ditemukan kesalahan apapun” ternyata maksudnya apakah ada melakukan korupsi. Daniel dipilih karena bisa dpercaya, tidak korupsi, dia beintegritas. Sangat berbeda dengan profesional  kita sekarang, khususnya di lembaga negara atau di pemrov secara umum. Kehidupan rohani yang baik akan menolong kita untuk berintegritas  (Daniel  menjadi sosok yang dipercaya raja). Jika kita ada melakukan dosa, pasti tidak nyaman lagi untuk berdoa, karena itu doa menolong untuk tidak berdosa.
3.      Karakter yang baik
Terlihat dari begitu sayangnya raja kepada dia (15-25). Jika raja tidak sayang pada Daniel, pasti dia marah melihat Daniel melanggar peraturannya. Tetapi raja sangat sedih begitu mengetahui bahwa larangan yang ia tetapkan itu untuk menyingkirkan Daniel, sehingga ia berusaha untuk cari jalan keluar (15) sampai matahari masuk(malam). Dan peraturan itu tidak dapat dibatalkan. Maka diambillah Daniel dan dilempar ke gua singa. Raja berkata pada Daniel “Allahmu yang kamu sembah dengan tekun, Dialah yang kiranya melepaskan engkau”, raja seolah-olah menjadi imam bagi Daniel, lalu ditutup dengan batu dan dicap dengan cicncin meterai. Padahal Daniel itu seorang buangan (14) Lihat dari kata-kata raja kepada Daniel ( 18, 21). Malamnya raja tidak mau makan (puasa), tidak mau dihibur (tidak mood), dan tidak bisa tidur (19). Paginya, masih subuh  ia pergi ke gua singa (20), setelah tahu Daniel masih hidup ia amat bergembira (24), lalu Daniel ditarikdari gua singa dan tidak terdapat luka, karena ia percaya  kepada Allahnya dan raja geram dengan musuh-musuh Daniel (25). Orang-orang yang menuduh Daniel dilemparkan  ke gua singa dengan anak-anak dan istri-istri mereka, dan mereka diterkam  oleh singa, ini membuktikan bahwa singa itu memang lapar.  Daniel mempunyai karakter yang sanagt disukai raja. Bagaimana dengan kita? Apa atasan kita juga begitu sayang sama kita? Apakah kehadiran kita menjadi berkat bagi kantor kita, memiliki kasih, hikmat.
4.      Kesaksian bagi Allah
Respon raja Darius terhadap iman Daniel, raja melihat Daniel  lebih  tekun menyembah Allah yang lebih mulia dari dirinya! (17,21).Ia menaruh
hidupnya ke tangan Allah. Ia rela mati demi imannya kepada Allah. Raja Darius melihat iman Daniel dan menjadi percaya. Bahkan raja yang menyebut Daniel sebagai hamba Tuhan. Bagaimana orang lain lihat kita? Apakah kita sebagai hamba Allah yang melayani Dia dengan tekun? Atau hamba uang, atau hamba hawa nafsu? Raja Darius kemudian membuat surat perintah bahwa  seluruh kerajaan harus takut dan gentar kepada Allah Daniel (Dan 6:27-28). Walaupun kita minoritas, tapi kita memiliki Allah yang kuat. Allah yang Maha besar, yang tak terhingga.


PENTINGNYA Spiritualitas DANIEL
Daniel tidak mau mengorbankan kehidupan rohani sekalipun ancaman kehilangan karir atau nyawa. Jika Daniel mau berdoa di tempat tersembunyi mungkin orang lain tidak akan tahu, tapi ia tetap dengan ibadahnya.Ia sadar bahwa itu merupakan kunci keberhasilan karir dan kesaksiannya. Ia sadar tanpa spiritualitas yang baik maka karir dan kesaksiannya akan ambruk (belajar dari Simson).Sebab ia manusia biasa yang juga memiliki kelemahan.

PENERAPAN
Apa yang bisa kita pelajari dari Daniel ?

Pentingnya spiritualitas dalam memelihara integritas, profesionalitas, karakter dan keberanian untuk tidak kompromi àsehingga jadi kesaksian. Teladan dalam Solitude (alone with God): 3 kali sehari Kiranya Tuhan memakai kita menjadi berhasil di dalam karir dengan spiritualitas yang baik.  Di mahasiswa masih mudah menjaga persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, tetapi di alumni menjadi lebih sulit karena kesibukan. Kita harus belajar seperti Daniel memiliki saat teduh 3 x sehari, sehingga jika satu x bolong dalam saat teduh masih ada 2x saat teduh. Kiranya kita dipakai Tuhan membawa kesejahteraan bagi keluarga, kota, bahkan bangsa kita.

Kamis, 27 April 2017

Eksposisi Tokoh "YUSUF"

Oleh : Juppa Haloho, SH



Hari ini kita akan belajar dari tokoh Yusuf yang diceritakan dari kejadian pasal 37-50. 
Ada 5 bagian besar kehidupan Yusuf :
  • Didalam kitab Kejadian psl 37:1-11 anak kesayangan Bapaknya, yang telah lama ditunggu, lahir dari istri yang sangat disayanginya.
  • Kej 37;12-36 ia adalah budak yang dijual saudara-saudaranya karena iri hati.
  • Di pasal 39 dia digambarkan sebagai kepala rumah di rumah Potifar.
  • Di pasal 40 Yusuf sebagai narapidana, tiba-tiba dia diangkat sebagai Perdana Menteri di Mesir
  • Di kitab 50 dia menutup dengan kesimpulan dengan mengatakan bahwa saudara-saudaranya yang mereka-reka kan perkara yang jahat tetapi Allah mereka-rekakan nya untuk hal yang baik.
Mari membaca dari Kejadian 39 ketika ia menjadi Penatalayan di rumah Potifar.
Ada empat bagian besar dalam pasal ini :

1.  Keberhasilan Yusuf sebagai penatalayan (ayat 1-6)
 
           Sangat dicatat bagamana keberhasilan Yusuf sebagai penatalayan yang baik, dia memiliki karir yang cemerlang, pengaruhnya semakin hari semakin besar. Ay 1,ia dibeli sebagai budak belian dan dia tinggal dirumah “maka tinggallah ia dirumah tuannya”(kebiasaan zaman itu seorang budak tidak pernah tinggal dirumah), lalu ia boleh melayani dia” (tuannya, ayat 4) mengurus hal-hal pribadii tuannya, diberi kuasa untuk mengelola segala miliknya, lalu segala milikinya diserahkannya pd Yusup sehingga tuannya tidak perlu mengurusinya lagi. Penulis mencatat keberadaan Tuhan dalam keberhasilan Yusuf. Berulang kali disebutkan “Tetapi Tuhan menyertai Yusuf”(ayat2), “ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya”diulang lg di ayat 3 “setelah dilihat oleh tuannya bahwa Yusuf disertai Tuhan” maka Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya. Allah adalah Allah yang berdaulat. Allah memberi mimpi bahwa dia akan menjadi pemimpin dan menyelamatkan seluruh keluarga. Allah yang sama memberkati dia di Mesir. Allah yang berdaulat , adalah Allah yang terus bekerja. Allah yang memberi mimpi bagi Yusuf bahwa ia akan menyelamatkan keluarga dan bangsanya, sekalipun saudara2nya mengintervensi . History bukan hanya sejarah tapi His story(kisah tentang Allah), Allah tidak pernah berhenti bekerja, tidak ada plan b atau c. Allah yang telah sejak semula memberikan Yusuf lahir dari Rahel, dikasihi orangtuanya,diberi mimpi sebuah penglihatan yg jauh ke depan dan mengalami kepahitan dalam hidupnya . Kisah Allah tidak akan tergantikan sekalipun manusia tidak berjalan sesuai kehendakNya. Kepahitan yang dialaminya tidak pernah membuat Yusuf pahit kpd Allah.

Kita dapat melihat bagaimana dia diperlakukan oleh saudara-saudaranya. Saudara2nya berencana ingin membunuh (Kej 37:12-36) , ia dimasukkan ke sumur, dan dia dijual sebagai budak kepada orang Mesir, dan dipalsukan kematiannya. Kepahitan itu tidak membuatnya hatinya pahit kepada Tuhan. Tuhan menyertainya dan membuatnya berhasil dan akhirnya Potifar mempercayakan miliknya. Our history is Gods history. Yusuf adalah orang yang mempunyai mimpi dari Allah tapi Allah membiarkan dia mengalami kepahitan. Ia dapat melihat Tuhan dalam, segala keadaan. Yusuf punya mimpi yang diberi oleh Tuhan dan Allah membiarkan kepahitan terjadi dalam hidupnya lalu dia mengalami keberhasilan hingga psl 50.

Merancang kesukesan itu baik, tapi kesuksesan itu bukan semata-mata terletak pd perencanaan kita tapi rencana Allah. Yusuf tidak memilih untuk dijual, bekerja pada potifar, masuk penjara, tapi Allah memakai setiap situasinya dan membuatnya makin menanjak. Dalam posisi dan jabatan, banyak orang berjuang untuk posisi yang strategis dan maju, tapi kita juga melihat kesuksesan itu dekat dengan siapa? Dekat orang yang punya jabatan, orang yang punya sesuatu, asal ada uang. Tapi Yusuf memberi harapan bahwa kita bisa sukses ketika kita dilemparkan ke posisi yang sangat jauh, yang tidak punya pengaruh apa-apa, dimarginalkan, asal hidup kita selaras dengan kehendak Tuhan. Jangan takut kalau kita dipindahkan, seolah kita tidak dapat berbuat apapun, tidak bisa berkarya. Kisah Yusuf memberi harapan bahwa kesuksesan bisa terjadi sekalipun kita tidak memiliki posisi,asalkan hidup kita selaras dengan Allah.

Allah yang memberi mimpi kepada Yusuf adalah Allah yang terus berdaulat ,bekerja dalam jalannya sejarah. Allah sudah, sedang dan terus bekerja didalam hidup. Keyakinan kita, penerimaan hidup kita itu adalah karena kita yakin Allah sudah, sedang dan akan terus bekerja. Kalau kita tahu Allah telah memulai apa yang baik pasti Allah akan terus memimpin kita. Nilai hidup kita diselaraskan dengan itu. Jika kita sadar bahwa kita diciptakan untuk tujuan yang begitu besar maka kita akan menjalankan sesuai dengan itu. Tapi jika tidak, kita akan hidup semaunya. Ketika kita percaya Allah telah memulai pekerjaan yang baik pastilah akan terus bekerja. Semakin kita menyadari bagian ini kita semakin mengerti bahwa kita diciptakan Allah begitu amat baik maka Ia akan bekerja untuk mencapai tujuanNya. Bagian kita adalah hidup selaras dengan kehendak Allah.

Pasal 37 Allah bekerja memberikan penglihatan pada Yusuf, yang penglihatan itu dipahami Yakub dan istrinya bahwa ia akan jadi pemimpin. Kisah ini tidak berakhir disini tapi berakhir dengan Kejadian pasal 50 ketika ada pengampunan,kasih yang begitu besar, ada penghidupan dan memberi penghidupan. Jika Yusuf tidak menemukan Allah dalam segala sesuatu,dia tidak bisa mewujudkan Kejadian 37 menjadi kenyataan. Jika kita gagal menemukan Tuhan dalam hiddp kita, maka kita akan gagal menemukan rancangan Tuhan untuk mendapatkan kebaikan. Semakin kita menyadari akan kenapa kita diciptakan Allah, akan menentukan kita untuk melanjutkan pekerjaan kita, apakah hanya berfokus pada kerja atau fokus pada kehidupan. Kita punya kesempatan mengubah jalan hidup kita selaras dengan rencana Allah asal kita tahu persimpangan dimana kita harus memilih. Hidup ini bukan tentang mengetahui apa yg akan terjadi tapi tahu bahwa Allah bekerja.

2.Godaan vs integritas (ayat 6b-18) 

           Ayat 7” Selang beberapa waktu istri tuannya memandang Yusuf dengan berahi lalu katanya “Marilah tidur dengan aku”. Berahi disini :melihat dengan nafsu dr atas ke bawah. Jangan mengira itu hanya sekali saja terjadi, pasti dengan beberapa kali pendekatan pada Yusuf, menggoda dengan tubuhnya. Godaannya semakin hari makin besar. Saat ini kita juga hidup dengan banyak godaan. Dalam dunia kerja, uang yang tidak jelas bisa saja disodorkan pada kita yang kita tolak berkali-kali, tapi tetap diberikan untuk diterima. Bagaimana kita tetap bisa menolaknya dengan tegas. Yusuf menolak istri Potifar “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa kepada Allah?” (ayat 9). Integritas adalah siapa kita ketika tidak ada orang lain di sekitar kita. Godaan selalu menarik bagi kita, selalu ada bagian kecil dalam diri kita seperti ” binantang buas” yang menantikan kita kapan jatuh. Bagian ini mengajarkan kita, bagamana Yusuf melihat kepada Tuhan dimana orang lain tidak melihat. Ini yang membuat kita bisa hidup jujur,berintegritas, ketika kita menyadari ada mata Tuhan di kantor, di balik laptop, ada mata Tuhan dibalik amplop2 itu, yang orang lain tidak bisa melihat. Keberhasilan kita bukan menangkap kesempatan tapi kemampuan melihat Tuhan dalam setiap aspek.

3.Keberhasilan Yusuf 

          Dia memiliki kompetensi yang baik, dia seorang anak yang manja yang tidak pernah menggembala domba, tapi dia bertindak melebihi pengalaman2-pengalamannya sebelumnya dalam keluarga. Mungkin Yakub tidak mengizinkan dia menggembalakan ternak. Tapi ketika dia seorang budak belian dia bisa dipercaya dalam pekerjaannya. Ini yang dikatakan dalam Lukas bahwa orang yang setia dalam perkara kecil pasti akan setia dalam perkara besar. Keseriusan mengerjakan yang terbaik sekalipun tidak dihargai dengan pantas. Inilah kompetensi. Kol 3 :23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” . Ini perintah yang harus dilakukan seorang budak. Kita harus bekerja bukan untuk atasan, bukan untuk mendapatkan bonus. Yusuf selalu melihat ada Tuhan dalam tiap aspek. Bagaimana di pekerjaan kita, apak
ah kita bekerja karena ada yang mengawasi atau kita tetap bekerja tanpa ada yang melihat? Mari bekerja dengan baik bukan karena diawasi, tapi karena kita tahu bagian yang harus kita kerjakan. Melalui kompetensi Yususf dan integritasnya membuat Potifar dapat melihat Allah bekerja.

4. Penjara Tahanan Raja (Ayat 19-20)

         “Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan kedalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung”(ayat 20). Mengapa Yusuf dipenjara di tempat tahanan para raja? Kisah ini tidak berhenti ketika dia ditipu, tapi dia berada di tempat strategis di kalangan raja. Kenapa dia tidak dibunuh, karena orang yang mencoba melakukan perkosaan di Mesir akan dibunuh apalagi dia seorang budak? Ini bicara tentang providensia tentang pemeliharaan, pekerjaan Allah yang tidak bisa dibatasi dan dipikirkan oleh manusia yang terbatas. Yusuf berada di posisi strategis di penjara kalangan raja, karena mimpi yang ditaruhkan Tuhan akan digenapi. Ketika kita diperlakukan tidak adil, diintimidasi, tertekan,dapatkah kita melihat a ada pekerjaan Allah yg tak terputus untuk mencapai dan menghasilkan mimpi yang terwujud. Godaan dalam hidup akan sangat banyak, ada orang-orang yang berusaha memojokkan kita, kita tidak dianggap, dilecehkan, dibuang ke tempat-tempat yang tidak diindahkan, tapi sekali lagi Gods providence yang menjadi jaminan bahwa Allah berjalan didalam dunia. Dalam setiap perjalanan kita apakah kita dapat menemukan Tuhan , dan dapatkah itu menuntun kita untuk terus setia kepadaNya? 

Jumat, 07 April 2017

Life Management I : TIME

Oleh : Desmiyanti Tampubolon, STP


Brian Tracy, seorang motivator internasional pernah berkata, “Every minute you spend in planning saves 10 minutes in execution, this gives you a 1,000 percent return on energy!” Yang berarti, “Setiap menit yang Anda habiskan dalam perencanaan akan menghemat 10 menit dalam pelaksanaan, ini memberi anda kembali 1000% Energi.


A. Apa Kata Alkitab tentang WAKTU ?

1. Tuhan menetapkan waktu (Pengkhotbah 3:1 “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya)

Waktu itu begitu penting, karena itu, segala sesuatu di dunia ini didesain dengan waktu yang tepat, termasuk di dalamnya usia setiap orang. Untuk apa pun di bawah langit ini ada waktunya. Itulah yang firman katakan. Jika kita gagal menangkap pola kerja dan pandangan Allah tentang waktu, kita bisa sembarangan menggunakan waktu.

2. Manusia tak pernah tahu kapan hidupnya berakhir(Pengkhotbah 9:12)

Tidak ada yang tahu kapan ajalnya tiba, yang dapat kita lakukan adalah menggunakan waktu dengan bijak dan berjaga-jaga.

3. Mempergunakan waktu yang ada (Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat”)

Waktu tidak akan berhenti, dia akan terus berjalan, waktu tidak bisa dikembalikan, yang bisa kita lakukan hanyalah menggunakan waktu, firman Tuhan katakan supaya kita belajar menggunakannya dengan baik karena hari-hari yang kita lalui ini adalah jahat.

4. Selalu siap sedia dan berjaga-jaga (2 Timotius 4:2 “beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah…)

Berapa banyak dari kita yang menunda memberitakan firman, menegur kesalahan pada orangtua, keluarga kita hingga akhirnya semuanya sudah terlambat? Karena itu mari memberi waktu untuk pulang ke rumah orangtua kita dan menggunakan kesempatan yang ada untuk memberitakan firman Tuhan.

5. Kita harus memberi pertanggung jawab (Ibrani 4:13)

Akan ada masanya kita berdiri di hadapan Allah dan mempertanggungjawabkan kehidupan kita, termasuk penggunaan waktu kita. 

Dalam managemen waktu ada 3 hal yang harus kita lakukan :

a. Menetapkan tujuan. Kita perlu menetapkan tujuan dan target dalam hidup. Apa yang ingin kita capai dalam 2 tahun, 5 tahun atau 10 tahun kedepan, baik dalam hal spiritual, pekerjaan, rencana studi lanjut. 

b. Perencanaan yang baik " If you fail to plan, you plan to fail." 

Menurut Steven Covey dalam buku “Seven Habits” ada 4 kebutuhan manusia :

PENTING DAN MENDESAK
PENTING, TIDAK MENDESAK
TIDAK PENTING, MENDESAK
TIDAK PENTING, TIDAK MENDESAK

     Karena itu kita perlu :
  • Mengatur aktifitas. Kita dapat melihat dan mengevaluasi setiap kegiatan kita, apa yang bisa dilakukan di waktu luang, kegiatan apa yang dapat memberi manfaat, tanggung jawab kita sebagai pengurus, sebagai PKK, sebagai pekerja.
  • Kita harus menetapkan prioritas. Setiap kegiatan harus kita tentukan mana hal yang menjadi prioritas utama dan yang masih bisa ditunda.
  • Membuat rencana harian/mingguan/bulanan. Tetapkan kapan perlu refreshing, liburan.

c. Melakukan tindakan nyata. Hal-hal yang sudah kita rencanakan harus kita lakukan.

B. Beberapa hal yang perlu kita waspadai :

  • Suka menunda pekerjaan “Besok masih ada waktu kog”.
  • Tidak berani mengatakan tidak. Segan menolak ketika ada ajakan teman untuk mengobrol atau jalan-jalan.
  • Musuh utama dalam pemanfaatan waktu adalah : kemalasan. Amsal 6:6-8 “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak”
  • Dalam hal waktu kita harus membagi waktu kita dengan prioritas waktu untuk keluarga, pekerjaan, pelayanan.

Ø Waktu untuk bekerja

Pilihan kita atas pekerjaan menentukan berapa banyak waktu kita akan tersita untuk bekerja dan akan menentukan waktu yang masih ada untuk keluarga, pelayanan dan sosial.

Ketika kita memlilih bekerja sampai hari minggu, bahkan bekerja di hari libur tentu ini membuat kita tidak punya waktu untuk hal lain. Kegagalan banyak alumni adalah menerima pekerjaan tanpa memperhitungkan komitmen waktu untuk keluarga dan pelayanan.

Dalam pekerjaan, tetapkan prioritas mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Jangan menunda-nunda pekerjaan yang akan menumpuk di akhir bulan. Tidak menggunakan waktu bekerja dengan “sibuk” di sosmed. Bagi alumni yang belum bekerja, gunakan waktu yang ada untuk memperlengkapi diri dengan ketrampilan dan ilmu.

Ø Waktu untuk melayani keluarga bisa dilakukan dengan :

Ø Sharing values. Nilai-nilai hidup yang kita miliki berasal dari apa yang kita percayai/yakini yaitu dengan :

  • Menguatkan satu sama lain dalam keluarga, menunjukkan kasih dan kesetiaan dalam keluarga, saling membangun dalam kata dan perbuatan(Ams 31;28-31, Ef 4:29, Fil 4:8)
  • Adanya kebersamaan keluarga, satu kesatuan yang dalam dan kuat dalam ikatan keluarga
  • Memberi waktu untuk pulang ke rumah orangtua saat libur
  • Mengikuti pesta/acara keluarga inti dan keluarga besar
  • Hadir dalam kemalangan keluarga besar

Ø Sharing beliefs, Menyampaikan berita Injil keselamatan kepada orangtua dan saudara-saudara kita dalam tiap kesempatan, mengadakan ibadah keluarga.

3. Waktu untuk melayani

2 Kor 4:1-2. Ayat 1 “oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini” ini adalah dasar dari melayani, hanya oleh kemurahan Allah, anugerahNya yang membuat kita layak.

2 Kor 3:6 “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru…” 

“Karena itu kami tidak tawar hati”, tawar hati :hilang semangat, patah hati, mundur dari pelayanan . Sebagai alumni mari kita terus terlibat dalam pelayanan, karena yang menolong kita untuk terus bertumbuh secara rohani adalah setia dalam HPDT dan tetap melayani. Melayani sebagai PKK, pengurus, petugas acara. Sekecil apapun pelayanan itu mari terus berkarya.

C. Kunci Mengelola Waktu

1. Jangan sia-siakan waktu, buang kebiasaan lama

· Suka menunda pekerjaan

· Mengerjakan pekerjaan orang lainà delegasi

· Tidak berani mengatakan tidak

· Mengerjakan pekerjaan yang tidak penting

· Mengerjakan pekerjaan yang tidak jelas

· Mengerjakan tugas rutin terlalu banyak

· Stress dan terburu-buru

2. Bukan bekerja keras, tapi bekerja cerdik

· Kerja efisien (hemat tenaga) dan efektif (hemat waktu)

· Harus bisa membedakan mana yang penting dikerjakan

3. Jangan menjadi “kontraktor pelayanan”, semua pelayanan di terima sehingga tidak maximal dalam pelaksanaannya.

4. Berikan waktu yang cukup untuk melayani keluarga.

5. Utamakanlah Tuhan dalam waktu anda. Memuliakan Tuhan dalam waktu ditunjukkan dengan mengutamakan Tuhan dalam tiap waktu kita (utamakan waktu teduh, bible reading, PA), gunakan waktu untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan.

6. Jangan suka terlambat, biasakan bangun lebih pagi sehingga tidak buru-buru dan punya cukup waktu untuk tiba tepat waktu.

7. Mulailah semua kegiatan dengan tepat waktu.Kebiasaan jam karet harus dihilangkan dengan cara selalu memulai dan mengakhiri rapat/acara tepat waktu. Memulai dengan waktu yang terlambat akan menghabiskan waktu lebih lama untuk hal yang tidak berguna dan keterlambatan aktifitas berikutnya.

8. Maksimalkan waktu dengan melakukan hal-hal yang bernilai (mis. baca buku,terlibat dalam pelayanan), jangan bermalas-malasan, gunakan waktu untuk hal yang penting dan mendesak.


Ketika kita masih diberi kesempatan untuk hidup, mari hidup dengan memberi buah dalam pelayanan, terus membawa pengaruh dan perubahan di pekerjaan, jangan bosan untuk tetap melayani keluarga.


Tema Unggulan

Mempersiapkan PERKAWINAN

Oleh : Drs. Tiopan Manihuruk, MTh Perjalanan masa pacaran yang langgeng akan terlihat dari: bertumbuh dalam iman dan karakter (jika...